Jelang Idul Fitri, DISPERINDAG Tual, Kontrol Terus Stabilisasi Stok & Harga Barang

Tual Berita-Laser, Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H pada bulan mei tahun 2021 di wilayah kota tual, Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan mengontrol terus stabilisasi, stok dan harga bahan pokok dan Kebutuhan barang penting lainnya.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PERINDAG Kota Tual, Ibu Darnawati Amir Koedoeboen saat diwawancarai diruang kerjanya. Rabu, 21 April 2021.

Ibu Darnawati menjelaskan, Dinas PERINDAG mempunyai strategi untuk menjaga kestabilan harga barang dan stok dalam rangka, menjelang hari raya idul fitri.

Dikatakan, strategi yang pertama, DiSPERINDAG harus memastikan distribusi kebutuhan barang strategis lancar. Mulai dari jakarta-surabaya sampai ke tual.

Selanjutnya, DISPERINDAG harus menjamin ketersediaan bahan pokok dan kebutuhan barang penting selalu ada. Dan menjamin keterjangkauan harga dari bakok dan batin.

“Sesuai arahan walikota, bukan saja stabilisasi stok dan harga bakok dan batin saja. Tetapi, perlu juga adanya penjaminan keamanan pangan”ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Darnawati mengatakan, dinas PERINDAG telah melakukan rapat koordinasi di tingkat propinsi, dan sudah menyampaikan keadaan harga dan stok serta penjaminan keamanan pangan di wilayah kota tual.

Untuk diketahui, Dinas PERINDAG melakukan pemantauan harga rutin dipasar dan keamanan pangan.

Disperindag sehari sebelum Ramadhan melakukan investigasi keamanan pangan di pasar tual dan menemukan kurang lebih 60 pangan yang explaier dan langsung melakukan pemusnahan ditempat.

Pekan depan, Disperindag juga akan melakukan pemeriksaan keamanan pangan di pasar tual. Baik pangan basah maupun kering. Hal itu dilakukan untuk memastikan pangan tersebut bebas dari bahan berbahaya. Seperti : farmalin, boraks dan pewarna merah dan kuning. ditakutkan pewarna dari textil.

Menurut Ibu Kadis, ada sedikit komoditi yang mengalami kenaikan harga. Yaitu cabe. Cabe harga terendah 100.000/ kilo dan paling tinggi 140.000 perkilo.

“Untuk daging sapi beku juga, sekarang naik. Dibulan-bulan sebelum harganya Rp. 110,120 untuk harga sekarang Rp. 135 ribu dan untuk sapi segar Rp. 150. Ribu. Data ini didapat dari para pelaku distributor di pasar tual” Tutur Ibu Kadis.

Disampaikan, minyak juga mengalami sedikit kenaikan harga. Karena, ada bahan baku minyak kelapa yang awalnya Rp. 14, 15 Ribu sekarang, naik menjadi Rp. 17 ribu. Komoditi ini yang sedikit naik.Sedangkan, untuk bahan pangan lain seperti : gula pasir, beras, terigu, bawang, sayur, wortel, kol dan sebagainya, STABIL.

Darnawati juga mengatakan, Pemkot tual akan menyelenggarakan pasar murah terpadu. Hal ini sudah menjadi agenda rutin tiap tahun dan akan diadakan pada tanggal 8 mei 2021.

Dibeberkan, minggu kemarin dalam hasil rapat koordinasi, telah diiputuskan kepala BPDM menjadi ketua panitia pasar murah. Dalam kepanitian tersebut, melibatkan Dinas PERINDAG, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, BULOG, dan pertamina yang akan menjual kebutuhan pokok.

Pasar murah terpadu, Lanjut dikatakan, didukung donasi dari para pihak antara lain, perbankan, perusahan pelayaran, dan BUMN lain. Pihak-Pihak tersebut, membantu memberikan donasi untuk menyiapkan kebutuhan pokok yang tidak dianggarkan oleh dinas-dinas terkait.

“Untuk sembako pasar murah akan mendapatkan subsidi 60%. jika harga perpaket Rp. 100.000, masyarakat dapat membayarnya Rp. 40.000″Jelasnya.

Disampaikan juga bahwa, dalam paketan tersebut terdapat, beras, terigu, Gula, kopi, sirup, mentega dan minyak kelapa. Untuk
Sayur dan telur akan dijual dengan harga murah. Untuk, harga ikan perkilo Rp. 5000. Sistimnya menggunakan kupon dan telah disiapkan 1629 kupon buat masyarakat. Sesuai dengan stok yang disiapkan DISPERINDAG.

“Titik pusat pasar murah, bertempat di Lodar El/pengeringan kiom, Desa Ngadi dan Desa Fiditan”Katanya.

Dikatakan juga, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Disperindag sudah memberikan rekomendasi kepada salah satu pangkalan, untuk menjualnya di kepulauan tayando. Dengan harga enceran yang ditetapkan pemerintah kota tual. BBM berupa minyak tanah sudah di distribusi sebanyak 8 ton.

Ibu kadis menambahkan, disperindag telah melakukan pendataan para pedagang untuk divaksin. Karena, para pedagang merupakan kelompok yang rentan terhadap penyebaran Covid-19. Pedagang yang siap di vaksin dari dinas kesehatan sebanyak 664 orang.

Ibu Kadis berharap kepada para pedagang selalu kooperatif agar ketersedian bahan pangan selalu tersedia. Dan untuk masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas. Ia meminta masyarakat sebelum membeli barang periksa dulu tanggal kadarluasanya.

(Pewarta : Stev Romkeny/Weringkukly)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: