PDIP Maluku Gugat Negara: “A.M. Sangadji Layak Pahlawan, Mengapa Soeharto yang Diutamakan?”

0
IMG_20251118_171351

Ambon,Beritalaser.com. Ambon terasa seperti sedang menahan napas. Di kota yang penuh jejak sejarah itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun, melayangkan kritik tajam kepada pemerintah pusat.

Sorotannya satu: nama A.M. Sangadji, pejuang pergerakan kemerdekaan asal Maluku, kembali luput dari daftar penerima gelar Pahlawan Nasional.

Dalam wawancara Benhur menyampaikan nada keberatannya tanpa tedeng aling-aling. Ia menyebut absennya nama Sangadji dalam daftar pahlawan bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi cermin ketimpangan penghargaan negara terhadap sejarah daerah.

“Kami melihat keberpihakan negara belum sepenuhnya adil. A.M. Sangadji punya peran besar, sejajar dengan tokoh pergerakan seperti H.O.S. Cokroaminoto dan Agus Salim, tetapi namanya masih juga belum naik menjadi Pahlawan Nasional,” kata Benhur.

Nama Sangadji bukan baru sekali diusulkan. Masyarakat Maluku dan sejumlah lembaga budaya telah menyodorkan rekomendasi ini bertahun-tahun. Namun, menurut Benhur, tak ada jawaban terang dari Jakarta. Ia menyebut ketidakseriusan ini sebagai “catatan keprihatinan”.

Benhur lalu menyentuh keputusan pemerintah yang memberi gelar kepada tokoh lain, termasuk Soeharto, yang jejak kekuasaannya masih menyisakan kontroversi.

Ia menegaskan sebagian kader PDI Perjuangan menolak pemberian gelar tersebut, mengingat berbagai catatan pelanggaran HAM pada masa Orde Baru.

“Kalau negara memberi penghargaan kepada tokoh yang punya catatan kelam, sementara tokoh seperti Sangadji justru diabaikan, itu melukai rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.

Nada suaranya seperti palu sidang yang memukul meja, memastikan argumennya tak disalahartikan.

Benhur menegaskan DPD PDIP Maluku tak akan berhenti di sini. Mereka akan terus mendorong pemerintah pusat untuk membuka kembali berkas Sangadji, menelaah kontribusinya, dan memberi pengakuan setimpal atas jasa perjuangannya.

“Harapan kami sederhana: pusat mau mendengar. A.M. Sangadji bukan sekadar tokoh Maluku, ia bagian dari denyut awal pergerakan bangsa. Ia layak mendapat gelar Pahlawan Nasional,” tutupnya.

Di tengah perdebatan tentang siapa yang pantas diberi gelar pahlawan, satu hal kembali muncul ke permukaan: sejarah Indonesia tidak hanya ditulis di Jawa, dan penghargaan negara seharusnya tidak berhenti di satu wilayah saja.

(H.R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *