Polri Berlayar Bawa Pelayanan, 276 Warga dan Pelajar Banda Neira Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

AMBON BeritaLaser. Keterbatasan geografis bukan penghalang bagi Polri untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dari atas Kapal Polisi (KP) Yudistira 8003, layanan kesehatan gratis menyapa warga pesisir dan pelajar di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut digelar di dek buritan bawah KP Yudistira 8003 oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Maluku bersama personel KP Yudistira 8003. Pelayanan ini merupakan bagian dari program Polri Sambang Nussa, yang bertujuan mendekatkan pelayanan Polri kepada masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Sebanyak 276 warga dan pelajar tercatat menerima layanan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 172 orang mengikuti pemeriksaan golongan darah, sementara 104 orang menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pelayanan diberikan secara gratis oleh dokter dan tenaga medis Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku yang diterjunkan bersama personel Biddokkes Polda Maluku. Selain pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan pengobatan sesuai kondisi kesehatan yang ditemukan.
Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku, Kompol Dr. Ns. Faisal Kastela, S.Kep., M.Kes., MM., AIFO, mengatakan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan menjadi bagian penting dari komitmen Polri untuk memastikan masyarakat memperoleh akses kesehatan tanpa terkendala jarak.
“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan Polri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan. Kondisi geografis bukan menjadi penghalang bagi kami untuk memberikan pelayanan,” ujar Faisal.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
“Selain memberikan pengobatan, pemeriksaan kesehatan dan golongan darah ini juga merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif. Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya,” katanya.
Pelayanan tersebut juga menyasar siswa-siswi SD Al Hilal dan SD Negeri 92 Banda Neira. Kehadiran tim medis di tengah masyarakat mendapat perhatian dari anak-anak yang mengikuti pemeriksaan kesehatan maupun pengecekan golongan darah.
Kegiatan turut dipantau langsung Kapten KP Yudistira 8003 AKBP Agung Hendri Susanto, S.E.Sy., MM., Kepala Kamar Mesin KP Yudistira 8003 Kompol Junaidi, S.St, serta Kapolsek Pulau Banda Iptu Muslim Renuf bersama personel.
AKBP Agung mengatakan, keberadaan kapal polisi di wilayah kepulauan tidak hanya berkaitan dengan patroli dan pengamanan perairan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“KP Yudistira 8003 hadir bukan hanya untuk melaksanakan tugas kepolisian di wilayah perairan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Polri mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Maluku yang terdiri atas banyak pulau membutuhkan pola pelayanan yang fleksibel dan mampu bergerak mendatangi masyarakat.
“Wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri, terutama akses dan jarak. Karena itu, kolaborasi antara kapal polisi, tenaga kesehatan dan jajaran kewilayahan menjadi sangat penting agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan,” katanya.
Tidak hanya memberikan layanan kesehatan, Polri juga membagikan 50 paket bingkisan kepada siswa-siswi yang mengikuti pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan golongan darah.
Bagi anak-anak di Banda Neira, pemberian bingkisan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pelayanan Polri yang dikemas secara humanis sekaligus mempererat kedekatan antara polisi dan masyarakat sejak usia dini.
Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan Polri terus diperluas hingga masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan.
“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pelayanan. Di Maluku, tantangan geografis kepulauan justru menjadi alasan bagi Polri untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat, bukan menjadi batas bagi pelayanan,” ujar Rositah.
Menurutnya, keterlibatan Biddokkes Polda Maluku, Rumah Sakit Bhayangkara, Korpolairud Baharkam Polri dan jajaran kewilayahan menunjukkan pentingnya sinergi dalam menghadirkan pelayanan publik di daerah kepulauan.
“Sebanyak 276 masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan golongan darah hari ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri dapat memberikan manfaat secara langsung. Ini adalah bentuk pelayanan yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Rositah menambahkan, keberadaan kapal polisi di wilayah kepulauan dapat menjadi salah satu sarana strategis untuk membawa pelayanan publik mendekati masyarakat.
“Kapal polisi tidak hanya menjadi instrumen pengamanan wilayah perairan, tetapi juga dapat menjadi sarana pelayanan publik yang bergerak mendekati masyarakat. Semangatnya adalah satu: memastikan negara hadir dan memberikan manfaat sampai ke masyarakat di pulau-pulau,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis berlangsung aman dan lancar hingga selesai.
Melalui program Polri Sambang Nussa, Polda Maluku bersama Korpolairud Baharkam Polri terus mendorong pelayanan yang mampu menyesuaikan dengan karakter wilayah kepulauan. Kehadiran KP Yudistira 8003 di Banda Neira pun tidak sekadar membawa misi pengamanan perairan, tetapi juga membawa pelayanan kesehatan dan kepedulian langsung bagi masyarakat pesisir.
