Menuju HUT ke-78 Polwan, Polda Maluku Bangun Polisi Wanita yang Profesional dan Disiplin

AMBON BeritaLaser. Menjelang peringatan Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia Tahun 2026, Polda Maluku memperkuat pembinaan terhadap personel Polwan. Profesionalisme, disiplin, integritas hingga prestasi menjadi perhatian utama untuk membentuk sosok Polisi Wanita yang semakin berkualitas dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penguatan tersebut disampaikan dalam kegiatan arahan dan pembinaan yang dipimpin Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., bersama Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol. Jarot Sungkowo, S.H., S.I.K., M.H., di Aula Basudara Manise Lantai 5 Polda Maluku, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti personel Polwan Polda Maluku dan jajaran Polres/Ta secara virtual. Turut hadir Kabid Humas Polda Maluku, Kasubbid Wabprof Bid Propam, Kaur Litpers Subbid Paminal, Kanit Hartib Propam, Pakor Polwan Polda Maluku serta Kapolres Buru.
Mengusung tema nasional “One Police Woman, Extraordinary Impact” atau “Satu Polwan, Memberikan Dampak yang Besar”, momentum Hari Jadi ke-78 Polwan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan perjalanan panjang pengabdian Polisi Wanita. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen terhadap profesionalisme, integritas dan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu perhatian dalam pembinaan tersebut adalah persoalan disiplin personel.
Berdasarkan evaluasi Bidpropam Polda Maluku terhadap personel Polwan sepanjang 2024 hingga 2026, terdapat kecenderungan peningkatan pelanggaran yang melibatkan Polisi Wanita. Kondisi ini menjadi perhatian pimpinan karena disiplin merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga profesionalisme sekaligus kehormatan institusi Polri.
Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol. Jarot Sungkowo menegaskan, pembinaan dilakukan tidak hanya untuk memberikan penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar setiap personel memahami tanggung jawab dan konsekuensi dari setiap tindakan.
“Kami memberikan perhatian serius terhadap disiplin personel Polwan. Evaluasi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan pelanggaran, dan ini menjadi bahan pembinaan sekaligus pengawasan agar ke depan tidak terus terjadi,” ujar Jarot.
Ia mengingatkan bahwa identitas sebagai anggota Polri tetap melekat pada setiap personel, termasuk ketika berada di luar kedinasan.Menurutnya, Polwan memiliki tanggung jawab ganda untuk menjaga kehormatan diri, keluarga sekaligus institusi yang diwakilinya.
“Polwan memiliki tanggung jawab sebagai anggota Polri yang dituntut profesional dan berintegritas, sekaligus sebagai bagian dari keluarga. Keduanya harus berjalan seimbang. Jangan sampai persoalan disiplin maupun perilaku pribadi mencederai kehormatan diri, keluarga maupun institusi Polri,” tegasnya.
Jarot juga memastikan bahwa setiap pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tidak ada pembenaran terhadap pelanggaran. Penegakan disiplin dan kode etik berlaku bagi seluruh anggota Polri tanpa pengecualian. Menjadi Polwan bukan hanya tentang seragam dan tugas, tetapi juga tentang integritas, keteladanan dan tanggung jawab,” katanya.
Ia mengajak seluruh Polwan menjadikan momentum Hari Jadi ke-78 sebagai titik evaluasi pribadi.
“Jaga marwah sebagai Polisi Wanita. Jaga sikap, ucapan dan perilaku. Jadilah teladan di tempat tugas, di tengah masyarakat dan di lingkungan keluarga. Prestasi yang dibangun dengan kerja keras dapat rusak apabila tidak diikuti dengan disiplin dan integritas,” ujarnya.
Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi selaku Pembina Harian Polwan mengatakan, pembinaan personel menjadi bagian penting dalam membangun Polwan yang profesional, kompeten dan berintegritas.
Menurutnya, Polwan memiliki posisi strategis dalam pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Hari Jadi ke-78 Polwan harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen. Polwan dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis kepolisian, tetapi juga integritas, disiplin dan kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” kata Jemi.
Ia mendorong seluruh personel Polwan untuk terus meningkatkan kemampuan melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman tugas.
“Profesionalisme tidak lahir secara instan. Harus dibangun melalui kemauan untuk belajar, meningkatkan kompetensi, memahami aturan dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Tak hanya di lapangan, Jemi juga mengingatkan personel untuk menjaga perilaku di ruang digital. Media sosial harus dimanfaatkan secara bijak dan tidak menjadi sumber persoalan yang dapat merugikan personel maupun institusi.
“Status sebagai anggota Polri tetap melekat meskipun berada di ruang digital. Karena itu, gunakan media sosial secara bijak, hindari perilaku yang dapat menimbulkan persepsi negatif, dan manfaatkan ruang digital untuk menyampaikan informasi positif serta membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.
Jemi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan kedinasan dan keluarga.
Menurutnya, Polwan dituntut profesional sebagai anggota Polri sekaligus mampu menjalankan peran dalam keluarga secara harmonis. Keseimbangan tersebut dinilai dapat memperkuat empati, kematangan dan kualitas pelaksanaan tugas.
Di tengah evaluasi terhadap disiplin, Polda Maluku juga memberikan apresiasi terhadap berbagai prestasi yang telah ditorehkan personel Polwan.
Sejumlah Polisi Wanita Polda Maluku mampu menunjukkan kemampuan di berbagai bidang, termasuk olahraga hingga tingkat internasional.
Salah satunya Iptu Esterlina Titiheru yang berhasil meraih medali emas dan perak pada ajang binaraga internasional di Malaysia.
Sementara Briptu Arni Silva Pattipeiluhu tengah mempersiapkan diri untuk membela Indonesia dalam cabang olahraga dayung pada ajang internasional.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kontribusi Polwan tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui kemampuan dan prestasi di berbagai bidang.
Karena itu, penguatan disiplin dan pengembangan prestasi dipandang sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-78 Polwan Polda Maluku mengatakan, peringatan tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Polisi Wanita sekaligus memperkuat semangat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” membawa pesan bahwa setiap Polwan memiliki kesempatan untuk memberikan dampak positif melalui tugas, sikap dan pengabdiannya.
“Peringatan Hari Jadi ke-78 bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat komitmen. Setiap Polwan memiliki ruang untuk memberikan kontribusi sesuai kemampuan dan bidang tugasnya,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Polwan dapat memperkuat solidaritas, kepedulian sosial dan semangat pengabdian personel.
“One Police Woman, Extraordinary Impact berarti satu Polwan dapat memberikan dampak luar biasa. Dimulai dari disiplin terhadap diri sendiri, profesional dalam melaksanakan tugas, kemudian hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menilai penguatan profesionalisme, disiplin dan integritas menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Polri.
Menurutnya, perilaku setiap anggota dapat memengaruhi citra institusi secara keseluruhan.
“Polwan merupakan bagian penting dari wajah Polri di tengah masyarakat. Karena itu, profesionalisme, disiplin dan integritas bukan hanya menjadi tuntutan organisasi, tetapi juga menjadi modal utama untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan publik,” ujar Rositah.
Ia mengatakan, Polwan memiliki keunggulan dalam membangun komunikasi serta menghadirkan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Polwan harus mampu menjadi komunikator yang baik, hadir dengan empati dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Pendekatan yang humanis harus berjalan seiring dengan ketegasan dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum,” katanya.
Rositah berharap semangat Hari Jadi ke-78 Polwan tidak hanya dirasakan di lingkungan internal Polri, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui pelayanan yang semakin baik.
“Dampaknya harus dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka dan kehadiran Polwan dalam berbagai persoalan sosial,” ujarnya.
Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan di Polda Maluku menjadi momentum untuk memperkuat dua hal penting, yakni prestasi dan integritas.
Prestasi mencerminkan kemampuan serta kerja keras, sementara disiplin dan integritas menjadi fondasi agar setiap pencapaian memiliki nilai dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Polda Maluku, membangun Polwan bukan sekadar meningkatkan kemampuan teknis kepolisian. Lebih dari itu, pembinaan diarahkan untuk membentuk karakter, menjaga etika serta menghadirkan personel yang mampu menjadi teladan.
Melalui semangat “One Police Woman, Extraordinary Impact”, setiap Polwan didorong untuk memberikan dampak positif dari ruang tugas masing-masing—profesional dalam pelayanan, disiplin dalam perilaku, bijak di ruang digital, berprestasi dalam pengabdian dan humanis dalam melayani masyarakat.
Hari Jadi ke-78 Polwan bukan sekadar perayaan perjalanan sejarah, tetapi momentum untuk memastikan setiap Polisi Wanita mampu menjaga kehormatan profesi, meningkatkan kualitas diri dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
