Gandeng Unpatti, Kapolda Maluku Dorong Penyelesaian Konflik Berbasis Riset dan Perkuat Citra Daerah

0

AMBON, BeritaLaser. Kapolda Maluku Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., menggandeng Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan ilmiah, pencegahan konflik, serta kolaborasi lintas sektor.

Sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu membantu mengidentifikasi akar persoalan sosial, mencegah potensi konflik sejak dini, sekaligus mendorong Maluku semakin dikenal sebagai daerah yang aman, damai, dan memiliki daya saing.

Komitmen itu disampaikan Suwondo saat melakukan kunjungan silaturahmi bersama jajaran Pejabat Utama Polda Maluku di Kantor Direktorat Universitas Pattimura, Ambon, Senin (19/10/2026) pukul 16.00 WIT. Kedatangan rombongan disambut Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., bersama jajaran pimpinan universitas.

Kapolda didampingi Wakapolda Maluku, Karo SDM, Dirbinmas, Dirintelkam, Kabid Humas Polda Maluku, serta Ps. Korspripim Kapolda.

Keamanan Tak Cukup dengan Penegakan Hukum

Dalam pertemuan tersebut, Suwondo menekankan bahwa menjaga keamanan Maluku membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk kalangan akademisi yang memiliki kemampuan melakukan penelitian dan kajian terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Menurutnya, riset dapat menjadi landasan penting dalam merumuskan langkah penanganan konflik yang lebih tepat, terukur, dan berkelanjutan. Karena itu, kerja sama yang telah terjalin antara Polda Maluku dan Unpatti perlu terus diperkuat.

“Kami berharap kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik dapat terus kita jaga dan tingkatkan. Dalam menjaga Maluku, kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Universitas Pattimura. Kami ingin agar langkah-langkah yang diambil dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat juga didukung riset dan kajian akademik sehingga keputusan yang diambil memiliki landasan yang kuat,” ujar Suwondo.

Ia juga mengungkapkan rencana memperkuat koordinasi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen strategis melalui inisiatif Satgas Maluku Satu Hati.

Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu memetakan penyebab konflik, mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami gangguan keamanan, serta menyusun rekomendasi pencegahan berdasarkan kondisi sosial dan kearifan lokal.

Dengan pendekatan tersebut, pemeliharaan kamtibmas tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga mengutamakan dialog, edukasi, partisipasi masyarakat, dan penyelesaian persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Kapolda Ingin Maluku Dikenal karena Potensinya

Selain membahas keamanan, Suwondo menyoroti pentingnya mengubah cara pandang terhadap Maluku yang selama ini kerap dikaitkan dengan persoalan konflik.

Ia menilai Maluku memiliki kekayaan alam, keindahan laut, serta potensi daerah yang besar untuk dikembangkan. Potensi tersebut perlu diperkenalkan secara lebih luas agar mampu menarik perhatian terhadap peluang pembangunan dan kemajuan daerah.

Suwondo mengaku sebelum bertugas di Maluku, dirinya telah berdiskusi dengan sejumlah mantan Kapolda Maluku yang mengingatkannya mengenai persoalan konflik di daerah ini. Namun, setelah melihat langsung kondisi Maluku, ia menemukan banyak potensi positif yang patut dikembangkan.

“Maluku ini luar biasa dan sangat indah. Kita memiliki laut yang bagus, kekayaan alam, serta potensi daerah yang harus terus dikembangkan. Karena itu, Maluku jangan hanya dikenal melalui pemberitaan tentang konflik. Kita harus bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian agar berbagai potensi yang dimiliki daerah ini dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pembangunan daerah.Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk civitas academica, untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan mencegah tindakan yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.

Rektor Unpatti Siap Perkuat Kolaborasi

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyambut positif kunjungan Kapolda Maluku beserta jajaran. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas kerja sama dalam menjaga keamanan di lingkungan kampus dan masyarakat.

Fredy menjelaskan, Unpatti dan Polda Maluku selama ini telah menjalin komunikasi dalam mengantisipasi berbagai persoalan, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas mahasiswa dan kondisi keamanan di sekitar kampus.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bapak Kapolda Maluku bersama jajaran. Bagi Universitas Pattimura, ini merupakan suatu kehormatan sekaligus kesempatan untuk memperkuat kerja sama yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Kami berharap sinergi ini terus dipelihara, terutama dalam menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif,” ungkap Fredy.

Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan membutuhkan komunikasi terbuka, koordinasi yang baik, serta keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

Fredy juga menyoroti konsumsi minuman keras yang menurut pengamatannya kerap menjadi pemicu awal persoalan sosial di Maluku. Jika tidak ditangani secara tepat, persoalan tersebut berpotensi berkembang menjadi pertikaian yang lebih besar.

Karena itu, Unpatti menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya Polda Maluku melalui pendekatan pencegahan, edukasi, pembentukan karakter, dan peningkatan kesadaran masyarakat.Perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang bertanggung jawab serta mendorong penyelesaian persoalan secara bijaksana.

Polda Dukung Pengamanan Wisuda Unpatti

Dalam pertemuan itu, Fredy turut menyampaikan bahwa Unpatti dijadwalkan menggelar wisuda pada 22 Oktober 2026. Ia berharap dukungan Polda Maluku untuk memastikan keamanan di lingkungan kampus serta kelancaran arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

Koordinasi pengamanan dinilai penting agar pelaksanaan wisuda berjalan tertib dan lancar, sekaligus memberikan kenyamanan bagi mahasiswa, orang tua, keluarga wisudawan, dan pengguna jalan di sekitar kampus.

Polda Maluku menyambut pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan pihak universitas, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat memengaruhi kegiatan akademik.

Cegah Konflik melalui Edukasi dan Partisipasi Publik

Dirbinmas Polda Maluku dalam kesempatan tersebut mengapresiasi dukungan Unpatti, khususnya dalam menjaga komunikasi dan membantu penanganan persoalan yang berkaitan dengan penyampaian aspirasi mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Masyarakat juga perlu berperan aktif dengan menyampaikan informasi yang benar, membuka ruang dialog, serta mendukung penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.

Sejumlah persoalan, seperti konsumsi minuman keras, tawuran, dan sengketa batas wilayah, membutuhkan penanganan menyeluruh agar tidak berkembang menjadi konflik sosial yang melibatkan lebih banyak pihak.

Sinergi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat edukasi hukum, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong penyelesaian masalah sejak dini.

Akademisi dan Polri Bangun Kepercayaan Publik

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa kunjungan Kapolda ke Unpatti merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi terbuka dan memperkuat kemitraan dengan institusi pendidikan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pemeliharaan kamtibmas melalui penelitian, kajian sosial, pendidikan hukum, dan rekomendasi akademik yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pencegahan konflik.

“Polda Maluku memandang Universitas Pattimura sebagai mitra strategis dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Sinergi antara kepolisian dan kalangan akademisi sangat penting, bukan hanya dalam merespons persoalan yang muncul, tetapi juga untuk mengidentifikasi potensi kerawanan, memperkuat pencegahan, dan membangun solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, kolaborasi kepolisian dengan perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen publik merupakan modal penting untuk menjaga persatuan serta merawat kedamaian di Maluku.

Polda Maluku juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, menghindari tindakan yang memicu pertikaian, dan menyerahkan penanganan persoalan hukum melalui mekanisme yang berlaku.

“Keamanan dan kedamaian Maluku adalah tanggung jawab bersama. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga ruang dialog, dan bersama-sama membangun Maluku yang aman, damai, serta semakin maju,” tutupnya.

Perkuat Fondasi Maluku yang Damai dan Berdaya SaingKunjungan silaturahmi Kapolda Maluku bersama jajaran ke Universitas Pattimura berlangsung aman dan lancar.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian dan dunia akademik, terutama dalam pengembangan riset keamanan, pencegahan konflik sosial, edukasi hukum, serta pemeliharaan kamtibmas.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Polda Maluku dan Unpatti diharapkan dapat bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, memperkuat harmoni sosial, dan mendukung pembangunan Maluku yang damai, inklusif, serta berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *