Walikota Ambon: Kemitraan Strategis dengan Media Kunci Utama Transparansi Kinerja Pemerintah

0

AMBON, BeritaLaser. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menghadiri dan menjadi narasumber sekaligus pemateri dalam “Diskusi Panel Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah III Tahun 2026”. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Koordinator Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Timur, Hamdy Jempot.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Lantai 9 Hotel Zest Ambon pada Selasa, 20 Oktober 2026 ini, mengusung tema besar “Energi untuk Maluku: BBM, LPG, dan Masa Depan LNG Blok Masela”.

Selain Walikota Ambon, diskusi panel ini juga menghadirkan sejumlah narasumber penting lainnya, di antaranya:

* Abdul Haris (Kadis ESDM Provinsi Maluku)

* Prodita Kusuma Sabarini (AMSI Nasional)

* Hagasetya Nugraha (External Relation Inpex)

* Dipandu oleh Muhamad Yani Kubangun selaku moderator.

Pentingnya Sinergi dan Keterbukaan Informasi Bersama Media

Dalam pemaparannya yang juga menyoroti hubungan antara pemerintah dan media siber, Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengungkapkan bahwa berbagai kerja nyata yang telah dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sering kali belum terpublikasi dengan baik kepada masyarakat luas.

“Semua kerja-kerja di Pemkot pada saat itu terpublikasi dengan baik di masyarakat, di publik, sehingga orang tahu tentang apa yang dikerjakan oleh Pemkot.Ini juga yang dibawa ke kota Ambon. Percuma wali kota, wakil wali kota, dan jajarannya kerja tapi publik tidak tahu apa yang dia kerjakan.”

Menurutnya, masalah utama yang kerap muncul adalah anggapan publik bahwa pemerintah seolah-olah tidak bekerja, padahal sudah banyak program dan hasil kerja nyata yang telah direalisasikan namun tidak terekspos dengan baik. Oleh karena itu, membangun hubungan yang sehat dan transparan bersama media siber menjadi sebuah keharusan.

Walikota juga menegaskan bahwa menggandeng media bukan berarti menghilangkan fungsi pengawasan kritis atau menghapus kontrol sosial media terhadap pemerintah.

“Hubungan yang sehat harus dibangun atas dasar keterbukaan. Bukan berarti kalau pemerintah bekerja sama dengan media lalu menghilangkan daya kritis, menghilangkan fungsi pengawasan media bagi pemerintah. Bagi pemerintah itu bukan tujuannya,” tegas Bodewin.

Menanggapi dinamika informasi di era digital—melalui platform seperti Facebook, Instagram, hingga TikTok—Walikota Bodewin menekankan bahwa pemerintah daerah selalu terbuka terhadap kritik, asalkan kritik tersebut disampaikan dengan klarifikasi dan dasar yang jelas.

“Setiap upaya pemerintah merespons kritik, baik itu dengan klarifikasi dan lain-lain, itu adalah ruang orang yang tidak anti-kritik. Pemerintah Kota Ambon luar biasa karena sangat responsif terhadap berbagai dinamika rencana di Kota Ambon, ” ujarnya.

Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama media agar setiap aspirasi masyarakat dapat tersampaikan kepada pemerintah, dan sebaliknya, setiap kebijakan serta hasil kerja pembangunan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

Diskusi panel ini turut membedah berbagai tantangan wilayah kepulauan terkait distribusi BBM dan LPG, serta pentingnya menjamin keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal dalam proyek strategis nasional LNG Blok Masela.

Di sisi lain, pengurus AMSI Pusat, Prodita Kusuma Sabarini, dan mantan Ketua AMSI Maluku, Hamdi Jempot, turut menekankan pentingnya ketahanan finansial media serta profesionalisme pers dalam mengawal isu-isu krusial daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *