Polda Maluku Siaga Penuh Amankan Groundbreaking Blok Masela, Perkuat Kepercayaan Investor dan Stabilitas Daerah
Polda Maluku Siaga Penuh Amankan Groundbreaking Blok Masela, Perkuat Kepercayaan Investor dan Stabilitas Daerah
Ambon Beritalaser. Polda Maluku menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah sekaligus menciptakan situasi keamanan yang kondusif bagi investasi di sektor energi.
Sebagai salah satu proyek hulu migas terbesar di Indonesia, Blok Masela memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya tarik investasi, khususnya di kawasan timur Indonesia. Karena itu, kelancaran pelaksanaan groundbreaking menjadi perhatian serius aparat keamanan.
Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, menegaskan bahwa seluruh jajaran telah diarahkan untuk memberikan pengamanan terbaik agar setiap tahapan kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Menurutnya, groundbreaking Blok Masela bukan sekadar agenda daerah, melainkan bagian dari kepentingan strategis nasional. Oleh sebab itu, stabilitas keamanan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia.
“Pengamanan akan dilaksanakan secara profesional, humanis, dan terintegrasi bersama seluruh pemangku kepentingan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan kondusif,” tegas Kapolda.
Ia menambahkan, Polda Maluku terus memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta berbagai elemen masyarakat sebagai langkah bersama mengawal keberhasilan proyek nasional tersebut.
Komitmen itu diperkuat melalui Analisis dan Evaluasi (Anev) kesiapan pengamanan yang dipimpin Kabag Renops Stamaops Polri melalui video conference pada Selasa (7/7/2026). Dalam forum tersebut, Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor memaparkan secara rinci skema pengamanan yang telah disiapkan.
Rapat turut diikuti Direktorat Intelkam, Direktorat Pamobvit, Direktorat Samapta, Satbrimob Polda Maluku, serta jajaran Polres Kepulauan Tanimbar. Berbagai aspek menjadi fokus pembahasan, mulai dari pemetaan potensi kerawanan, strategi pengamanan, hingga kesiapan personel di lapangan.
Polda Maluku juga telah mengidentifikasi sejumlah potensi gangguan yang mungkin muncul, seperti aksi unjuk rasa, hambatan transportasi, hingga ancaman terhadap keamanan tamu negara maupun tamu undangan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pola pengamanan berlapis disiapkan melalui pembentukan satuan tugas sesuai fungsi masing-masing. Pengamanan akan difokuskan pada objek vital, jalur kedatangan dan keberangkatan, bandara, pelabuhan, lokasi kegiatan, hingga pengamanan bagi tamu VIP dan VVIP.
Dari sisi kekuatan personel, skenario pengamanan disesuaikan dengan tingkat kehadiran pejabat negara. Sebanyak 453 personel akan diterjunkan apabila kegiatan dihadiri Presiden Republik Indonesia. Sementara jika dihadiri Menteri, jumlah personel yang disiagakan berkisar antara 100 hingga 150 orang sesuai kebutuhan operasional di lapangan.
Sementara itu, Kabag Renops Stamaops Polri menekankan pentingnya optimalisasi fungsi intelijen sebagai langkah deteksi dini terhadap setiap potensi ancaman keamanan. Ia juga meminta agar pengerahan personel dilakukan secara proporsional sesuai tingkat kerawanan sehingga pengamanan berlangsung efektif tanpa mengganggu jalannya kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kabag Renops memberikan apresiasi atas kesiapan Polda Maluku yang dinilai telah menyusun perencanaan pengamanan secara matang, komprehensif, dan terukur.
Dengan kesiapan tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan nasional. Pengamanan maksimal terhadap groundbreaking PSN Blok Masela diharapkan tidak hanya menjamin kelancaran agenda kenegaraan, tetapi juga semakin memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia sebagai negara yang aman, stabil, dan mendukung investasi strategis jangka panjang.
