Taruna Akpol Tanamkan Disiplin Tanpa Kekerasan di Sekolah Rakyat Ambon

0

AMBON, BeritaLaser. Kehadiran Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Sekolah Rakyat Kota Ambon membuktikan bahwa pembentukan karakter tidak harus dilakukan melalui cara-cara keras. Lewat pendekatan yang humanis, lima Taruna Akpol mengajak para pelajar belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, hingga kepemimpinan melalui dialog dan keteladanan.

Kegiatan Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026 tersebut berlangsung di Panti Sosial Bina Remaja Hiti Hiti Hala Hala, Ambon, Selasa (4/8/2026), dan diikuti 85 siswa kelas XI Sekolah Rakyat Menengah Atas.

Lima Taruna Akpol yang terlibat yakni Brigadir Kepala Taruna Sultan Pasha Ramadhan, Brigadir Kepala Taruna Andika Thariq Siraj Simatupang, Brigadir Kepala Taruna Achmad Rasya Rifai, Brigadir Kepala Taruna Teuku Satria Nurkholid, serta Brigadir Kepala Taruna Narendra Darma Salman Soumena. Kegiatan turut didampingi Dosen Madya Akpol Lemdiklat Polri AKBP Indra Heryanto, S.S., M.H., bersama Wakapolsek Leihitu Ipda Johanis Darmapan, S.Tr.I.K.

Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan interaktif. Para Taruna tidak hanya menyampaikan materi di depan kelas, tetapi juga berdiskusi langsung dengan para siswa, menjawab berbagai pertanyaan, serta berbagi pengalaman tentang pentingnya disiplin, kerja sama, dan sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme para siswa terlihat dari keaktifan mereka mengikuti sesi tanya jawab maupun saat berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil bersama para Taruna. Pendekatan yang diterapkan lebih mengedepankan komunikasi, kedekatan, dan penghargaan terhadap peserta didik.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan program Taruna Bhakti menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda.

Menurutnya, Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan karakter.

“Kedisiplinan tidak harus dibangun melalui kekerasan. Keteladanan, komunikasi yang baik, dan konsistensi merupakan cara yang lebih efektif untuk menumbuhkan kesadaran disiplin pada generasi muda,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi para calon perwira Polri agar memahami pentingnya kepekaan sosial, kemampuan berkomunikasi, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sejak masih menjalani pendidikan.

Melalui interaksi langsung bersama para pelajar, para Taruna memperoleh pengalaman berharga mengenai peran Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat.

Di sisi lain, para siswa mendapatkan pengalaman positif dengan mengenal sosok calon anggota Polri yang humanis, terbuka, dan mampu menjadi sahabat sekaligus inspirator bagi generasi muda.

Melalui Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026, Polda Maluku kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pendekatan kepolisian yang lebih humanis. Program ini membawa pesan bahwa karakter yang kuat lahir dari keteladanan, bukan kekerasan, serta membuktikan bahwa membangun disiplin dapat dilakukan melalui edukasi, dialog, dan kepedulian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *