81 Tahun Merdeka, Dermaga Amalatu Seram–Saparua Masih Tanpa Jembatan dan Terminal

0
IMG-20260905-WA0002

SBB Beritalaser – Aktivitas pelayaran KMP Layur jurusan Seram – Saparua di Pelabuhan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat terus menuai keluhan. Hingga kini dermaga penyeberangan tersebut belum memiliki jembatan dan terminal yang memadai.

Minimnya fasilitas dasar ini dinilai membahayakan keselamatan penumpang, terutama saat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Warga setempat menyebut, persoalan utama belum terbangunnya infrastruktur penyeberangan adalah belum tuntasnya pembebasan lahan oleh Pemerintah Daerah.“Sudah puluhan tahun kami menyebrang tanpa jembatan dan terminal.

Kalau ombak besar, kapal sulit sandar dan penumpang yang paling dirugikan,” kata seorang warga Amalatu yang tidak mau disebut namanya.Menanggapi hal itu, Kapten KMP Layur, Samsul, menyampaikan bahwa wewenang pembangunan jembatan dan terminal bukan di pihak pelayaran.

“Itu tanggung jawab pemerintah. Tugas saya hanya memastikan pelayaran dan keselamatan penumpang,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin 31 Agustus 2026.

Kapten Samsul mendorong awak media untuk mengkonfirmasi langsung kepada Camat Amalatu, Dinas Perhubungan SBB, dan Bupati Seram Bagian Barat.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu ABK. Menurutnya, sejak tahun 1990-an layanan penyeberangan Seram – Saparua berjalan tanpa fasilitas dermaga yang layak.Warga berharap Pemerintah Kabupaten SBB segera menyelesaikan masalah tanah, agar pembangunan jembatan dan terminal bisa segera direalisasikan.

Diketahui, KMP Layur melayani rute antar 3 kabupaten di Maluku yakni Seram Bagian Barat, Seram Bagian Tengah, dan Seram Bagian Timur.

Penulis Berita : Hendry Tuasuun.-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *