Milad KAHMI Tual: Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Persoalan BBM Subsidi Masuk Agenda FGD
TUAL Beritalaser. Rangkaian Milad KAHMI ke-60 di Kota Tual tidak hanya diisi pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi alumni sekaligus membuka ruang pembahasan terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk ketersediaan dan distribusi BBM bersubsidi.
Pemeriksaan kesehatan gratis digelar Jumat (18/9/2026) di Gedung Baileo, Kelurahan Lodar El, Kota Tual, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tual melalui UPTD Puskesmas Tual dan UPTD Puskesmas UN Kota Tual.
Sebanyak 39 orang mengikuti pemeriksaan yang meliputi gula darah, kolesterol dan asam urat, disertai konsultasi kesehatan singkat.
Namun, agenda sosial tersebut berjalan beriringan dengan rencana KAHMI Kota Tual untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas isu dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Persoalan ketersediaan dan distribusi BBM bersubsidi menjadi isu yang akan diangkat dalam pembahasan awal.
Ketua Panitia Milad KAHMI ke-60 Kota Tual, Drh. Ahmad Syarif Nuhuyanan, mengatakan FGD akan melibatkan instansi dan pihak terkait untuk memperoleh informasi serta masukan yang selanjutnya menjadi bahan perumusan rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Kota Tual.
“Panitia merencanakan dialog publik dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan fokus pembahasan terhadap isu dan persoalan yang berkembang di masyarakat, diawali dengan persoalan terkait ketersediaan dan distribusi BBM subsidi,” kata Ahmad, Jumat (18/9/2026).
Sementara itu, Koordinator Presidium KAHMI Kota Tual, Ibnu Salim Oat, S.H., mengajak seluruh alumni menjadikan Milad ke-60 sebagai ruang memperkuat silaturahmi dan persaudaraan, sekaligus momentum refleksi dan proyeksi untuk ikut membangun Kota Tual.
Menurut Ibnu, KAHMI merasa memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam menghadapi berbagai dinamika yang tengah dihadapi Kota Tual. Ia menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kebijakan efisiensi anggaran, stabilitas harga dan ketersediaan BBM serta minyak tanah, dinamika inflasi hingga ancaman El Niño yang berdampak pada kekeringan dan potensi kebakaran hutan.
“KAHMI merasa terpanggil untuk ikut bertanggung jawab terhadap problematika tersebut dengan membangun sinergitas bersama Pemerintah Daerah, memberikan pikiran-pikiran yang konstruktif berbasis solusi dengan pendekatan kebijakan dan program serta mengambil peran dalam setiap etape pembangunan yang sedang berjalan,” ujar Ibnu.
Ia mengatakan KAHMI Kota Tual akan menyusun lanskap pemikiran yang memotret berbagai persoalan daerah setelah rangkaian Milad selesai. Pembahasan akan dilakukan melalui forum diskusi dengan melibatkan pihak-pihak terkait.
Hasil pembahasan tersebut, kata Ibnu, akan diarahkan menjadi rekomendasi yang dapat disampaikan kepada Pemerintah Daerah, DPRD, Majelis Wilayah, dan Majelis Nasional KAHMI untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
“Semua ini dilakukan untuk pembangunan daerah dan masyarakat Kota Tual menuju cita-cita Ummatan Wahidah,” katanya.
Rangkaian Milad KAHMI ke-60 Tahun 2026 mengusung tema “60 Th KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa”. Kegiatan sebelumnya diawali dengan tasyakuran pada Kamis (17/9/2026), kemudian dilanjutkan dengan sejumlah agenda sosial dan kemasyarakatan.
Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Tual Hi. Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H., beserta jajaran Pemerintah Kota Tual atas dukungan terhadap pelaksanaan rangkaian Milad KAHMI ke-60.
Dengan agenda FGD dan penyusunan lanskap pemikiran tersebut, KAHMI Kota Tual menempatkan momentum Milad ke-60 tidak hanya sebagai peringatan organisasi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi gagasan untuk merespons berbagai persoalan yang berkembang di Kota Tual.
