Wakapolda Maluku Pimpin Pengawasan Razia Narkoba, 150 Personel Sisir 4 Tempat Hiburan Malam di Ambon

0

AMBON, BeritaLaser. Polda Maluku memperketat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika dengan menggelar razia gabungan di empat tempat hiburan malam di Kota Ambon, Sabtu (18/10/2026) dini hari. Sebanyak 150 personel lintas instansi dikerahkan dalam operasi yang berlangsung pukul 01.00 hingga 03.00 WIT tersebut.

Empat lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan yakni Karaoke Dragon, Karaoke W 08, Karaoke Rajawali, dan Karaoke Grand Palace. Hasilnya, petugas tidak menemukan narkoba maupun pengunjung yang dinyatakan positif menggunakan narkoba berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.

Operasi ini dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K., M.H., dengan pemantauan langsung Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.Si. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan dan Program 100 Hari Kerja Kapolri, sekaligus langkah preventif untuk mempersempit ruang penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Razia melibatkan personel Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, unsur TNI, Bea Cukai, serta instansi terkait lainnya. Tim gabungan memeriksa pengunjung dan barang bawaan, termasuk melakukan tes urine sebagai bagian dari upaya deteksi dini.

Wakapolda Pantau Langsung Operasi

Sebelum bergerak ke lokasi sasaran, seluruh personel mengikuti apel kesiapan dan pengecekan kekuatan yang dipimpin Dirresnarkoba Polda Maluku Kombes Pol Indera Gunawan.

Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman turut memantau kesiapan hingga pelaksanaan operasi. Ia didampingi Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Monang Marudu Zonir Simanjuntak, S.I.K., M.M., bersama jajaran terkait.Dari total 150 personel yang diterjunkan, unsur Polri terdiri atas Direktorat Reserse Narkoba, Satuan Brimob, Bidang Humas, Bidang Propam, Direktorat Samapta, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), serta Satresnarkoba Polresta Ambon.

Dukungan juga datang dari BNN Provinsi Maluku, Bea Cukai Provinsi Maluku, Polisi Militer Kodam XV/Pattimura, dan Polisi Militer Kodaeral Ambon.Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi dalam mencegah peredaran narkotika, terutama di lokasi yang menjadi sasaran pengawasan.

Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman menegaskan, razia terpadu merupakan langkah nyata untuk menjaga lingkungan tempat hiburan malam agar tidak dimanfaatkan sebagai ruang penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

“Pencegahan dan pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen, konsistensi, serta sinergi seluruh unsur terkait. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk memastikan upaya pengawasan berjalan secara terpadu, profesional, dan sesuai ketentuan hukum. Tujuan utamanya adalah melindungi masyarakat dari bahaya narkotika,” ujar Arif.

Ia mengingatkan, hasil pemeriksaan yang tidak menemukan narkoba maupun pengunjung positif menggunakan narkoba bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan.Menurutnya, pengawasan harus terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur terkait agar peluang penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika semakin terbatas.

“Kami ingin memastikan bahwa upaya menjaga masyarakat dari ancaman narkoba dilakukan secara berkelanjutan. Polri bersama BNN, TNI, Bea Cukai, dan seluruh elemen masyarakat harus terus membangun kerja sama agar ruang bagi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika semakin dipersempit,” tegasnya.

Dirresnarkoba: Pencegahan Tidak Boleh BerhentiDirresnarkoba Polda Maluku Kombes Pol Indera Gunawan menjelaskan, pemeriksaan di tempat hiburan malam merupakan bagian dari strategi pencegahan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Ia menegaskan bahwa pengawasan harus dilaksanakan secara konsisten, profesional, dan sesuai ketentuan hukum guna menjaga keamanan masyarakat.

“Razia ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengawasan untuk memastikan tempat hiburan malam tidak menjadi ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu bersama BNN, unsur TNI, Bea Cukai, dan instansi terkait,” kata Indera.

Ia menilai, hasil pemeriksaan dalam operasi tersebut menjadi catatan positif, tetapi tidak berarti ancaman narkotika telah berakhir.Karena itu, upaya pengawasan dan pencegahan akan terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

Kabid Humas Ajak Masyarakat Turut BergerakKabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menyebut operasi gabungan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama lintas instansi dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.Menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan langkah terukur, koordinasi yang kuat, serta keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat.

“Polda Maluku berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba melalui kegiatan yang terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum. Keterlibatan Polri, BNN, TNI, Bea Cukai, serta unsur terkait menunjukkan bahwa penanganan ancaman narkotika membutuhkan kerja sama yang kuat,” ujar Rositah.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak bersikap pasif apabila mengetahui indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan sekitarnya. Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk mendukung langkah pencegahan dan penegakan hukum.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata untuk melindungi keluarga, generasi muda, dan lingkungan dari bahaya narkotika,” tambahnya.

Operasi Berakhir Aman dan Lancar

Seluruh rangkaian razia di empat tempat hiburan malam tersebut berakhir pukul 03.00 WIT dalam keadaan aman dan lancar. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilaporkan, petugas tidak menemukan narkoba maupun pengunjung yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Polda Maluku menegaskan, upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika akan terus membutuhkan pengawasan berkesinambungan, sinergi lintas instansi, serta dukungan aktif masyarakat.

Melalui operasi terpadu ini, Polda Maluku berupaya memperkuat pengawasan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, serta melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” diharapkan menjadi landasan bagi seluruh elemen untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari bahaya narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *