Pimpin Apel Power On Hand, Kapolda Maluku Tegaskan Respons Cepat dan Polisi Humanis

0

AMBON, BeritaLaser . Kapolda Maluku Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel, disiplin komando, dan penegakan hukum yang berkeadilan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Ia meminta seluruh jajaran bekerja secara profesional, bertindak cepat, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Suwondo saat memimpin Apel Power On Hand Kapolda Maluku di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Selasa (20/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si., Irwasda, para Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, serta personel yang masuk dalam surat perintah Kapolda.

Apel tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional dan koordinasi antarsatuan kerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)

.Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa kesiapan personel harus didukung mekanisme pengerahan pasukan yang jelas, latihan berkelanjutan, serta kemampuan mengambil tindakan secara tepat sesuai prosedur

.Brimob Jadi Kekuatan Utama Power On Hand

Suwondo menegaskan, Satuan Brimob merupakan kekuatan utama dalam skema Power On Hand Kapolda Maluku. Karena itu, setiap pengerahan pasukan harus mengikuti rantai komando dan ketentuan administrasi yang berlaku.

“Pasukan Satuan Brimob merupakan Power On Hand utama Kapolda Maluku. Pergerakan pasukan Brimob hanya boleh dilakukan atas perintah Kapolda melalui surat perintah resmi dari Karo Ops. Adapun satuan kerja dan fungsi lainnya bertindak sebagai unsur penebalan atau tambahan kekuatan agar tata kelola administrasi tugas kepolisian tetap tertib dan sesuai prosedur,” tegas Suwondo.

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan ketersediaan personel dan peralatan. Kejelasan komando, koordinasi yang solid, serta kemampuan memahami situasi di lapangan juga menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan tugas.

Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, setiap satuan kerja diminta melaksanakan latihan secara rutin dan produktif tanpa mengabaikan tanggung jawab pelayanan sehari-hari.

“Latihan hendaknya dikemas secara produktif dan fleksibel, misalnya di sela jam olahraga kesatuan. Hal ini penting untuk memastikan personel terampil dan tidak salah bertindak maupun berkoordinasi saat diterjunkan di lapangan,” ujarnya.

Melalui latihan yang berkesinambungan, personel diharapkan mampu merespons gangguan keamanan secara cepat, terukur, dan proporsional.

Penegakan Hukum Tidak Boleh Berlandaskan Asumsi

Selain kesiapan operasional, Kapolda memberikan perhatian khusus terhadap kualitas penegakan hukum. Ia meminta fungsi intelijen memastikan setiap informasi yang dihimpun telah melalui proses verifikasi sebelum dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Fungsi reserse kriminal juga diingatkan agar menjalankan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, dengan mengutamakan fakta, keterangan saksi, serta alat bukti yang sah.

Menurutnya, setiap perkara harus ditangani secara objektif berdasarkan ketentuan hukum, bukan bertumpu pada dugaan atau kesimpulan yang belum teruji.

Kapolda juga menekankan pentingnya pengawasan internal oleh fungsi Propam. Penanganan dugaan pelanggaran anggota harus dilakukan secara objektif dan sesuai prosedur, sekaligus tetap menghormati hak-hak personel yang menjalani pemeriksaan.

Prinsip tersebut diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas institusi, menjaga integritas anggota, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Pelayanan Masyarakat Harus Cepat dan Humanis

Dalam aspek pelayanan publik, Suwondo meminta personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) memprioritaskan kebutuhan masyarakat, terutama warga yang membutuhkan pertolongan dalam keadaan darurat.

Ia mengingatkan agar prosedur administratif tidak menghambat kecepatan pelayanan, khususnya ketika keselamatan masyarakat membutuhkan penanganan segera.

Perhatian terhadap sikap humanis juga harus ditanamkan sejak pendidikan. Karena itu, Sekolah Polisi Negara (SPN) diminta memperkuat pembentukan karakter calon anggota Polri melalui pendidikan yang menekankan kedisiplinan, komunikasi santun, penghormatan terhadap masyarakat, dan pelayanan prima.

Sementara itu, fungsi logistik dan operasional diharapkan memastikan seluruh sarana, prasarana, serta kebutuhan pendukung tugas tersedia dan dikelola secara transparan serta akuntabel.

Kapolda menegaskan, kesiapan yang baik harus berjalan seiring dengan integritas, kepatuhan terhadap hukum, dan tanggung jawab moral setiap anggota Polri.

“Tugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum secara adil adalah tugas mulia. Mari jalankan tugas ini dengan ikhlas dan benar,” tegasnya.

Kabid Humas: Respons Cepat Harus Diimbangi ProfesionalismeKabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa Apel Power On Hand menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan dan tanggung jawab personel dalam menjalankan tugas kepolisian.

Menurut Rositah, kecepatan bertindak harus ditopang kemampuan membaca situasi, koordinasi yang efektif, serta pemahaman terhadap kewenangan dan aturan hukum.

“Apel Power On Hand menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan dan tanggung jawab personel dalam melaksanakan tugas. Respons cepat harus diimbangi dengan profesionalisme, sikap humanis, dan penegakan hukum yang berkeadilan. Kehadiran polisi harus memberikan rasa aman, menghadirkan solusi, serta membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, kualitas pelayanan juga ditentukan oleh kemampuan anggota mendengarkan keluhan warga, memberikan penjelasan secara baik, dan menyelesaikan persoalan dengan pendekatan objektif serta proporsional.

Karena itu, Polda Maluku terus mendorong peningkatan kompetensi, penguatan integritas, dan koordinasi antarsatuan kerja agar pelaksanaan tugas semakin efektif dan bertanggung jawab.

Melalui apel tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya membangun kesiapsiagaan operasional yang didukung disiplin komando, profesionalisme, serta pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan mengedepankan semangat Polisi Bersama Masyarakat, seluruh personel diharapkan mampu menghadirkan rasa aman, menegakkan hukum secara adil, dan menjaga situasi kamtibmas demi terwujudnya Maluku yang aman, damai, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *