Wawali Tual Buka Kegiatan Sidangan Jemaat GPM Taar ke-47
Tual Beritalaser. Wakil Wali Kota Tual, Hi Amir Rumra mewakili Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat menghadiri sekaligus membuka Persidangan Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Taar ke-47 Tahun 2026 di gedung Gereja Sinai, Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual, Minggu kemarin.
Sebelum kegiatan dimulai kegiatan ini, Rumra bersama rombongan dijemput dengan ritual adat masyarakat setempat, sembari dikalungi selendang bersama Wakil Ketua DPRD Kota Tual yang turut hadir di depan Gereja Sinai Taar.
Kegiatan persidangan ini pun dihadiri Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tual, perwakilan TNI-Polri, Sekertaris Klasis Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual, sekaligus Pendeta Ny.Leni Sedubun, para Majelis Jemaat, para Pendeta dan Pelayan Firman, para Penatua dan Diaken, Kepala Ohoi/Desa Taar, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Ketua Majelis Jamaat,
Sebelumnya menyampaikan sambutan, Rumra menyampaikan permohonan maaf Wali Kota Tual kepada Ketua Klasis, Majelis, Jemaat GPM Taar dan Tokoh Agama, Tokoh Adat serta tamu undangan karena orang nomor satu Kota Tual dalam kondisi pemulihan kesehatan.
“Beliau (Wali Kota Tual) tidak sempat hadir dalam kegiatan ini karena masih pemulihan kesehatan,” ungkap Wakil Rumra disertai ucapan terimakasih atas doa dari warga Kota Tual bagi kesehatan pemimpin kota bertajuk ‘maren’ itu.
Rumra Saat menyampaikan sambutan mewakili Wali Kota pada Persidangan Jemaat GPM Sinai Taar mengapresiasi Jemaat GPM Sinai Taar yang konsisten menjalankan roda organisasi gereja sehingga mekanisme pelayanan bagi jemaat dapat berjalan baik.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh majelis dan Jemaat GPM Taar yang secara konsisten melaksanakan persidangan sebagai bagian dari mekanisme pelayanan Gereja yang tertib, transparan dan bertanggung jawab,” tutur Wali Kota dalam sambutannya.
Ditegaskan, persidangan Jemaat dibuka bukan sekedar agenda rutin organisasi gereja, tetapi merupakan momentum strategis melakukan evaluasi pelayanan, merumuskan program kerja, serta memperkuat komitmen iman dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama.
“Saat ini Kota Tual menghadapi berbagai dinamika dan tantangan pembangunan, sebagai daerah kepulauan dengan potensi kelautan dan perikanan pemberdayaan nelayan, serta pengembangan UMKM berbasis sumber daya lokal.
Atas potensi itu, dikatakan, Pemerintah Kota (Pemkot ) Tual juga terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta membuka peluang kerja bagi generasi muda.
“Kita juga menyadari pentingnya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kerukunan hidup antar umat beragama, dalam masyarakat yang majemuk serta Kota Tual, peran gereja sangat strategis sebagai mitra pemerintah untuk membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kasih, toleransi dan persaudaraan serta menjadi penyejuk di tengah berbagai isu sosial yang berkembang saat ini,” tandasnya.
Diakui bahwa Jemaat GPM Taar memiliki kontribusi nyata dalam membina umat, memperhatikan kesejahteraan warga Jemaat, serta mendukung program-program pembangunan daerah, sinergi antara Pemerintah dan Gereja merupakan fondasi penting mewujudkan Kota Tual yang maju, Aman dan sejahtera.
“Melalui persidangan ke-47 ini, saya berharap akan lahir keputusan-keputusan yang bijaksana, program pelayanan yang kontekstual dan solutif, serta langkah-langkah nyata yang menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat,” harapnya
