Asisten Setda Bidang Perekonomian & Pembangunan Kota Tual, Buka Sidang Jemaat GPM Tual ke-46

0
Screenshot_20260403_014742

Tual Beritalaser. Persidangan Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tual merupakan sebuah forum sangat strategis dan bermakna. Karena melalui persidangan inilah gereja melakukan evaluasi pelayanan tahun 2025 dan merumuskan program kerja, serta memperkuat komitmen pelayanan bagi jemaat dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Asisten Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tual, Abdullah Atnangar ketika membacakan sambutan Wali Kota Tual, H Akhmad Yani Renuat pada acara Pembukaan Persidangan Jemaat GPM Tual ke-46 di gedung Gereja Sion, Minggu (01/02-2026).

Atnangar mengawali sambutan Wali Kota, Ia pun membukanya dengan sebait pantun: “Pagi cerah di tanah Kota Tual, angin laut sejuk terasa. Kita berhimpun dengan Iman yang kekal memuji Tuhan penuh suka cita dan doa.”

Usai menyampaikan pantun tersebut Atnangar lebih lanjut menandaskan,
konteks kehidupan bermasyarakat di Kota Tual dan Maluku pada umumnya, memiliki peran sangat penting, tak hanya dalam pembinaan iman umat, tetapi juga dalam membangun nilai- nilai moral, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang damai, adil, dan sejahtera.

‎Pemerintah Kota (Pemkot) Tual juga, dikatakan senantiasa memandang Gereja Protestan Maluku sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Sinergi antara pemerintah dan gereja menjadi kekuatan besar dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi dan kemasyarakatan, termasuk dalam menjaga toleransi antar umat beragama serta memperkokoh persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

“‎Melalui persidangan jemaat ini, saya berharap akan lahir keputusan- keputusan yang arif, bijaksana, dan berorientasi pada pelayanan yang transformatif—pelayanan yang tidak hanya menjangkau jemaat, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. ‎Akhir kata, marilah kita terus menjaga semangat kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta bekerja bersama demi terwujudnya jemaat yang kuat, gereja yang hidup, dan masyarakat Kota Tual yang religius, harmonis, dan sejahtera,” tandasnya membacakan sambutan Wali Kota itu.

Mengakhiri pembacaan sambutan orang nomor satu Kota Tual tersebut, Atnangar juga menyampaikan sebait pantun yang menginspirasi seluruh peserta persidangan dan tamu undangan yang berbunyi:
“‎Berlayar perahu menuju seberang,
‎angin sepoi menemani bahtera;
‎Persidangan berjalan dengan berkat Tuhan, ‎Gereja bertumbuh, jemaat pun sejahtera.”

Persidangan ini dihadiri Ketua Klasis Pulau- Pulau Kei Kecil dan Kota Tual, Pdt. Ny. Iren Kolyaan sebagai pengarah persidangan. Juga dihadiri tokoh agama dan unsur Muspida asal Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual serta sejumlah tamu undangan lainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *