Sisir Tempat Hiburan Malam, Operasi Antik Salawaku 2026 Catat Hasil Baik di Hari Pertama

AMBON, BeritaLaser. Hari pertama pelaksanaan Operasi Antik Salawaku 2026 dimanfaatkan Polda Maluku untuk memperketat pengawasan terhadap potensi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kota Ambon. Sasaran awal operasi terpadu ini adalah sejumlah tempat hiburan malam yang dinilai memiliki tingkat aktivitas tinggi.
Operasi yang digelar pada Kamis dini hari (6/8/2026) tersebut melibatkan personel Polda Maluku, Polisi Militer TNI (POM TNI), Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, serta Bea Cukai Provinsi Maluku. Hasilnya, seluruh pengunjung yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika.
Kegiatan dipimpin langsung Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Kombes Pol. Indra Gunawan, S.I.K., M.H., selaku Kepala Operasi Daerah (Kaopsda) Operasi Antik Salawaku 2026, didampingi Kasubdit I Ditresnarkoba Kompol Izaac Risambessy, S.Sos., selaku Kepala Pusat Pengendalian Operasi Daerah (Kapusdalopsda).
Sebelum pelaksanaan operasi, seluruh personel menerima arahan agar menjalankan tugas secara profesional, humanis, terukur, dan tetap tegas dalam menindak setiap bentuk pelanggaran hukum yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika
.Tim gabungan kemudian menyisir dua lokasi hiburan malam, yakni Golden Place Karaoke dan PUB serta Dragon Karaoke dan PUB. Di kedua lokasi tersebut dilakukan pemeriksaan identitas, penggeledahan badan, serta tes urine secara selektif terhadap pengunjung, pemandu lagu (ladies), dan disc jockey (DJ).
Dari hasil pemeriksaan menggunakan alat tes narkotika yang disiapkan tim medis, seluruh sampel urine menunjukkan hasil negatif terhadap narkotika maupun zat psikotropika lainnya. Tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba selama pelaksanaan pemeriksaan berlangsung.
Kombes Pol. Indra Gunawan menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan kabar baik, namun bukan berarti pengawasan akan dikurangi. Menurutnya, Operasi Antik Salawaku 2026 akan terus dilakukan secara konsisten untuk memastikan ruang-ruang publik tetap aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Operasi ini merupakan langkah nyata Polda Maluku dalam mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika. Hasil negatif malam ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengawasan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, operasi tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui peningkatan kepatuhan para pelaku usaha hiburan malam serta membangun kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan yang seluruhnya negatif menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran masyarakat maupun pengelola tempat hiburan dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba.
Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah. Polda Maluku, kata Rositah, akan terus menggelar Operasi Antik Salawaku 2026 secara intensif sebagai bentuk komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.
Polda Maluku memastikan Operasi Antik Salawaku 2026 akan terus berlangsung dengan menyasar berbagai lokasi yang berpotensi menjadi jalur maupun tempat penyalahgunaan narkotika. Melalui sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat, operasi ini diharapkan semakin mempersempit ruang gerak jaringan narkoba serta mewujudkan Maluku yang aman, kondusif, dan Bersinar (Bersih dari Narkoba).
