Pemkot Tual Gelar Gerakan Pangan Murah Ke-92
Pemkot Tual Gelar Gerakan Pangan Murah Ke-92
TUAL, 27 Agustus 2026 – Antrean panjang kembali terjadi di Lapangan Gotong Royong, Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan. Ribuan warga memadati Gerakan Pangan Murah ke-92 yang digelar Pemerintah Kota Tual, Kamis pagi.
Dalam sehari, seluruh stok pangan bersubsidi ludes. Tercatat 800 karung beras terjual habis, terdiri dari 400 karung Beras Setra Ramos dan 400 karung Beras SPHP. Tingginya serbuan warga mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat akan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Sekitar 650 warga mengikuti kegiatan ini. Selain beras, komoditas lain juga diserbu. 300 kg tepung terigu, 300 kg gula pasir, 240 pouch Minyak Kita, dan 34 ikat sayur mayur habis dalam hitungan jam. Untuk bumbu dapur, dari 70 kg bawang merah terjual 66 kg, dan dari 100 kg bawang putih tersisa hanya 1 kg. Tomat dan cabai rawit juga nyaris ludes, masing-masing terjual 30 dari 33 kantong dan 22 dari 27 kantong.
Kepala Bidang Distribusi Pangan dan Analisa Harga Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Ibnu Salim Oat, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen Pemkot dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
“Kita pastikan tidak ada warga Tual yang kesulitan akses pangan, apalagi saat cuaca bisa mengganggu distribusi. Ini bukan untuk mematikan pasar, tapi untuk menjaga daya beli masyarakat tetap aman,” ujar Ibnu.
Dengan pelaksanaan ke-92 ini, Kota Tual tercatat masuk 7 besar nasional kota dengan Gerakan Pangan Murah terbanyak. Pemkot menargetkan masih ada sekitar 20 kali pelaksanaan lagi hingga Desember 2026.
Ibnu juga menjelaskan bahwa telur ayam lokal belum bisa dihadirkan kali ini karena kendala teknis. Proses persiapan yang mepet hari libur membuat distribusi telur terlambat.
“Insyaallah minggu depan stok telur kita upayakan kembali hadir,” katanya.
Menariknya, Gerakan Pangan Murah tidak hanya dipusatkan di kota. Pemkot secara rutin membawa program ini ke desa dan ohoi, termasuk wilayah kepulauan seperti Tayando dan Pulau Kur. Sebelumnya kegiatan serupa sudah menjangkau Desa Dulah, Desa Labetawi, dan Kelurahan Masrum.
Sebagai bentuk layanan tambahan, Dinas Kesehatan Kota Tual juga membuka pemeriksaan kesehatan gratis. Dari 17 warga yang dicek, ditemukan 1 warga dengan gula darah 424 mg/dL dan 1 warga dengan tekanan darah 224/138 mmHg. Sisanya dalam kondisi normal.
Antusiasme warga di Gerakan Pangan Murah ke-92 membuktikan satu hal: ketika harga ditekan dan akses didekatkan, masyarakat langsung merespons.
Pemerintah Kota Tual berharap program ini terus menjadi jaring pengaman pangan, khususnya bagi kelompok rentan, sekaligus menjadi penyeimbangan.
