Tanamkan Integritas Sejak Dini, Ditreskrimsus Polda Maluku Ajak Mahasiswa Baru Poltek Negeri Ambon Lawan Kejahatan

0

AMBON BeritaLaser. Membangun generasi muda yang cerdas tidak cukup hanya dengan membekali kemampuan akademik. Integritas, kesadaran hukum, disiplin, dan keberanian menolak berbagai bentuk penyimpangan juga menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan.

Semangat tersebut disampaikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Politeknik Negeri Ambon dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu (26/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku AKBP Handy Senonugroho, S.H., S.I.K., M.I.K., hadir mewakili Direktur Reskrimsus Polda Maluku sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Polri dan Mahasiswa Sinergi Membangun Negeri.”

Di hadapan mahasiswa baru, AKBP Handy mengajak generasi muda menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang untuk membangun karakter, memperkuat integritas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan hukum dan sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus sekaligus agen perubahan. Karena itu, nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepatuhan terhadap hukum perlu ditanamkan sejak seseorang mulai memasuki dunia perguruan tinggi.

“Mahasiswa adalah aset besar bangsa dan akan menjadi bagian dari penentu arah masa depan Indonesia. Karena itu, sejak memasuki dunia kampus harus dibangun karakter yang kuat, integritas, dan kesadaran hukum. Pencegahan kejahatan harus dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan terdekat, serta dari keberanian untuk menolak segala bentuk penyimpangan,” tegas AKBP Handy.

Ia menambahkan, upaya mencegah kejahatan tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum setelah tindak pidana terjadi. Pendidikan dan pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengenali, mencegah, dan menolak berbagai bentuk pelanggaran hukum.

Dalam pembekalan itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat, termasuk menjauhi kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Khusus terkait pencegahan korupsi, AKBP Handy mendorong mahasiswa untuk membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab.

“Kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi yang kritis, cerdas, tetapi juga berkarakter. Jangan sampai kecerdasan tanpa integritas justru membawa seseorang pada penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran hukum. Karena itu, nilai antikorupsi, kejujuran, dan tanggung jawab harus tertanam sejak dini,” ujarnya.

Tak hanya menyampaikan materi, kegiatan tersebut juga berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa baru berkesempatan berdialog langsung mengenai berbagai persoalan hukum, pencegahan tindak pidana korupsi, bahaya narkoba, hingga peluang membangun kolaborasi antara Polri dan civitas akademika.

Antusiasme mahasiswa dalam sesi tersebut menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu hukum sekaligus kesadaran akan peran mereka dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menilai kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran hukum melalui pendekatan edukatif.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan bekal akademik, tetapi juga karakter dan nilai moral yang kuat agar mampu menjadi sumber daya manusia yang berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Pencegahan kejahatan tidak semata-mata dilakukan melalui penegakan hukum. Yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman hukum dan karakter yang kuat. Perguruan tinggi menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai integritas dan membangun generasi yang menolak segala bentuk penyimpangan,” kata Rositah.

Ia menegaskan, Polda Maluku akan terus mendorong kerja sama dengan institusi pendidikan melalui berbagai kegiatan edukasi dan literasi hukum. Hal tersebut mencakup pencegahan narkoba, kekerasan dan perundungan, tindak pidana korupsi, serta penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Polri di kampus dapat memberikan nilai edukasi dan membangun kesadaran. Mahasiswa adalah mitra strategis Polri dalam menjaga masa depan bangsa. Dengan generasi yang cerdas, kritis, berintegritas, dan taat hukum, kita sedang membangun fondasi Indonesia yang lebih kuat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan PKKMB tersebut, Ditreskrimsus Polda Maluku berharap pesan tentang integritas dan kesadaran hukum tidak berhenti di ruang pembekalan, tetapi dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.

Sinergi Polri dan perguruan tinggi pun diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam mencegah kejahatan, menumbuhkan budaya antikorupsi, memperkuat karakter generasi muda, serta melahirkan calon pemimpin yang mampu membawa Maluku dan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, bersih, dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *