Bhayangkari Peduli Hadir di Ambon, 3.000 Paket Bantuan Menyentuh Anak, Disabilitas hingga Nelayan

0

AMBON BeritaLaaser. Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan keluarga besar Bhayangkari melalui aksi sosial yang menyentuh beragam kebutuhan warga di Kota Ambon.

Dalam rangkaian “Bhayangkari Peduli” memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Ketua Umum Bhayangkari sekaligus Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, menyalurkan ribuan bantuan sosial di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary Polda Maluku, Jumat (28/8/2026).

Sebanyak 3.000 paket sembako disiapkan dalam kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 1.500 paket disalurkan kepada masyarakat di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, sementara 500 paket diperuntukkan bagi masyarakat di Dusun Talaga Kodok.

Adapun 1.000 paket lainnya diberikan kepada personel Polri dan tenaga kesehatan yang turut mendukung rangkaian kegiatan Bhayangkari Peduli.Bantuan kebutuhan pokok tersebut berisi beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, sarden, biskuit, mi instan, susu kental manis, teh celup, kopi bubuk hingga kecap manis.

Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian yang diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, bantuan sosial tidak seharusnya berhenti pada proses penyerahan, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan penerima dan memberikan manfaat nyata.

“Bantuan sosial harus memberikan manfaat nyata. Yang kita harapkan bukan sekadar bantuan diserahkan, tetapi benar-benar dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi penerima manfaat,” ujar Kapolda Maluku.

Kepedulian tersebut juga menyasar kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus. Mulai dari anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia, pelajar, nelayan, penghuni panti asuhan hingga komunitas keagamaan.

“Di Maluku, masyarakat memiliki kebutuhan yang beragam. Ada anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia, pelajar, nelayan, penghuni panti asuhan hingga komunitas keagamaan. Semangat kita adalah memastikan kepedulian dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” katanya.

Salah satu fokus utama bantuan diarahkan pada kesehatan ibu dan anak. Sebanyak 281 paket bantuan diberikan kepada anak stunting, sedangkan 125 paket lainnya diperuntukkan bagi ibu hamil.

Paket tersebut berisi sejumlah kebutuhan pendukung pemenuhan gizi, di antaranya susu, kacang hijau, telur dan biskuit.

Selain itu, 30 paket sarung dan selimut juga disiapkan bagi peserta khitanan.

Kapolda Maluku menegaskan, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak merupakan investasi bagi masa depan. Karena itu, upaya penanganan stunting dan dukungan terhadap ibu hamil membutuhkan kepedulian serta kerja bersama,” ungkapnya.

Dukung Pendidikan dan Anak-anakTidak hanya kebutuhan pangan dan kesehatan, Bhayangkari Peduli juga memberikan perhatian terhadap pendidikan.Sebanyak 500 paket perlengkapan sekolah disalurkan kepada pelajar jenjang SD, SMP dan SMA.

Kepedulian juga menyentuh anak-anak yang berada di panti asuhan. Bantuan diberikan kepada empat panti asuhan, yakni Panti Asuhan Nurul Ikhlas Ahuru, Panti Asuhan Santa Maria Ahuru, Panti Asuhan Pelita Kasih Rumah Tiga, dan Panti Asuhan Melati Al Khairot Galunggung.

Selain perlengkapan sekolah, anak-anak di panti asuhan turut menerima bantuan bahan pangan berupa beras, mi instan dan telur.

Sementara untuk mendukung tumbuh kembang anak, Bhayangkari menyalurkan 100 paket kesehatan gigi, 200 mainan anak dan 200 buku cerita.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kesehatan anak, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, bermain dan berkembang secara positif.

Kelompok penyandang disabilitas dan lansia juga mendapat perhatian khusus.Bantuan yang disalurkan terdiri atas 7 unit kursi roda, 3 unit tongkat ketiak atau kruk, 4 unit tongkat adaptif serta 300 buah kacamata baca.

Alat bantu tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian penerima dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Bagi sebagian orang, sebuah kursi roda atau alat bantu mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi penerimanya, bantuan tersebut dapat berarti kesempatan untuk bergerak dan beraktivitas secara lebih mandiri,” ujar Kapolda.

Sebagai bagian dari masyarakat pesisir, kelompok nelayan turut menjadi sasaran program Bhayangkari Peduli.Bantuan diberikan kepada lima kelompok nelayan berupa mesin ketinting, jaring besar dan pelampung.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas melaut sekaligus meningkatkan produktivitas dan ketahanan ekonomi keluarga nelayan.

“Ketika nelayan semakin produktif, maka yang diperkuat bukan hanya aktivitas melaut, tetapi juga ekonomi keluarga dan masyarakat pesisir. Karena itu, dukungan kepada nelayan merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian masyarakat,” kata Kapolda.

Semangat kepedulian dalam keberagaman juga diwujudkan melalui bantuan kepada sejumlah rumah ibadah.Bantuan diberikan kepada Gereja God’s Halong dan Gereja Sion Ema berupa infokus, kursi, kipas angin, laptop dan speaker aktif.

Sementara bantuan untuk Masjid Nur Jamin Hitu, Masjid Al Ali Batu Merah dan Masjid Al Huda Batu Merah berupa pengeras suara, ampli dan equalizer, kipas angin, karpet serta sajadah.

Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan keberagaman penerima bantuan menjadi gambaran bahwa semangat kepedulian dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Bantuan ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Ada masyarakat yang membutuhkan kebutuhan pokok, anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan dan kesehatan, penyandang disabilitas dan lansia yang membutuhkan alat bantu, nelayan yang membutuhkan dukungan usaha, serta rumah ibadah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, Bhayangkari Peduli merupakan bentuk pendekatan sosial yang mengedepankan sisi humanis dan inklusif.

“Bhayangkari Peduli bukan sekadar membagikan bantuan. Lebih dari itu, kegiatan ini ingin membangun rasa kebersamaan dan memastikan masyarakat merasakan bahwa mereka diperhatikan dan tidak berjalan sendiri,” katanya.

Menurut Rositah, bantuan yang disalurkan memiliki manfaat yang berbeda-beda, mulai dari memenuhi kebutuhan dasar hingga mendorong kemandirian masyarakat.

“Ada bantuan yang manfaatnya langsung dirasakan seperti sembako dan kebutuhan anak. Ada juga bantuan yang diharapkan memberikan manfaat lebih panjang, seperti alat bantu bagi penyandang disabilitas dan dukungan peralatan bagi nelayan,” ujarnya.

Rangkaian Bakti Sosial tersebut merupakan bagian dari perjalanan pengabdian Ketua Umum Bhayangkari bersama rombongan di Maluku, setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Dari Kepulauan Kei hingga Ambon, semangat “Bhayangkari Peduli” hadir melalui berbagai bentuk aksi nyata, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan ibu dan anak, pendidikan, bantuan bagi penyandang disabilitas dan lansia, penguatan ekonomi nelayan, hingga dukungan terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Melalui momentum HKGB ke-74 Tahun 2026, Bhayangkari menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar seremoni, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dari Ambon, kepedulian itu hadir dalam banyak bentuk: membantu memenuhi kebutuhan hari ini, membuka ruang bagi kemandirian, dan mempererat persaudaraan dalam semangat orang basudara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *