Pesan Bodewin kepada 224 Pejabat Pemkot Ambon: Jangan Terjebak Zona Nyaman, Buktikan dengan Kinerja

0

AMBON, BeritaLaser. Bertempat di Pattimura Park, Ambon, Jumat (11/9/2026), 224 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Ambon resmi diambil sumpah/janji dan dilantik. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Ambon memperkuat struktur birokrasi sekaligus mendorong terciptanya aparatur yang profesional, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Walikota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan, pengisian dan penempatan jabatan bukan sekadar proses administratif maupun seremoni pemerintahan. Setiap posisi yang dipercayakan kepada aparatur harus mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Menurut Bodewin, proses pengangkatan Pejabat dilakukan dengan mempertimbangkan objektivitas, selektivitas, kompetensi serta ketentuan peraturan perundang-undangan.Hal itu, kata dia, sejalan dengan komitmen Pemkot Ambon membangun birokrasi yang memiliki kapasitas, profesional, andal dan berintegritas, sekaligus mencegah praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Kita ingin menata birokrasi yang memiliki kapasitas, handal, bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Tujuan itu hanya bisa tercapai apabila kita selektif menempatkan Pejabat pada tempat yang tepat,” tegas Bodewin.

Ia menjelaskan, penempatan Pejabat tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Usulan berasal dari pimpinan perangkat daerah yang memahami kebutuhan organisasi sekaligus mengetahui kapasitas dan kompetensi aparatur di lingkungan kerja masing-masing.

Karena itu, Bodewin mengingatkan Para Pejabat yang baru dilantik agar tidak menjadikan jabatan sebagai tempat mencari kenyamanan. Jabatan harus dipandang sebagai kepercayaan yang dibuktikan melalui kerja nyata dan kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan.

Bodewin bahkan meminta Pejabat tidak hanya bekerja pada rutinitas yang dianggap mudah dan aman.

“Kalau mau menjadi Pejabat, jangan hanya mau bekerja pada hal-hal yang biasa-biasa saja. Saudara harus menggeluti persoalan yang terjadi, mencari solusi dan membuat Ambon semakin baik,” ujarnya.

Ia menekankan, integritas, komitmen, konsistensi dan kejujuran merupakan modal penting yang harus dimiliki setiap pejabat. Kemampuan teknis, menurutnya, tidak akan cukup apabila tidak disertai kemauan untuk melayani masyarakat dengan tulus dan tetap berpegang pada aturan.

Dalam arahannya, Bodewin juga memberikan perhatian terhadap penguatan Aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan. Ia ingin seluruh lini birokrasi memiliki dukungan personel yang memadai sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat karena keterbatasan pegawai.

“Kita ingin semua komponen terisi. Ujung tombak pelayanan kita ada di kelurahan. Karena itu, pelayanan publik pada tingkat terbawah harus berjalan dengan baik,” katanya.

Kepada Para Camat, Bodewin meminta fungsi monitoring, evaluasi dan pengawasan diperkuat. Camat tidak boleh hanya menunggu laporan dari bawahannya, tetapi harus aktif turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi masyarakat dan persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing.

Persoalan kebersihan, pembangunan hingga berbagai masalah sosial, kata dia, harus menjadi perhatian aparatur di tingkat kewilayahan.

Lebih jauh, Bodewin mengajak 224 pejabat yang baru menerima amanah untuk membangun rekam jejak pengabdian yang positif. Menurutnya, jabatan memiliki masa dan batas waktu, sementara karya serta pengabdian seorang aparatur akan menjadi bagian dari sejarah perjalanan pemerintahan.

“Jadikan jabatan ini sebagai amanah, sebagai tugas dan kepercayaan. Kalau saudara bekerja dengan baik, karier saudara akan terbuka. Yang bekerja dengan baik tentu memiliki kesempatan untuk mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar,” tutur Bodewin.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun koordinasi dan hubungan kerja yang sehat, baik dengan Pimpinan, sesama Pejabat maupun Bawahan. Setiap Aparatur harus saling menghargai dan menghindari sikap saling menjatuhkan.

Bodewin menegaskan, kemajuan Kota Ambon tidak mungkin dicapai hanya oleh seorang wali kota atau Pejabat tertentu. Dibutuhkan kerja bersama seluruh aparatur sebagai satu kesatuan organisasi.

“Semua komponen harus terisi. Ibarat mesin, kalau seluruh komponennya lengkap, kita berharap mesin pemerintahan ini bisa bergerak dan bekerja dengan baik,” tandasnya.

Menutup arahannya, Bodewin menyampaikan selamat kepada 224 Pejabat yang dilantik serta keluarga masing-masing. Ia berpesan agar kepercayaan yang telah diberikan tidak disia-siakan.

“Waktu dan kesempatan tidak datang berkali-kali. Karena itu, lakukan kepercayaan ini dengan baik. Mari bergerak bersama membawa Ambon semakin maju,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *