Semangat Damai dari Patahuwe, TNI-Polri dan Warga Bergandengan Tangan Bangun Pastori

AMBON, BeritaLaser. Semangat kebersamaan mulai terlihat di tengah proses pemulihan masyarakat Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, pascainsiden yang terjadi beberapa waktu lalu.
Senin (14/9/2026), personel TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan dan warga Patahuwe turun langsung bergotong royong membersihkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kembali rumah Pastori Jemaat Patahuwe.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIT tersebut bukan sekadar membersihkan lahan. Gotong royong itu menjadi bagian dari langkah nyata untuk menghidupkan kembali aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat pesan perdamaian di tengah proses pemulihan pascainsiden.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel bersama di lokasi pembangunan Pastori. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Taniwel bersama staf, Danramil Taniwel bersama personel, Kapolsek Taniwel bersama anggota, Kasat Binmas Polres SBB bersama personel, serta personel BKO TNI-Polri.
Dalam arahannya, Danramil Taniwel Letu Syawir mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk bekerja maksimal sehingga pembangunan Pastori dapat segera dimulai dan diselesaikan.
Usai apel, personel TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan masyarakat langsung bekerja bersama membersihkan puing-puing serta menyiapkan lahan pembangunan kembali Pastori Jemaat Patahuwe.
Camat Taniwel Ny. E. Niwele mengatakan, pemerintah daerah telah memberikan dukungan terhadap pembangunan kembali fasilitas tersebut.
Menurutnya, kehadiran aparat TNI-Polri di tengah masyarakat juga diharapkan dapat memberikan rasa aman sehingga warga perlahan dapat kembali menjalankan aktivitasnya.
“Kita telah menerima bantuan dari pemerintah daerah. Dengan adanya aparat TNI dan Polri, kita sekarang akan membangun Pastori Jemaat Patahuwe. Bagi masyarakat yang berada di tempat pengungsian dan sudah merasa aman, kita berharap dapat kembali untuk bersama-sama membangun kehidupan di desa,” ujar Niwele.
Senada, Kapolsek Taniwel Iptu M. Luhukay, S.AP., mengajak masyarakat tidak lagi menyimpan dendam maupun melakukan aksi balasan yang berpotensi mengganggu situasi keamanan.
“Lupakanlah dendam, jangan ada balas-balasan. Kita semua mau damai. Karena itu, mari kita bersama-sama membersihkan lahan Pastori ini dan membangun kembali kehidupan masyarakat,” kata Luhukay.
Ia menegaskan, pendekatan persuasif terus dilakukan kepolisian untuk mendorong masyarakat menyelesaikan setiap persoalan secara damai serta menghindari tindakan yang dapat kembali memicu ketegangan.
Sementara itu, Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menilai keterlibatan TNI-Polri, pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan gambaran bahwa pemulihan pascainsiden harus dilakukan secara bersama-sama.
“Pemulihan harus dilakukan bersama-sama. Ketika TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat bergotong royong membersihkan serta menyiapkan kembali fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, itu merupakan langkah nyata untuk membangun kembali kehidupan dan rasa percaya di tengah masyarakat,” kata Refindo.
Menurutnya, kondisi keamanan yang mulai kondusif harus dibarengi dengan langkah konkret agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.
“Kami ingin masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman. Jangan ada lagi dendam maupun tindakan yang dapat memperpanjang persoalan. Mari kita jaga bersama situasi yang sudah mulai kondusif ini,” ujarnya.
Kapolres memastikan Polres SBB akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam mendampingi masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
“Polri akan terus hadir bersama TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Keamanan bukan hanya tentang menjaga situasi agar tidak terjadi gangguan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali hidup, beraktivitas dan membangun masa depan dalam suasana damai,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan gotong royong di Patahuwe memiliki arti penting dalam membangun kembali kondisi sosial masyarakat.
Menurutnya, perdamaian akan lebih bermakna ketika diwujudkan melalui tindakan nyata dan kerja bersama.
“Kegiatan di Patahuwe menunjukkan bahwa pemulihan pascainsiden membutuhkan kebersamaan. Ketika TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat turun bersama untuk membangun kembali fasilitas masyarakat, pesan yang disampaikan adalah bahwa perdamaian harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” kata Rositah.
Ia menambahkan, pendekatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial agar masyarakat kembali merasa aman dan mampu menjalankan kehidupannya secara normal.
“Kami terus mendorong jajaran untuk mengedepankan cooling system, komunikasi yang baik dan pendekatan persuasif. Masyarakat harus diberikan ruang untuk kembali membangun kehidupan bersama tanpa dibayangi dendam maupun tindakan saling membalas,” ujarnya.
Rositah juga mengingatkan masyarakat di Taniwel dan wilayah sekitarnya untuk bersama-sama menjaga situasi yang telah kondusif.
Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun tindakan yang dapat kembali memanaskan keadaan.
“Mari kita jaga bersama perdamaian di Maluku. Jangan ada provokasi, jangan ada aksi balas-membalas. Jika ada persoalan, serahkan kepada aparat dan pemerintah untuk diselesaikan melalui mekanisme yang ada. Yang paling penting saat ini adalah menjaga masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga, agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman,” tegasnya.
Kegiatan pembersihan lahan Pastori berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIT dan berjalan aman, tertib serta terkendali.
Gotong royong tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemulihan di Patahuwe. Lebih dari sekadar membersihkan lahan, kegiatan itu menjadi simbol bahwa upaya membangun kembali kehidupan masyarakat dilakukan melalui kebersamaan, kepedulian dan semangat untuk meninggalkan konflik.
TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat pun terus memperkuat kolaborasi agar keamanan, pemulihan sosial dan perdamaian dapat berjalan beriringan di wilayah Maluku.
