Lewat Sekkot, Bodewin Tegaskan Atasi Kemacetan Ambon Harus Lintas Sektor, Bukan Sekadar Wacana

AMBON, BeritaLaser. Penanganan persoalan kemacetan dan sistem transportasi di Kota Ambon membutuhkan kolaborasi seluruh pihak melalui langkah-langkah yang terarah dan terukur. Pemerintah tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut secara sendiri, mengingat masalah transportasi berkaitan erat dengan berbagai sektor serta kepentingan masyarakat.
Hal itu disampaikan Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Robby Sapulette, ketika membuka Diskusi Publik bertajuk “Katong Peduli Ambon Manise Bebas Macet” yang berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang digelar Pemkot Ambon bersama Pemerintah Provinsi Maluku dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 tersebut diarahkan untuk menggali gagasan dan solusi konkret dalam mengurai kemacetan di sejumlah ruas jalan padat di Kota Ambon.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekkot, Bodewin menegaskan bahwa persoalan kemacetan tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu instansi.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat dan perkembangan pembangunan secara langsung berdampak terhadap kebutuhan infrastruktur jalan serta sarana transportasi. Kondisi tersebut menuntut adanya sistem transportasi yang lebih aman, tertib, lancar, dan mampu mengikuti kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar penataan transportasi mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat,” tegas Bodewin.
Ia menjelaskan, persoalan transportasi tidak hanya berkaitan dengan kapasitas dan kondisi jalan. Lebih jauh, transportasi juga menyentuh aspek keselamatan, kelancaran aktivitas warga, pergerakan ekonomi hingga berbagai persoalan sosial yang muncul akibat belum optimalnya sistem transportasi.
Karena itu, Bodewin meminta agar penanganan kemacetan dilakukan dengan perspektif yang lebih menyeluruh.
“Penanganannya membutuhkan kerja bersama dan perspektif yang komprehensif,” ujarnya.
Bodewin juga mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, kepolisian, aparat penegak hukum, dunia industri, pelaku usaha serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Tidak kalah penting, kata dia, masyarakat harus dilibatkan secara aktif. Aspirasi warga perlu menjadi dasar dalam mengidentifikasi persoalan transportasi yang benar-benar terjadi di lapangan.
“Aspirasi masyarakat harus menjadi bagian penting dalam penyusunan program dan kebijakan, termasuk dalam menentukan langkah penanganan di tingkat daerah,” katanya.
Bodewin juga mengingatkan agar berbagai program yang dirancang pada 2026 tidak berhenti pada forum diskusi atau sebatas menghasilkan konsep.
Setiap persoalan, menurutnya, harus dipetakan secara jelas, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan solusi, pelaksanaan program hingga mekanisme pelaporan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan pola tersebut, pemerintah dapat mengukur efektivitas setiap langkah yang dilakukan sekaligus memastikan aspirasi masyarakat benar-benar mendapatkan tindak lanjut.
“Pemerintah harus mengetahui persoalan secara lebih konkret dan memastikan setiap aspirasi masyarakat memiliki tindak lanjut yang terukur,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembenahan transportasi membutuhkan komitmen seluruh pihak. Karena itu, Diskusi Publik “Katong Peduli Ambon Manise Bebas Macet” diharapkan tidak berakhir sebagai forum tukar pikiran semata.
Bodewin menekankan, forum tersebut harus menjadi momentum untuk mengubah pembahasan menjadi aksi nyata dalam membangun sistem transportasi yang lebih baik.
“Kita harus bergerak dari sekadar membicarakan persoalan menuju langkah nyata, agar sistem transportasi mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku,” tandasnya.
Hadir sebagai Narasumber dalam diskusi ini :
– Kepala Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Maluku (Bpk. Kombes Pol. Dedy Eka Jaya, S.I.K, M.H / Diwakili).
– Kepala Pusat Studi Transportasi Unpatti (Bpk. Prof. Dr. Ir. Marcus Tukan, BSE, M.T).
– Direktur Pascasarjana UKIM (Bpk. Prof. Dr. John Ruhulesin, M.Si).
