Perpustakaan Apung Polairud Maluku, Cara Unik Kenalkan Laut kepada Anak Sejak Dini

0

AMBON, BeritaLaser. Kapal patroli milik Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku tak hanya digunakan untuk menjaga keamanan wilayah perairan. Kapal tersebut juga disulap menjadi ruang belajar dan perpustakaan apung untuk mengenalkan dunia maritim kepada anak-anak sejak usia dini.

Program edukasi Perpustakaan Apung kembali digelar personel KP XVI-2003 di Pos Sandar Galala, Kota Ambon, Rabu (30/9/2026). Sebanyak 30 peserta dari TK Kartika XIII/13 Denzipur, Kecamatan Teluk Dalam, Kota Ambon, mengikuti kegiatan tersebut.

Para peserta terdiri dari dua guru, 21 siswa-siswi dan tujuh pendamping.

Sejak tiba sekitar pukul 09.15 WIT, anak-anak langsung disambut personel KP XVI-2003. Mereka kemudian diajak mengenal kapal patroli sekaligus mendapat penjelasan mengenai tugas Polairud dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah perairan.

Tak sekadar membaca buku, para siswa juga memperoleh pengalaman langsung mengenal perlengkapan keselamatan di kapal. Personel memperkenalkan life jacket dan ring buoy, termasuk fungsi serta cara penggunaannya.

Pembelajaran yang dilakukan langsung di atas kapal membuat materi keselamatan laut terasa lebih dekat dan mudah dipahami anak-anak.

Dirpolairud Polda Maluku Kombes Pol Welly Djat Iko mengatakan, Perpustakaan Apung merupakan salah satu bentuk kehadiran Polairud yang mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Perpustakaan Apung merupakan salah satu bentuk kehadiran Polairud yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum di wilayah perairan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Welly.

Menurutnya, pengenalan keselamatan laut sejak dini penting bagi masyarakat Maluku yang memiliki hubungan erat dengan wilayah perairan.

“Bagi masyarakat Maluku, laut merupakan bagian penting dari kehidupan. Karena itu, pengetahuan tentang keselamatan di laut dan bagaimana menjaga lingkungan laut perlu ditanamkan sejak dini,” katanya.

Selain keselamatan, anak-anak juga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem laut. Mereka diingatkan agar tidak membuang sampah ke laut serta tidak menggunakan bahan peledak maupun bahan berbahaya untuk menangkap ikan.

Pesan tersebut diberikan secara sederhana dan edukatif agar anak-anak memahami bahwa menjaga laut merupakan tanggung jawab bersama.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, edukasi kepada anak-anak merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran mengenai keamanan sekaligus kelestarian lingkungan maritim.

“Anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga dikenalkan dengan keselamatan di laut dan pentingnya menjaga lingkungan perairan,” kata Rositah.

Ia menambahkan, upaya menjaga laut tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum ketika terjadi pelanggaran. Kesadaran masyarakat juga perlu dibangun melalui pendidikan dan pencegahan sejak dini.

Setelah mendapatkan materi keselamatan dan pengenalan lingkungan kapal, para siswa mengikuti kegiatan membaca di atas KP XVI-2003. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan study wisata mengelilingi perairan Teluk Ambon.

Momen tersebut memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk mengenal kapal patroli, profesi personel Polairud serta aktivitas kepolisian di wilayah perairan.Welly mengatakan, interaksi langsung tersebut diharapkan dapat membangun kedekatan antara polisi dan generasi muda.

“Kami ingin anak-anak mengenal Polri dari sisi yang edukatif dan humanis. Mereka dapat melihat langsung kapal, mengenal alat keselamatan dan berinteraksi dengan personel Polairud,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kepolisian dengan masyarakat.Rositah menambahkan, Perpustakaan Apung juga menjadi bagian dari pendekatan preventif kepolisian dalam membangun kesadaran masyarakat sebelum terjadi gangguan keamanan maupun kerusakan lingkungan.

“Polairud tidak hanya hadir ketika terjadi kecelakaan laut, tindak pidana atau persoalan keamanan di perairan. Kehadiran Polri juga harus dirasakan melalui edukasi, pencegahan dan pembinaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut pendekatan tersebut semakin penting bagi Maluku sebagai daerah kepulauan yang kehidupan masyarakatnya sangat berkaitan dengan laut.

“Membangun kesadaran maritim sejak dini merupakan investasi sosial untuk menjaga keselamatan, keamanan dan kelestarian laut dalam jangka panjang,” katanya.

Seluruh rangkaian kegiatan Perpustakaan Apung KP XVI-2003 bersama siswa dan guru TK Kartika XIII/13 berlangsung aman dan lancar. Kapal kemudian kembali ke Pos Sandar Galala sekitar pukul 11.35 WIT.

Melalui program tersebut, Ditpolairud Polda Maluku menunjukkan bahwa kapal patroli bukan hanya menjadi sarana pengamanan laut, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar untuk menanamkan kecintaan, kepedulian dan kesadaran menjaga laut kepada generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *