Bawa Nama Maluku dan Indonesia, 6 Personel Polda Maluku Bawa Misi Perdamaian PBB ke Afrika Tengah

AMBON, BeritaLaser. Enam personel Polda Maluku mendapat kepercayaan untuk membawa nama Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.
Keenam personel tersebut tergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA yang akan menjalankan tugas pemeliharaan perdamaian di Bangui, Republik Afrika Tengah.
Mereka menjadi bagian dari 140 personel Satgas FPU 8 MINUSCA yang secara resmi dilepas oleh Polri dalam upacara di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Kontingen tersebut terdiri atas 114 polisi laki-laki dan 26 polisi wanita. Seluruh personel nantinya akan menjalankan tugas selama kurang lebih 12 bulan, menggantikan Satgas FPU 7 yang telah menyelesaikan masa penugasannya.
Enam personel Polda Maluku yang dipercaya dalam misi tersebut terdiri dari lima polisi laki-laki dan satu polisi wanita, yakni:
1. Iptu Arthur Rolland Hurelauren, Pama Polres Seram Bagian Barat Polda Maluku
2. Ipda Esli Patty, S.H., Pama Polres Seram Bagian Barat Polda Maluku
3. Bripka Nazwar F. Samu, BA Den Gegana Satbrimob Polda Maluku
4. Bripka Armi Debrias Ratuhanarsa, anggota Peleton 3 Kompi 4 Resimen 1 Pasukan Pelopor Korbrimob Polri, Polda Maluku
5. Briptu Nadia Elma Marcilya Nendissa, BA Satreskrim Polres Maluku Barat Daya Polda Maluku
6. Briptu Vriszer Antonio Sapteno, BA Bag SDM Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Polda Maluku.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan keterlibatan enam personel tersebut menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar.
Menurutnya, para personel tidak hanya membawa nama Polda Maluku dan Polri, tetapi juga merepresentasikan Indonesia dalam misi perdamaian internasional.
“Enam personel Polda Maluku yang tergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA membawa amanah besar. Mereka bukan hanya membawa nama Polda Maluku, tetapi membawa nama Polri, Maluku dan Indonesia dalam misi perdamaian dunia,” ujar Rositah.
Ia menyebut penugasan tersebut menjadi bukti bahwa personel Polda Maluku memiliki peluang sekaligus kemampuan untuk berkontribusi dalam tugas kepolisian di tingkat internasional.Rositah pun berpesan agar keenam personel senantiasa menjaga disiplin, profesionalisme dan integritas selama berada di wilayah misi.
“Kami berharap keenam personel dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, disiplin dan profesionalisme. Jaga nama baik Polri dan Indonesia, hormati mandat PBB serta bangun kerja sama yang baik dengan seluruh personel dari negara lain yang tergabung dalam misi tersebut,” katanya.
Pelepasan Satgas FPU 8 MINUSCA menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia. Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kadiv Hubinter Polri Irjen Untung Widyatmoko, para personel diingatkan bahwa setiap tindakan selama menjalankan misi akan menjadi cerminan Indonesia di mata dunia.
Polri mencatat, sejak 1989 Indonesia telah menugaskan 3.704 personel peacekeeper dalam berbagai misi perdamaian dunia. Dalam misi FPU 8 MINUSCA, personel Polri akan bertugas di Bangui, termasuk mendukung perlindungan warga sipil serta stabilitas keamanan di tengah kondisi yang dinamis.
Sebelum diberangkatkan, seluruh personel telah menjalani persiapan dan pelatihan secara intensif. Dansatgas FPU 8 MINUSCA Kombes Pol Alex Tobing mengatakan, anggota telah mengikuti Latihan Praoperasi selama sekitar tujuh bulan di Pusat Misi Internasional (Pusmis) Polri, Serpong, Tangerang Selatan.
Persiapan juga dilengkapi dengan latihan lapangan dan pembaretan. Pada September 2026, sebanyak 150 personel mengikuti latihan prapenugasan di wilayah Bantul dan Gunungkidul untuk meningkatkan kemampuan, stamina, mental, kedisiplinan serta kekompakan dalam menghadapi karakteristik wilayah operasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 140 personel kemudian dilepas secara resmi pada 1 Oktober 2026 dan direncanakan bertolak menuju Afrika Tengah pada 10 Oktober 2026.
Menurut Rositah, pengalaman dalam misi internasional juga menjadi kesempatan bagi personel untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas wawasan melalui interaksi dengan aparat kepolisian dari berbagai negara.
“Penugasan ini juga menjadi kesempatan bagi personel untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kemampuan dan membangun jejaring profesional dengan personel kepolisian dari berbagai negara. Yang paling penting adalah menjaga integritas dan melaksanakan tugas sesuai mandat yang diberikan,” ungkapnya.
Polda Maluku, lanjut Rositah, akan terus memberikan dukungan moral kepada keenam personel selama menjalankan tugas.
“Kami dari Polda Maluku tentu memberikan dukungan dan doa agar seluruh personel dapat menjalankan misi dengan baik, kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan membawa pengalaman serta kebanggaan bagi keluarga, institusi dan masyarakat Maluku,” tuturnya.
Keterlibatan enam personel tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pengabdian anggota Polri dari Maluku dapat menjangkau hingga panggung internasional.
“Dari Maluku untuk Indonesia dan untuk perdamaian dunia. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Setiap keberhasilan mereka di medan penugasan akan menjadi bagian dari kontribusi Polri dan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” pungkas Rositah.
Satgas FPU 8 MINUSCA selanjutnya akan menjalankan misi di Bangui, Republik Afrika Tengah, menggantikan Satgas FPU 7 yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Penugasan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB.
