Sulap Lahan Tidur Jadi 6,6 Ton Pangan, Bhabinkamtibmas di Maluku Siapkan Ekspansi Jagung 7 Hektare

0

AMBON, BeritaLaser. Berawal dari lahan tidur yang tak produktif, Kelompok Tani Gaharu di Dusun Kawatu, Desa Rambatu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), berhasil menghasilkan 6,6 ton pangan berkat pendampingan Bhabinkamtibmas Desa Rambatu, Aipda Abraham Wemay.

Keberhasilan tersebut menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi pertanian masyarakat setempat. Setelah memanen 2,4 ton padi gogo dan 4,2 ton jagung pipil, kelompok tani yang beranggotakan 15 orang itu kini bersiap memperluas kegiatan pertanian dengan menyiapkan tujuh hektare lahan untuk jagung pipil.

Tak hanya itu, dukungan pemerintah berupa 80 kilogram bibit padi gogo dari Dinas Pertanian juga telah tersedia untuk penanaman berikutnya yang direncanakan mulai awal November 2026.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat menjadi sumber pangan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga petani apabila didukung kerja sama dan pendampingan yang berkelanjutan.

Berawal dari Lahan Terbengkalai, Berujung Panen

Kisah Kelompok Tani Gaharu dimulai pada November 2025. Saat itu, Aipda Abraham Wemay melihat sejumlah lahan milik warga di Dusun Kawatu belum dimanfaatkan secara optimal.

Terinspirasi dari perkembangan pertanian di Desa Waimital, ia kemudian mengajak masyarakat mengolah lahan yang tersedia menjadi area pertanian produktif.

Ajakan tersebut disambut warga hingga terbentuk Kelompok Tani Gaharu dengan 15 anggota. Mereka mulai menggarap lahan seluas satu hektare untuk menanam padi gogo, jenis padi yang dapat dibudidayakan di lahan kering.

Hasilnya mulai terlihat pada Februari 2026. Dari lahan tersebut, para petani berhasil memanen sekitar 2,4 ton padi gogo. Keberhasilan itu menjadi pengalaman berharga bagi anggota kelompok dalam memahami proses budidaya, mulai dari penanaman dan pemupukan hingga pengendalian hama serta penyakit tanaman.

Kegiatan kemudian berlanjut pada Maret 2026 dengan penanaman jagung pipil di lahan seluas satu hektare. Tiga bulan berselang, tepatnya Juni 2026, kelompok tani kembali menuai hasil dengan produksi sekitar 4,2 ton jagung pipil.

Jagung hasil panen tersebut dijual kepada pengepul di Desa Waimital. Pendapatan yang diperoleh turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga para petani.

Dari dua komoditas tersebut, total produksi Kelompok Tani Gaharu mencapai sekitar 6,6 ton. Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kekeringan Jadi Tantangan, Sumber Air Berhasil Diperoleh

Di balik keberhasilan panen, para petani sempat menghadapi kendala serius. Sejak Juli 2026, aktivitas pertanian terpaksa dihentikan sementara akibat musim kemarau berkepanjangan dan terbatasnya ketersediaan air.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Aipda Abraham Wemay berkoordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Inamosol. Penyuluh pertanian Janeman Leithenu turut memberikan pendampingan guna mendukung pengembangan pertanian sesuai kondisi lahan setempat.

Koordinasi juga dilakukan dengan instansi pertanian, termasuk pengajuan dukungan penyediaan sumber air kepada Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Lokasi pertanian kemudian ditinjau dan permohonan tersebut mendapat tindak lanjut dari Kementerian Pertanian.

Di tingkat desa, upaya penyediaan air diwujudkan melalui pekerjaan pengeboran yang mulai dilaksanakan pada Agustus 2026.

Hingga 5 Oktober 2026, pengeboran telah rampung dan air berhasil diperoleh. Air tersebut kemudian ditampung dalam bak berukuran 5 x 5 meter dengan tinggi 1,5 meter.

Keberadaan sumber air ini diharapkan dapat membantu mengatasi kendala yang sebelumnya menghambat aktivitas pertanian. Selain untuk mendukung kegiatan kelompok tani, fasilitas tersebut juga berpotensi dimanfaatkan bagi kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Kawatu sesuai pengelolaan dan penyaluran di lapangan.

Tujuh Hektare Disiapkan, Bibit Padi Gogo Sudah Tersedia

Dengan tersedianya sumber air, Kelompok Tani Gaharu kini kembali mempersiapkan pengembangan pertanian yang direncanakan dimulai pada awal November 2026.

Sebanyak tujuh hektare lahan telah disiapkan untuk penanaman jagung pipil. Sementara itu, 80 kilogram bibit padi gogo bantuan Dinas Pertanian telah tersedia untuk mendukung penanaman berikutnya.

Rencana tersebut menjadi kelanjutan dari upaya pemanfaatan lahan tidur yang telah dimulai sejak akhir 2025. Pengalaman dari dua kali panen sebelumnya diharapkan menjadi bekal bagi para petani untuk meningkatkan keterampilan budidaya dan mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki.

Pengembangan dua komoditas pangan itu juga diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan di tingkat desa sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga petani.

Aipda Abraham Wemay: Lahan Tidur Harus Memberi Manfaat

Aipda Abraham Wemay mengatakan, inisiatif tersebut berangkat dari keprihatinannya melihat banyak lahan milik warga yang belum dimanfaatkan secara produktif.

“Awalnya kami melihat ada lahan warga yang belum dimanfaatkan, sehingga kami mencoba mengajak masyarakat untuk mengolahnya bersama-sama. Puji syukur, padi gogo dan jagung pipil yang kami tanam sudah menghasilkan panen dan membantu kebutuhan keluarga anggota kelompok tani,” kata Wemay.

Ia menjelaskan, keterbatasan air sempat menjadi hambatan bagi keberlanjutan kegiatan pertanian. Karena itu, koordinasi dengan penyuluh pertanian dan instansi terkait terus dilakukan untuk mencari solusi.

“Sekarang pengeboran sumber air sudah selesai dan airnya sudah ditampung dalam bak penampung. Kami sedang mempersiapkan penanaman kembali pada awal November. Lahan tujuh hektare disiapkan untuk jagung pipil, sementara bibit padi gogo sebanyak 80 kilogram juga sudah tersedia. Harapannya, kegiatan pertanian bisa kembali berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Kapolsek Kairatu Dorong Pendampingan BerkelanjutanKapolsek Kairatu, Iptu Arthur M. Serhalawan, S.H., M.H., turut memberikan dukungan terhadap inisiatif yang dilakukan personelnya tersebut.

Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas tidak terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga membangun kedekatan dengan warga serta mendorong kegiatan produktif yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga membangun kedekatan, mendengar kebutuhan warga, serta mendorong kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata. Inisiatif seperti pendampingan kelompok tani perlu didukung melalui kerja sama dengan pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan instansi terkait,” ujarnya.

Ia menilai, kesinambungan program menjadi faktor penting agar keberhasilan panen tidak berhenti sebagai capaian sesaat, melainkan berkembang menjadi kegiatan produktif yang mendukung ketahanan ekonomi keluarga dan kemandirian masyarakat.

Polda Maluku Tegaskan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Sementara itu, Kabidhumas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa pendampingan kelompok tani tersebut mencerminkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.

Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mendorong kolaborasi dan inisiatif positif sesuai kebutuhan warga.

“Penguatan ketahanan pangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari masyarakat, kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, hingga instansi teknis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan lahan tidur, keberhasilan panen, serta upaya mengatasi keterbatasan air menjadi gambaran pentingnya kolaborasi di tingkat lokal dalam mendukung ketahanan pangan.Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kolaborasi Lokal untuk Ketahanan Pangan

Perjalanan Kelompok Tani Gaharu memperlihatkan bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni memanfaatkan lahan yang tersedia, membangun semangat gotong royong, serta mencari solusi bersama ketika menghadapi kendala.

Dari lahan seluas satu hektare, kelompok tani telah menghasilkan 6,6 ton padi gogo dan jagung pipil. Kini, dengan dukungan sumber air, persiapan tujuh hektare lahan jagung dan tersedianya 80 kilogram bibit padi gogo, masyarakat bersiap melanjutkan kegiatan pertanian pada awal November 2026.

Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas dan sinergi dengan pemerintah serta penyuluh pertanian, inisiatif di Dusun Kawatu ini diharapkan menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” pun diwujudkan melalui kerja nyata yang mendekatkan Polri dengan warga, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung kegiatan produktif yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *