Respons Cepat Laporan Warga, Kapolres SBT Pimpin Pemadaman Kebakaran Gambut 10 Hektare

0

SERAM BAGIAN TIMUR, BeritaLaser. Merespons laporan masyarakat, Kapolres Seram Bagian Timur (SBT) AKBP Ricky Pranata Vivaldy, S.P., S.I.K., S.H., turun langsung memimpin penanganan kebakaran lahan gambut seluas sekitar 10 hektare di Desa Administratif Sumber Agung, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, Senin (19/10/2026).

Untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas, Polres SBT mengerahkan personel bersama satu unit Armoured Water Cannon (AWC). Upaya pemadaman dilakukan setelah polisi menerima informasi warga terkait kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.35 WIT.

Berkat respons cepat tersebut, kondisi api dilaporkan mulai berangsur padam pada pukul 16.25 WIT. Meski demikian, personel kepolisian tetap disiagakan di lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, mengingat lahan gambut berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Kapolres Turun ke Lokasi, AWC Dikerahkan Kendalikan Api

Kebakaran diketahui terjadi di kawasan lahan gambut yang berjarak sekitar 50 meter dari jalan lintas antarkabupaten. Berdasarkan keterangan awal warga setempat, Hadi Jaya (47), seorang petani yang berdomisili di Desa Sumber Agung, api terlihat muncul dari dalam lahan gambut sebelum merembet ke sebagian areal hutan di sekitarnya.

Berdasarkan pemantauan awal, lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman penduduk. Area tersebut juga dilaporkan bukan merupakan kawasan hutan lindung, kawasan konservasi, hutan produksi, maupun perkebunan milik masyarakat.

Menerima laporan tersebut, Kapolres SBT tiba di lokasi sekitar pukul 13.10 WIT bersama Kabagops Polres SBT AKP Edward Purba, S.Tr.K., Kasat Intelkam IPTU Mohthahar S. Solissa, S.H., KBO Samapta IPDA J. Manulang, serta Kapolsubsektor Banggoi IPDA M. Ain Wokas, S.H.

Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan satu unit AWC milik Polres SBT. Pengerahan kendaraan taktis tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan api dan mencegah penyebarannya ke area lain.

Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare. Namun, angka tersebut masih berdasarkan estimasi awal dan dapat berubah setelah dilakukan pendataan lebih lanjut.

Ricky: Laporan Masyarakat Mempercepat Penanganan

Kapolres SBT AKBP Ricky Pranata Vivaldy mengatakan, informasi yang cepat dari masyarakat sangat membantu kepolisian dalam mengambil langkah penanganan di lapangan.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman. Kami berupaya agar api segera dapat dikendalikan sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurut Ricky, kebakaran di lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah. Kondisi ini memungkinkan api kembali muncul meskipun kobaran di permukaan terlihat mulai padam.

Karena itu, personel Polsubsektor Banggoi tetap berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani secepat mungkin. Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi lingkungan kita bersama,” tegasnya

.Polda Maluku Tekankan Pentingnya Pencegahan Karhutla

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan respons cepat petugas, kesiapsiagaan di lapangan, serta partisipasi masyarakat dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Polres SBT merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus upaya melindungi keselamatan warga dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan

.“Polda Maluku mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Informasi yang disampaikan sejak dini sangat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat sehingga risiko kebakaran meluas dapat diminimalkan,” kata Rositah.

Ia menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam pencegahan karhutla, tidak hanya dengan melaporkan kejadian, tetapi juga menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Polda Maluku melalui jajaran kewilayahan akan terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat agar setiap laporan mengenai kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Api Mulai Padam, Pengawasan Tetap Dilanjutkan

Hingga pukul 16.25 WIT, api di lokasi kebakaran dilaporkan mulai berangsur padam. Kendati demikian, personel Polsubsektor Banggoi tetap bersiaga untuk memastikan kondisi terkendali dan mengantisipasi bara api yang mungkin masih tersimpan di dalam tanah gambut.

Pemantauan lanjutan menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, terutama pada lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dari lahan biasa.

Polres SBT menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana maupun kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Melalui kerja sama antara kepolisian dan masyarakat, penanggulangan karhutla di Kabupaten Seram Bagian Timur diharapkan semakin efektif. Kesadaran untuk tidak membakar lahan, kecepatan melaporkan titik api, serta kesiapsiagaan petugas menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga kelestarian lingkungan di Maluku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *