Perkuat Deteksi Dini Konflik, Kapolda Maluku dan Kabinda Sepakat Tingkatkan Sinergi Intelijen

AMBON, BeritaLaser. Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., memperkuat sinergi dengan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Maluku guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan deteksi dini, mencegah konflik sosial, serta menjaga stabilitas keamanan di Maluku.
Komitmen tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi Kapolda Maluku bersama sejumlah pejabat utama Polda Maluku di Kantor Binda Maluku, kawasan Karang Panjang, Kota Ambon, Selasa (20/10/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 15.15 WIT itu, kedua institusi membahas penguatan komunikasi, pertukaran informasi strategis, serta langkah antisipatif menghadapi berbagai potensi kerawanan di tengah masyarakat.
Kapolda Maluku hadir bersama Karo Ops, Dirintelkam, Dirbinmas, Dirreskrimsus, Kabid Humas, Korspripim, dan Kasubdit III Sosbud Ditintelkam Polda Maluku. Rombongan disambut langsung Kabinda Maluku Marsekal Pertama TNI R. Harys Soeryo Mahendro, S.I.P., M.M., beserta jajaran.
Dalam diskusi tersebut, Kabinda Maluku menegaskan pentingnya koordinasi antara unsur intelijen dan aparat penegak hukum agar potensi persoalan di daerah dapat dikenali serta diantisipasi sejak dini.
Informasi intelijen dan analisis perkembangan situasi, menurutnya, perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan instansi terkait sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi konflik sosial maupun gangguan keamanan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Karena itu, koordinasi lintas institusi harus dibangun secara berkelanjutan dengan mengedepankan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.
Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan menyampaikan apresiasi atas sambutan serta masukan dari Kabinda Maluku dan jajarannya. Ia menilai pertukaran informasi dan pemahaman terhadap dinamika wilayah menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurut Kapolda, seluruh unsur pemerintah yang bertugas di Maluku memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan, dan menciptakan situasi yang mendukung pembangunan daerah.
“Pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antarlembaga. Kita yang bertugas di Maluku merupakan bagian dari unsur pemerintah pusat yang mengemban tanggung jawab melayani masyarakat dan memelihara keamanan. Karena itu, mari kita laksanakan tugas dengan ikhlas, sabar, dan penuh tanggung jawab agar kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Suwondo
.Ia berharap komunikasi antara Polda Maluku dan Binda Maluku tidak hanya terjalin melalui pertemuan formal, tetapi juga diwujudkan dalam koordinasi nyata di lapangan.
Salah satu gagasan yang turut didorong adalah pengembangan desa percontohan sebagai model kolaborasi dalam menjaga keamanan, mempererat kebersamaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaannya diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi masyarakat setempat.
Selain itu, pertemuan tersebut menyoroti pentingnya memahami karakteristik sosial dan budaya masyarakat Maluku dalam merumuskan langkah pemeliharaan keamanan.
Pendekatan yang mengutamakan dialog, penghormatan terhadap kearifan lokal, serta pelibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga persaudaraan dan mencegah munculnya konflik terbuka.
Polda Maluku memandang bahwa stabilitas keamanan tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan kepercayaan masyarakat, komunikasi yang efektif, dan penanganan persoalan berdasarkan fakta serta ketentuan hukum.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi dalam menjaga keamanan di wilayah Maluku.
“Sinergi antara Polda Maluku dan Binda Maluku sangat penting dalam mendukung deteksi dini, pencegahan gangguan kamtibmas, serta penanganan berbagai persoalan secara terkoordinasi. Kami ingin memastikan setiap langkah yang dilakukan berorientasi pada keamanan, ketenangan, dan kepentingan masyarakat,” ujar Rositah.
Ia menambahkan, Polda Maluku akan terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga elemen masyarakat lainnya.Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai persaudaraan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan damai.
“Keamanan bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan, mencegah persoalan sejak awal, dan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman. Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Melalui penguatan sinergi ini, Polda Maluku dan Binda Maluku diharapkan semakin optimal dalam memetakan potensi kerawanan, mengidentifikasi persoalan sejak dini, serta menyusun langkah pencegahan sesuai karakteristik wilayah.
Kedua institusi juga menegaskan pentingnya pelaksanaan tugas secara profesional dan proporsional, dengan tetap menghormati hukum, hak asasi manusia, serta kewenangan masing-masing.
Dengan koordinasi yang berkelanjutan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, upaya menjaga stabilitas keamanan di Maluku diharapkan semakin efektif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan pembangunan daerah berjalan secara berkelanjutan.
