Bodewin: PKK Harus Hadir Nyata, Perkuat Keluarga dan Cegah Persoalan Sosial

AMBON, BeritaLaser . Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan tidak sekadar aktif saat menghadapi perlombaan atau penilaian. Lebih dari itu, PKK harus menjadi gerakan yang terus berjalan dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta membantu mengatasi berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat menghadiri kegiatan Penilaian Lomba Desa Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Maluku di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Beby Lewerissa, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Ambon Roby Sapulette, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ambon Ache Sapulette, tim penilai, jajaran pengurus PKK serta masyarakat Negeri Rutong.
Dalam sambutannya, Bodewin menempatkan PKK sebagai salah satu mitra penting pemerintah dalam membangun kualitas kehidupan keluarga. Karena itu, pelaksanaan program PKK membutuhkan dukungan penuh pemerintah melalui koordinasi dan kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai bidang tugas masing-masing.
Ia mengatakan, sinergi tersebut tidak boleh hanya berlangsung di tingkat pemerintah kota, tetapi harus menjangkau seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari kecamatan, desa, negeri hingga kelurahan.
Menurut Bodewin, keberadaan PKK harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar menjalankan kegiatan untuk memenuhi persyaratan sebuah perlombaan.
“PKK adalah mitra pemerintah. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang dilakukan PKK mesti didukung oleh pemerintah daerah dalam berbagai tingkatan, termasuk di Kota Ambon melalui kolaborasi, kerja sama, dan bersinergi dengan OPD-OPD terkait,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar Kota Ambon semakin membangun kebiasaan mengikuti berbagai kompetisi sebagai sarana evaluasi dan peningkatan kualitas pemberdayaan masyarakat. Meski demikian, kesiapan desa, negeri maupun kelurahan menjadi faktor utama sebelum diikutsertakan dalam perlombaan.
Bodewin meminta TP-PKK Kota Ambon melakukan pembinaan dan memastikan setiap wilayah yang menjadi peserta memiliki kesiapan yang memadai.
“Kalau belum siap, jangan kita ikut lomba. Tetapi kalau mereka sudah siap setengah, kita bantu supaya mereka siap penuh,” ujarnya.
Ia berharap gerakan PKK dapat berkembang secara berjenjang dan konsisten, mulai dari desa, negeri dan kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Dengan begitu, seluruh program tetap dilaksanakan meskipun kegiatan penilaian maupun perlombaan telah berakhir.
Bagi Bodewin, keberhasilan PKK tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya penghargaan yang diraih, melainkan sejauh mana program yang dijalankan mampu membawa perubahan terhadap kehidupan masyarakat.
Ia mencontohkan, pemberdayaan ekonomi keluarga sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar rumah. Pemanfaatan pekarangan untuk menanam cabai, terung dan berbagai jenis sayuran merupakan langkah kecil yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Menurutnya, masyarakat tidak harus menunggu program berskala besar atau anggaran yang besar untuk mulai membangun kemandirian keluarga.
“Jadi pemberdayaan keluarga itu bukan soal yang muluk-muluk. Kalau mau makan cabai, ada. Mau makan terung, ada. Kira-kira begitu,” ungkapnya.
Selain aspek ekonomi, Bodewin turut mengingatkan pentingnya perhatian keluarga terhadap pendidikan anak dan pembentukan lingkungan sosial yang sehat.
Ia secara khusus menyoroti sejumlah persoalan yang tengah menjadi perhatian di Kota Ambon, seperti penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS dan kebiasaan mengonsumsi minuman keras (miras).
Menurutnya, upaya mengatasi berbagai persoalan tersebut harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi pergaulan, aktivitas serta perkembangan karakter anak.
Ia menilai, lemahnya pengawasan dan kepedulian orang tua dapat membuka ruang bagi anak terjerumus dalam perilaku yang merugikan masa depan mereka.
Bodewin bahkan mengingatkan bahwa orang tua harus mampu menjadi teladan bagi anak-anak, termasuk dalam menghindari kebiasaan mengonsumsi minuman keras.
“Pertanyaannya, semua ini mulai dari mana? Dari keluarga. Bagaimana kalau anak belum pulang sampai tengah malam, orang tua tidak bertanya? Bagaimana miras merajalela kalau orang tua juga turut minum dengan anak?” katanya.
Karena itu, ia menegaskan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, ia berharap setiap keluarga semakin memiliki kemampuan untuk menjaga ketahanan rumah tangga, meningkatkan kesejahteraan serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Bodewin juga memastikan Pemerintah Kota Ambon tetap berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan PKK melalui program lintas OPD.
Ia mengakui dukungan pemerintah tidak selalu harus diwujudkan dalam pemberian bantuan uang tunai secara langsung. Namun, dapat dilakukan dengan melibatkan kader PKK dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Bahkan, Pemkot Ambon tengah memikirkan peluang pemberdayaan kader PKK hingga tingkat RT dan RW. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah membuka ruang keterlibatan mereka dalam pelayanan administrasi perpajakan kepada masyarakat dengan kemungkinan pemberian insentif.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas peran kader PKK sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pelayanan pemerintahan di tingkat lingkungan.
Mengakhiri sambutannya, Bodewin menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Beby Lewerissa, bersama tim penilai yang telah hadir di Negeri Rutong.
Ia berharap proses penilaian tidak hanya menjadi ajang menentukan desa atau negeri terbaik, tetapi juga menghasilkan evaluasi dan masukan yang dapat digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan program PKK ke depan.
“Kalau ada kekurangan, tim penilai sampaikan supaya kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan ke depan. Tidak ada yang sempurna. Kita terus memperbaiki apa yang masih kurang,” tandasnya.
Ia optimistis, melalui evaluasi dan pembinaan yang berkelanjutan, TP-PKK Kota Ambon bersama seluruh kader di tingkat kecamatan, desa, negeri dan kelurahan dapat semakin meningkatkan kualitas pemberdayaan keluarga demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan pembangunan daerah yang lebih baik.
