Ketua DPRD Tual Minta PLN Jangan Padamkan Lampu Pada Bulan Puasa & Idul Fitri 1447/H 2026
Tual Beritalaser. Ketua DPRD Kota Tual, Hj. Aisyah Renhoat meminta PT. PLN UP3 Tual jangan memadamkan lampu saat memasuki bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di kota bertajuk ‘maren’ itu. Ini sebagai akibat janji PLN setempat bahwa pasokan listrik di Kota Tual aman – aman saja, padahal kenyataannya lapangan terjadi lain.
“Saya harap agar pihak PLN UP3 Tual harus kerja dengan baik dan bertanggungjawab, melihat dan memperbaiki alat – alat/mesin PLN yang selalu gangguan sebelum umat Islam menjalankan ibadah puasa beberapa hari lagi, agar lampu tidak mati – mati lagi seperti tahun –tahun sebelumnya,” tegas pimpinan wakil rakyat Kota Tual ini melalui pesan WhatsApp- nya kepada wartawan belum lama ini (11/2/26).
Renhoat menyatakan, kebiasaan PT. PLN UP3 Tual ketika jelang hari besar keagamaan, baik itu hari raya Natal, maupun bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri, selalu saja ada lampu dipadamkan.
Baginya, fenomena ini sangat disesalkan.
Padahal, kata dia, sebelum hari raya keagamaan, pihak PT PLN UP3 Tual selalu berjanji bahwa pasokan listrik di kota ini aman- aman saja. Kenyataannya, saat masyarakat rayakan hari raya keagamaan, terutama di waktu Sholat lampu selalu padam.
Untuk itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta petinggi PLN UP3 Kota Tual bersama jajaran harus kerja extra di lapangan dan selalu mendengar keluhan masyarakat soal kinerja atau pelayanan PLN UP3 Tual di lapangan. Sembari juga mengingatkan PLN selalu memantau langsung jaringan listrik yang terhalang ranting atau pe-pohon-an supaya segera dibersihkan agar tak berdampak burik ketika hujan deras dan angin kencang melanda.
“Kita tahu saat ini musim hujan dan angin kencang. Pemadaman lampu listrik sering terjadi juga karena cuaca alam. Pohon bisa jatuh karena angin kencang, sehingga kabel listrik putus dan mati lampu. Jadi orang PLN harus pantau lihat caga/ranting pohon yang halangi kabel – kabel lalu potong saja,” pinta Aisa.
Hj. Aisyah Renhoat menambahkan, pihaknya pun mendapatkan laporan dan keluhan dari masyarakat Desa Tam Ngurhir,
Kecamatan Tayando Tam soal keseringan terjadi pemadaman lampu oleh PLN di wilayah itu, sehingga Ia meminta PLN UP3 Tual selalu bekerja profesional
memperhatikan jaringan listrik agar memasuki bulan puasa dan Idul Fitri, listrik tetap menyala selama 24 jam di Desa Tam Ngurhir, sebagaimana yang telah dijanjikan oleh pihak PLN UP3 Tual bahwa jam operasional dari 12 jam naik menjadi 24 jam.
Karena itu, kata Ketua DPRD Tual ini, desa – desa yang berada di wilayah Kepulauan Kota Tual, lampu listrik sudah harus menyala 24 jam seperti yang sekarang terjadi di Desa Dulah Laut, dan desa – desa di Kecamatan Kur dan Tayando Tam. Kecuali Desa Tam Ngurhi, Kecamatan Tayando Tam hanya baru menyala 12 jam saja.
“Saya tegaskan kepada pihak PLN UP3 Tual agar selama bulan puasa, Desa Tam Ngurhir yang tadinya hanya menyala 12 jam saja, harus naik menyala jadi 24 jam. Karena ini janji pihak PLN, sampai sekarang tidak pernah ditepati,“ pinta Aisyah.
