Walikota Tual : Pembangunan Daerah Bergantung pada Generasi Muda Berkualitas
Tual Beritalaser. Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, menegaskan bahwa masa depan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang proaktif, cerdas, dan berintegritas. Hal ini sejalan dengan kebijakan penguatan sumber daya manusia yang menjadi fokus menuju kemajuan yang berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan saat acara pelantikan pengurus Ikatan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Ohoi Lebetawi, Kecamatan Dullah Utara, periode 2026–2030 yang juga dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal pada Sabtu, 28 Maret 2026. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Walikota Tual Amir Rumra, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual Ridwan H Renwarin, pimpinan OPD, Camat Dullah Utara, serta tokoh adat, masyarakat, pemuda, dan TNI-Polri.
## Generasi Proaktif, Cerdas, dan Berintegritas
Dalam sambutannya, Renuat menekankan bahwa konsep “proaktif, cerdas, dan berintegritas” bukan sekadar jargon. Konsep ini adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk transformasi digital, dinamika sosial, dan persaingan global.
### Proaktif
Renuat menyatakan bahwa sikap proaktif berarti mampu membaca situasi dan bergerak tanpa menunggu perintah. Pemuda diharapkan hadir sebagai *problem solver* dalam setiap dinamika pembangunan. Keterlibatan nyata pemuda dalam pembangunan di tingkat desa maupun kota sangat penting, termasuk dalam mendukung program pemerintah dan menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
### Kecerdasan
Pada aspek kecerdasan, Renuat menegaskan bahwa generasi unggul tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan adaptasi teknologi. Generasi cerdas harus mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi secara positif, serta berakhlak dan beretika, menghormati hak orang lain, dan bertindak sesuai nilai Pancasila dan ajaran Al-Qur’an.
### Integritas
Dalam hal integritas, Renuat menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen moral sebagai pondasi dalam membangun kepercayaan publik dan menjaga stabilitas sosial. Menurutnya, tanpa integritas, kecerdasan dan keaktifan tidak akan memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan.
## Pemerataan Akses Pendidikan
Renuat juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan melalui program beasiswa. Pemerintah daerah terus mendorong agar tidak ada anak daerah yang tertinggal dalam pendidikan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Beasiswa diharapkan menjadi instrumen pemerataan agar semua generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
## Apresiasi dan Harapan
Renuat mengapresiasi kesadaran masyarakat yang aktif mendukung program pembangunan, yang menjadi modal sosial penting dalam mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan. Kegiatan pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi pemuda untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat solidaritas, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
