Raker XII Pesparawi, Bodewin Ajak Peserta Utamakan Harmoni dan Pembinaan Karakter

0

AMBON, BeritaLaser. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengingatkan seluruh pengurus dan peserta Pesparawi Kota Ambon agar tidak memandang pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) XII Pesparawi Tahun 2026 hanya sebagai agenda organisasi maupun persiapan menghadapi perlombaan.

Menurut Wattimena, Pesparawi memiliki makna yang jauh lebih luas. Selain menjadi wadah pengembangan seni paduan suara, Pesparawi juga memiliki peran dalam membentuk karakter, etika, moral serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Ambon.

Pesan tersebut disampaikan Wattimena saat memberikan sambutan dalam kegiatan peserta lomba Raker XII Pesparawi Kota Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Amaris Hotel Ambon, Rabu (23/9/2026).

Ia mengatakan, setiap rapat kerja harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kerja kepengurusan dan membangun semangat kebersamaan.

“Ini bukan sekadar untuk organisasi yang harus dibimbing oleh pengurus, tetapi menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kerja kepengurusan. Lebih dari itu, kita membangun karakter, etika dan moral yang baik dalam bekerja,” ujar Wattimena.

Ia menjelaskan, pembinaan yang dilakukan melalui Pesparawi sejalan dengan visi Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, proses pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam perlombaan.

Wattimena kemudian menggunakan paduan suara sebagai gambaran kehidupan masyarakat Kota Ambon yang hidup dalam keberagaman.

Menurutnya, harmoni tidak akan tercipta jika hanya ada satu suara. Dalam paduan suara, sopran, alto, tenor dan bas memiliki karakter serta peran berbeda. Namun, ketika seluruhnya mampu menyatu dan menjalankan perannya masing-masing, perbedaan tersebut justru menghasilkan sebuah harmoni.

“Paduan suara tidak mungkin menciptakan harmoni kalau hanya satu suara. Dia membutuhkan gabungan seluruh suara supaya terdengar. Yang terdengar itulah harmoni,” katanya.

Filosofi tersebut, lanjut Wattimena, juga berlaku dalam kehidupan masyarakat Kota Ambon. Perbedaan suku, agama, budaya maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kota secara bersama-sama.

“Kota ini hanya bisa dibangun kalau kita semua mengambil peran. Kau berbeda, iya. Tetapi kalau masing-masing memainkan perannya dengan baik, maka harmoni itu akan tercipta,” tegasnya

Pada kesempatan itu, Wattimena juga mengingatkan agar semangat berkompetisi tidak membuat Pesparawi kehilangan nilai dasar sebagai wadah untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

Ia mengakui bahwa perkembangan Pesparawi telah membawa paduan suara ke berbagai ajang perlombaan dan kompetisi. Namun, keinginan untuk meraih juara harus tetap ditempatkan sebagai bagian dari proses, bukan tujuan yang menggeser nilai spiritual Pesparawi.

“Kalau hati kita sungguh-sungguh memuji Tuhan, pasti nyanyian yang keluar akan menjadi nyanyian yang merdu dan baik. Tetapi kalau pemikiran kita hanya untuk menjadi juara, maka nilai dasarnya bisa bergeser,” ungkapnya.

Wattimena pun mendorong seluruh pengurus dan peserta untuk terus meningkatkan kemampuan melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Menurutnya, kompetisi harus dijadikan ruang untuk mengembangkan kemampuan, memperbaiki kualitas dan mengasah potensi, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

“Teruslah berlatih, terus mengasah kemampuan. Karena ketika kita masuk dalam kompetisi, tentu kita ingin berprestasi. Tetapi tanggung jawab kita adalah memastikan pembinaan itu berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap pembinaan Pesparawi yang dimulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota dapat dilaksanakan secara serius dan berkesinambungan. Dengan demikian, peserta yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan vokal yang baik, tetapi juga mempunyai karakter, disiplin dan semangat kebersamaan.

Wattimena menegaskan, kekuatan sebuah paduan suara tidak hanya terletak pada kemampuan masing-masing penyanyi. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu mampu menyatukan kemampuan dan menjalankan perannya untuk menghasilkan harmoni.

“Semua suara boleh berbeda, tetapi ketika disatukan dan masing-masing memainkan perannya, maka menghasilkan harmoni. Begitu juga dengan kehidupan kita di Kota Ambon,” tandasnya.

Ia berharap Raker XII Pesparawi Kota Ambon Tahun 2026 mampu menghasilkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas peserta serta tetap menjaga nilai spiritual yang menjadi dasar keberadaan Pesparawi.

Dengan demikian, Pesparawi diharapkan tidak hanya melahirkan paduan suara yang mampu meraih prestasi di berbagai kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses membentuk masyarakat Kota Ambon yang berkarakter, berkualitas dan mampu hidup dalam harmoni di tengah keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *