Kapolda Maluku Gandeng BKPRMI, Dorong Masjid Jadi Benteng Generasi Muda dan Cegah Konflik

0

AMBON, BeritaLaser. Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Ambon untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda sekaligus ruang strategis dalam mencegah konflik sosial.

Dorongan tersebut disampaikan Kapolda saat menerima audiensi jajaran pengurus BKPRMI Kota Ambon di Ruang Tamu Polda Maluku, Kamis (24/9/2026), sekitar pukul 13.30 WIT.

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan dalam membangun karakter generasi muda, meningkatkan kesadaran hukum, serta menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat di Maluku.

Dalam audiensi tersebut, Kapolda didampingi Direktur Intelkam, Direktur Binmas dan Kabid Humas Polda Maluku. Sementara rombongan BKPRMI dipimpin Ketua Umum La Arufin, bersama Sekretaris Umum La Ode Hairudin, Komandan Brigade Masjid Takbir Tukloy dan sejumlah pengurus lainnya.

Kapolda Maluku menilai Kota Ambon memiliki posisi strategis karena menjadi pusat berbagai aktivitas pemerintahan, ekonomi dan sosial masyarakat Maluku.

Keberagaman suku, agama, budaya serta kepadatan aktivitas masyarakat membuat stabilitas keamanan di Ambon memiliki keterkaitan erat dengan kondisi keamanan di wilayah Maluku secara keseluruhan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi dan media sosial dinilai menghadirkan tantangan tersendiri. Informasi mengenai sebuah peristiwa dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi memengaruhi situasi di wilayah lain.

Karena itu, Kapolda menilai pencegahan gangguan keamanan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan keagamaan.

“Ambon merupakan pusat aktivitas masyarakat Maluku dengan keberagaman suku, agama dan berbagai latar belakang sosial. Ketika kita mampu menjaga Ambon, kita juga turut menjaga Maluku secara keseluruhan. Karena itu, kami berharap BKPRMI dapat mengambil peran strategis dalam membangun generasi muda yang religius, memiliki kesadaran hukum serta menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat,” ujar Kapolda.

Ia menegaskan, pembinaan generasi muda harus menjadi bagian dari strategi pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sejak dini.

Pertikaian antarkelompok pemuda, misalnya, apabila tidak ditangani sejak awal dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan berdampak terhadap keamanan masyarakat.

Karena itu, BKPRMI diharapkan tidak hanya bergerak pada kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu menjangkau remaja dan pemuda yang belum aktif dalam kegiatan masjid maupun aktivitas sosial produktif.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin, yakni nilai yang menghadirkan kebaikan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Menurutnya, nilai tersebut dapat menjadi fondasi dalam memperkuat toleransi, persaudaraan dan kehidupan beragama yang harmonis di tengah kemajemukan masyarakat Maluku.

Dalam kesempatan itu, Kapolda mengusulkan agar BKPRMI memilih satu masjid di Kota Ambon untuk dikembangkan sebagai masjid percontohan pembinaan dan pemberdayaan generasi muda.

Masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an, pembentukan karakter, peningkatan kesadaran hukum, pembelajaran teknologi hingga pengembangan keterampilan pemuda.

Kapolda menilai potensi besar generasi muda harus diarahkan melalui kegiatan yang positif, kreatif dan berkelanjutan.

“Saya berharap BKPRMI dapat memilih satu masjid sebagai percontohan pembinaan generasi muda di Kota Ambon. Manfaatkan seluruh potensi pemuda di lingkungan masjid tersebut, bukan hanya untuk belajar mengaji dan salat, tetapi juga untuk mempelajari teknologi serta mengembangkan berbagai keterampilan positif. Jika berhasil, model ini dapat dikembangkan di masjid-masjid lainnya,” jelasnya.

Kapolda juga meminta pengurus BKPRMI menciptakan kegiatan yang menarik dan relevan dengan kehidupan anak muda, sehingga masjid menjadi ruang yang mampu membangun kebiasaan beribadah sekaligus mendorong keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial.

Salah satu indikator yang dapat dikembangkan, kata dia, adalah peningkatan keterlibatan remaja dalam salat Subuh berjemaah.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, masjid diharapkan dapat menjadi ruang pembentukan generasi muda yang beriman, disiplin, produktif, memiliki kepedulian sosial dan menjunjung tinggi persatuan.

Ketua Umum BKPRMI Kota Ambon, La Arufin, menyambut baik arahan dan perhatian Kapolda Maluku terhadap pembinaan remaja masjid.

Ia berharap audiensi tersebut menjadi awal dari penguatan kerja sama antara BKPRMI dan Polda Maluku, terutama dalam memperluas program pembinaan generasi muda di Kota Ambon.

“Kami berharap Polda Maluku dapat menjadi sahabat dan mitra strategis BKPRMI dalam menjalankan berbagai program pembinaan remaja masjid di Kota Ambon. Melalui kerja sama dan koordinasi yang baik, kami ingin bergerak bersama untuk membina generasi muda agar semakin aktif dalam kegiatan keagamaan dan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap La Arufin.

Ia juga berharap BKPRMI mendapatkan arahan dan pandangan dari Kapolda dalam mengembangkan berbagai program organisasi, terutama yang berkaitan dengan pembinaan pemuda dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi dengan kepolisian dapat membantu memperluas jangkauan pembinaan sekaligus mendorong pemuda mengambil peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya.

Polda: Cegah Konflik Sebelum Membesar

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa kemitraan dengan organisasi kepemudaan dan keagamaan merupakan bagian dari pendekatan preventif kepolisian.

Menurutnya, menjaga keamanan tidak cukup dilakukan melalui penanganan setelah suatu konflik terjadi. Pencegahan harus dimulai melalui pembentukan karakter, peningkatan kesadaran hukum dan penguatan kepedulian sosial masyarakat.

“Pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga keamanan dan kedamaian Maluku. Melalui kolaborasi dengan BKPRMI, kami berharap masjid semakin berperan sebagai pusat pembentukan karakter, pendidikan dan pemberdayaan pemuda, sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan serta kesadaran hukum sejak dini,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, organisasi kepemudaan berbasis keagamaan memiliki posisi penting dalam membangun komunikasi sosial, menangkal provokasi serta mencegah penyebaran informasi yang dapat memicu perpecahan.

Rositah juga mengajak organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komunikasi serta membangun kolaborasi dengan kepolisian.

“Menjaga keamanan Maluku merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap generasi muda dapat tampil sebagai pelopor perdamaian, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan dialog dan persaudaraan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, potensi konflik dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas,” pungkasnya.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi Polda Maluku dengan BKPRMI Kota Ambon, khususnya dalam pembinaan generasi muda, penguatan peran masjid serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *