Polda Maluku Pastikan Kesiapan 98 Personel, Peserta Seleksi PAG dan SBP Jalani Pemeriksaan Kesehatan

AMBON, BeritaLaser. Sebanyak 98 personel Polda Maluku menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari tahapan seleksi pendidikan pengembangan karier Polri. Pemeriksaan tersebut diperuntukkan bagi peserta seleksi Perwira Alih Golongan (PAG) Tahun Anggaran 2026 dan Sekolah Bintara Polri (SBP) Tahun Anggaran 2027.
Kegiatan yang digelar Biro SDM Polda Maluku bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Maluku itu berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Maluku, Ambon, Senin (28/9/2026), mulai pukul 08.00 WIT.
Dari total peserta, sebanyak 59 personel mengikuti seleksi PAG Tahun Anggaran 2026. Mereka terdiri dari 57 polisi laki-laki dan dua polisi perempuan. Sementara seleksi SBP Tahun Anggaran 2027 diikuti 39 personel, terdiri atas 34 anggota Satuan Brimob Polda Maluku dan lima personel Ditpolairud Polda Maluku.
Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi untuk memastikan setiap peserta memiliki kondisi fisik dan mental yang memenuhi persyaratan sebelum mengikuti pendidikan pada jenjang masing-masing.
Kabid Dokkes Polda Maluku AKBP dr. Purwadi, S.Ked., Sp. THT-KL., M.M., mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta sekaligus memastikan kesiapan mereka mengikuti pendidikan dan menjalankan tugas kepolisian pada jenjang berikutnya.
“Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan memastikan setiap personel yang mengikuti seleksi pendidikan memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang memenuhi persyaratan. Kesiapan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan sekaligus menunjang profesionalisme anggota Polri dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani 10 jenis pemeriksaan kesehatan. Tahapan tersebut meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, gigi, telinga, hidung dan tenggorokan (THT), serta pemeriksaan fisik.
Selain itu, dilakukan pemeriksaan laboratorium, elektrokardiografi (EKG), radiologi atau rontgen, hingga pemeriksaan kejiwaan.
Rangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan peserta secara komprehensif berdasarkan standar yang telah ditetapkan dalam proses seleksi pendidikan Polri.
“Setiap tahapan pemeriksaan memiliki fungsi penting untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta secara menyeluruh. Melalui pemeriksaan yang objektif dan sesuai standar medis, diharapkan proses seleksi dapat menghasilkan personel yang benar-benar siap mengikuti pendidikan dan mengemban tanggung jawab yang lebih besar,” tambahnya.
Pemeriksaan kesehatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polda Maluku dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui proses seleksi yang terukur, profesional, dan sesuai ketentuan.
Pendidikan PAG merupakan salah satu jalur pengembangan karier anggota Polri dari golongan bintara menuju perwira melalui tahapan seleksi dan pendidikan. Sementara SBP menjadi bagian dari pengembangan kemampuan serta kompetensi personel untuk mendukung kebutuhan organisasi dan pelaksanaan tugas kepolisian.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan pemeriksaan kesehatan peserta seleksi PAG dan SBP merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas serta profesionalisme personel Polri.
Menurutnya, pengembangan SDM merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung transformasi Polri yang Presisi, khususnya dalam membentuk personel yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Penguatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang bagi institusi Polri. Melalui proses seleksi pendidikan yang dilaksanakan secara profesional, objektif, dan akuntabel, Polda Maluku berkomitmen mempersiapkan personel yang memiliki kompetensi, kesehatan, serta kesiapan mental untuk menghadapi tantangan tugas kepolisian,” kata Rositah.
Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan menjadi instrumen penting untuk memastikan personel yang mengikuti pendidikan pengembangan telah memenuhi standar yang ditetapkan.Dengan proses seleksi yang dilakukan secara terukur dan akuntabel, diharapkan peserta yang terpilih mampu mengikuti pendidikan dengan baik serta memiliki kesiapan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar.
“Harapannya, seluruh tahapan seleksi dapat berjalan secara transparan dan akuntabel sehingga menghasilkan personel yang berkualitas, profesional, dan siap memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Polda Maluku pun terus mendorong pengembangan kapasitas personel sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.
