Buka TMMD ke-130, Bodewin Tekankan Pentingnya Air Bersih dan Kesiapsiagaan Karhutla

AMBON, BeritaLaser. Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menjawab kebutuhan air bersih di tengah ancaman kemarau berkepanjangan.
Penegasan tersebut disampaikan Bodewin saat membuka program TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon di Lapangan Bola Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Selasa (13/10/2026).
Dalam sambutannya, Bodewin menyoroti pentingnya pembangunan jaringan pipanisasi dan reservoar air sebagai langkah strategis untuk membantu masyarakat menghadapi penurunan debit air selama musim kemarau.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur air bersih tidak boleh sekadar menjadi bagian dari penyelesaian proyek pembangunan, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan warga menghadapi perubahan kondisi lingkungan.
“Pembangunan pipanisasi dan reservoar air mempunyai arti yang sangat penting. Infrastruktur tersebut bukan hanya menjadi hasil pembangunan fisik, melainkan juga investasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi kekeringan berkepanjangan,” ujarnya.
Bodewin menjelaskan, program TMMD merupakan bentuk kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.
Dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sasaran fisik yang dilaksanakan di Dusun Seri.
Sasaran pembangunan tersebut mencakup jalan lingkungan, jembatan, talud, drainase, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), jaringan pipanisasi dan reservoar air, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Selain menyoroti kebutuhan air bersih, Bodewin turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat saat musim kemarau.
Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan maupun tindakan lain yang dapat memicu munculnya titik api. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Bodewin mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas udara dan menimbulkan gangguan kesehatan. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya menjadi pihak yang perlu mendapat perhatian khusus dari ancaman paparan asap kebakaran.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak, serta bersama-sama memelihara fasilitas yang dibangun melalui program TMMD agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Bodewin menekankan, keberhasilan program TMMD tidak cukup dinilai dari jumlah maupun selesainya pembangunan fisik. Lebih dari itu, keberhasilan harus terlihat dari sejauh mana hasil pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memberikan manfaat berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Ia berharap, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat sehingga pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga Dusun Seri dan sekitarnya.
