Tujuh Strategi TABAOS DPK, Pemkot Ambon Perkuat Budaya Literasi Masyarakat

0

AMBON, BeritaLaser. Upaya meningkatkan budaya membaca di tengah masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan bahan bacaan. Diperlukan inovasi, kolaborasi, serta pendampingan berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

Sebagai langkah mewujudkan hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Ambon menghadirkan inovasi TABAOS DPK, yakni Perpustakaan Berdaya Berbasis Kolaborasi Komunitas Literasi untuk Meningkatkan Literasi dan Keterampilan Masyarakat Kota Ambon.

Program ini mengusung tujuh strategi utama yang dirancang untuk memperluas jangkauan layanan perpustakaan, menumbuhkan kebiasaan membaca, meningkatkan kecakapan dalam memahami informasi, hingga mendorong pengembangan keterampilan masyarakat.

Inovasi tersebut digagas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon, Marsia Mulan, S.E., M.M., sebagai bagian dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.

Dalam implementasinya, TABAOS DPK akan menyasar lima wilayah sebagai lokasi pengembangan program, yaitu Negeri Batu Merah, Desa Galala, Desa Poka, Desa Hunuth Durian Patah, serta Kelurahan Rijali.

Program ini mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah negeri, desa dan kelurahan, pengelola perpustakaan, komunitas literasi, para pegiat literasi, serta berbagai mitra pendamping.

Adapun tujuh strategi yang menjadi landasan pelaksanaan TABAOS DPK mencakup penguatan tata kelola kolaborasi, pembangunan kemitraan melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS), pemetaan kebutuhan bahan bacaan, serta pengembangan layanan koleksi buku bergerak.

Selain itu, program ini juga memberikan pendampingan literasi melalui aktivitas membaca, membaca nyaring (read aloud), dan diskusi. Strategi lainnya diarahkan pada pengembangan keterampilan berbasis pengetahuan serta penguatan kebijakan dan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan literasi.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi mampu memahami informasi, mengembangkan wawasan, serta memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, DPK Kota Ambon juga menyiapkan langkah penguatan regulasi sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan inovasi. Salah satunya melalui penyusunan draf Peraturan Wali Kota tentang Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Pegiat Literasi dalam Penguatan Budaya Literasi Masyarakat Kota Ambon.

Sementara itu, keberhasilan TABAOS DPK akan dievaluasi berdasarkan tingkat pemanfaatan bahan bacaan, peningkatan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi, serta sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui inovasi ini, perpustakaan diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang pemberdayaan dan pusat pembelajaran masyarakat. Dengan dukungan kolaborasi berbagai pihak, TABAOS DPK diharapkan dapat membangun budaya literasi yang lebih kuat sekaligus melahirkan masyarakat Ambon yang berpengetahuan, kreatif, terampil, dan mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *