Sambutan di Pelantikan Pengurus Golkar Maluku, , Gubernur Tegaskan Hilirisasi Kunci Kebangkitan Ekonomi Maluku

Sampaikan Sambutan di Pelantikan Pengurus Golkar Maluku, , Gubernur Tegaskan Hilirisasi Kunci Kebangkitan Ekonomi Maluku
AMBON, BeritaLaser. Percepatan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam harus menjadi prioritas pembangunan di Maluku. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026, di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Bersama Rakyat, Berkarya Nyata untuk Maluku Bangkit” tersebut, Umar Ali Lessy resmi dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, Lewerissa mengungkapkan bahwa Maluku dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang besar. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak optimal terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat.
Menurutnya, salah satu tantangan yang harus dijawab adalah bagaimana mengubah pola ekonomi yang selama ini masih bertumpu pada penjualan bahan mentah menjadi kegiatan industri pengolahan yang menghasilkan nilai tambah.
Sejumlah komoditas unggulan daerah, kata Gubernur, memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi. Di antaranya kelapa dalam, cengkeh dan pala di Kabupaten Maluku Tengah, ubi kayu di Kabupaten Buru Selatan, serta sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Ia menilai, pengembangan industri pengolahan di daerah asal produksi akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat sebagai pelaku utama sektor produksi.
Selain mendorong hilirisasi, Gubernur juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, termasuk upaya mempercepat penyelesaian persoalan ganti rugi lahan sebagai bagian dari tahapan pembangunan proyek tersebut.
Pada kesempatan itu, Lewerissa turut menyoroti pentingnya regulasi yang memberikan pengakuan terhadap karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan.
Ia menjelaskan, kondisi geografis wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan pembangunan serta kebijakan fiskal yang berbeda dari daerah berciri daratan. Dengan demikian, Maluku dapat memperoleh perlakuan yang lebih adil dan kesempatan yang setara dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
Gubernur mengajak seluruh elemen, khususnya generasi pemimpin saat ini, untuk mengambil peran dalam mengatasi berbagai persoalan mendasar di Maluku, termasuk kemiskinan melalui penguatan sektor produktif dan industrialisasi.
“Ini kesempatan kita, generasi baru pemimpin di Maluku. Mari kita putus mata rantai kemiskinan. Kita harus mampu mendorong industrialisasi dan hilirisasi terjadi di Provinsi Maluku,” tegas Lewerissa.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan agar potensi sumber daya alam Maluku dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, Wakil Gubernur Maluku, unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, sesepuh Partai Golkar Maluku, pimpinan partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.
