Kapolri Buka Ruang Dialog dengan Buruh, Dorong RUU Ketenagakerjaan Berpihak dan Berkeadilan

0

JAKARTA, Beritaser. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., membuka ruang dialog dengan jajaran Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Polri untuk mendengarkan secara langsung aspirasi kaum pekerja terkait proses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.

Dialog berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Berbagai persoalan serta substansi yang menjadi perhatian serikat pekerja disampaikan secara langsung kepada Kapolri. Aspirasi tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan bersama untuk mencari titik temu yang dapat mengakomodasi kepentingan pekerja, pengusaha, maupun pemerintah.

Kapolri menegaskan bahwa Polri siap mengambil peran sebagai jembatan komunikasi agar aspirasi buruh dapat disampaikan melalui jalur yang tepat kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.

Menurutnya, proses penyusunan regulasi harus dilakukan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, serta keseimbangan kepentingan. Regulasi yang nantinya lahir diharapkan tidak hanya memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan iklim usaha yang sehat.

“Kami akan membantu menjadi jembatan untuk menyampaikan poin-poin yang diharapkan dapat diselesaikan bersama oleh rekan-rekan buruh dengan tim di DPR,” ujar Kapolri.

Ia menekankan, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha menjadi hal penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat. Di sisi lain, fungsi pengawasan juga harus tetap berjalan sehingga aturan yang disepakati dapat diterapkan secara adil dan memberikan kepastian bagi semua pihak.

Kapolri juga mengajak seluruh elemen buruh untuk terus mengawal proses legislasi melalui cara-cara yang konstruktif. Ia memahami bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak konstitusional masyarakat, termasuk kaum pekerja.

Namun, Kapolri mengingatkan agar setiap kegiatan penyampaian pendapat dilakukan secara tertib, aman, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya selalu ingatkan, tolong laksanakan semuanya secara terukur dan jaga ketertiban. Kita ingin Indonesia tetap terjaga, cita-cita kita bersama terus berjalan,” tegasnya.

Kapolri menilai stabilitas keamanan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan nasional. Karena itu, perjuangan dan penyampaian aspirasi buruh diharapkan tidak berubah menjadi tindakan yang justru merugikan masyarakat luas.Lebih jauh,

Kapolri berharap pembahasan RUU Ketenagakerjaan dapat menghasilkan aturan yang mampu memberikan perlindungan dan kepastian bagi pekerja, sekaligus mendorong dunia usaha agar semakin sehat, produktif, dan kompetitif.Regulasi yang seimbang diyakini dapat memperkuat hubungan industrial, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta mendukung daya saing Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.

“Mari kita kawal bersama-sama sehingga perjuangan teman-teman buruh betul-betul dapat terlaksana dengan baik, lancar, aman, dan tertib tanpa ada hal ataupun kerusuhan yang justru mencederai apa yang menjadi perjuangan teman-teman buruh,” pungkas Kapolri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *