Polda Maluku Ukir Prestasi Nasional, Juara III Ketahanan Pangan dan Bawa Pulang Alsintan

AMBON, BeritaLaser. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Lomba Ketahanan Pangan Polri dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Maluku berhasil meraih Juara III kategori Penambahan Lahan dan Produksi Kluster III.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., dalam acara Awarding Day yang berlangsung di Gedung The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026) pukul 18.30 WIB.
Dalam ajang tersebut, Polda Maluku tidak hanya membawa pulang piala dan piagam penghargaan dari Kapolri, tetapi juga memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung pengembangan program ketahanan pangan di Maluku.
Capaian ini menjadi bukti bahwa upaya penguatan ketahanan pangan tidak hanya dapat dilakukan di wilayah yang dikenal sebagai sentra produksi pertanian, tetapi juga di daerah kepulauan dengan tantangan geografis seperti Maluku.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., mengapresiasi prestasi tersebut. Menurutnya, penghargaan nasional itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Polda Maluku dalam mendukung agenda pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan komitmen seluruh jajaran Polda Maluku. Capaian ini bukan sekadar prestasi, tetapi menjadi penegasan bahwa Polri dapat mengambil peran nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Dadang.
Ia menilai kondisi Maluku sebagai wilayah kepulauan justru harus menjadi pemicu untuk melahirkan inovasi dalam mengembangkan sektor pangan. Lahan yang tersedia, kata dia, harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
“Maluku memiliki potensi yang besar. Tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan harus kita jawab dengan inovasi dan kerja bersama. Lahan yang tersedia harus kita dorong menjadi lahan produktif sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dadang juga mengingatkan agar program ketahanan pangan tidak berhenti hanya karena lomba telah berakhir. Menurutnya, penghargaan yang diraih harus menjadi pemacu untuk memperluas program dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan program sesaat dan bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan. Ini merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat dan kontribusi terhadap ketahanan nasional,” katanya.
Terkait bantuan alsintan dari Kapolri, Dadang memastikan fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pengelolaan lahan secara lebih efektif.
“Bantuan alsintan ini menjadi dukungan yang sangat berarti. Kita akan mengoptimalkannya untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat pengelolaan lahan dan mendukung masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya harus terus diperkuat.
Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi mengatakan, penghargaan Juara III tersebut merupakan hasil kerja bersama jajaran Polda Maluku dalam mendorong pemanfaatan lahan menjadi lebih produktif.
“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang kemenangan dalam perlombaan, tetapi menjadi bukti bahwa jajaran Polda Maluku mampu berkontribusi dalam program ketahanan pangan nasional,” kata Jemi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di Maluku.
“Kami menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik. Ketahanan pangan harus dibangun secara berkelanjutan, tidak berhenti pada kegiatan atau perlombaan, tetapi bagaimana produksi pangan terus meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Jemi menilai bantuan alsintan yang diterima Polda Maluku akan menjadi tambahan kekuatan dalam mengembangkan lahan produktif sekaligus memperkuat kerja sama dengan masyarakat dan kelompok tani.
Ia memastikan penghargaan nasional tersebut tidak akan menjadi titik akhir. Sebaliknya, capaian itu akan dijadikan momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperluas program ketahanan pangan di berbagai wilayah Maluku.
Prestasi Polda Maluku menjadi semakin penting mengingat karakteristik daerah yang terdiri atas banyak pulau dengan tantangan distribusi dan pengelolaan lahan yang tidak sederhana. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan yang inovatif, pemanfaatan teknologi pertanian serta kolaborasi lintas sektor.
Melalui optimalisasi lahan dan peningkatan produksi, Polda Maluku menunjukkan bahwa kawasan Indonesia Timur juga memiliki potensi besar untuk ikut memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penghargaan dalam Awarding Day tersebut pun menjadi pijakan baru bagi Polda Maluku untuk terus mengembangkan program pertanian produktif dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Dari Maluku, ketahanan pangan tidak sekadar menjadi program, tetapi gerakan untuk mengubah lahan menjadi produktif, produksi menjadi kemandirian, dan kemandirian menjadi kekuatan bagi ketahanan nasional.
