Maluku Jadi Percontohan Rumah Subsidi 40 Tahun, Cicilan Mulai Rp880 Ribuan

0

Kabar baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Maluku. Pemerintah Provinsi Maluku mendorong penerapan skema rumah subsidi dengan tenor kredit hingga 40 tahun, yang diharapkan membuat cicilan rumah semakin terjangkau.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Maluku, Nurjanah Yunus, mengatakan Maluku menjadi salah satu daerah percontohan penerapan tenor tersebut.

“Maluku dijadikan percontohan untuk tenor 40 tahun,” kata Nurjanah, Senin (28/9/2026).

Saat ini, harga rumah subsidi di Maluku berada di kisaran Rp185 juta, dengan uang muka 1 persen dan bunga 5 persen. Dengan tenor 40 tahun, cicilan diperkirakan sekitar Rp880 ribu per bulan, tergantung skema pembiayaan dan besaran uang muka.

Program ini tidak hanya menyasar Kota Ambon, tetapi mencakup 11 kabupaten/kota di Maluku. Namun, pembangunan belum merata karena setiap daerah memiliki tantangan berbeda, terutama terkait ketersediaan dan harga lahan.

Maluku sendiri mendapat kuota sekitar 3.000 unit rumah subsidi pada 2025. Sejumlah daerah telah mulai membangun, seperti Kota Tual, Kepulauan Tanimbar, serta Maluku Tengah yang mengembangkan rumah subsidi di kawasan Telaga Tihu dan Suli.

Sementara di Ambon, tingginya harga tanah menjadi salah satu kendala utama. Lahan yang sesuai dengan harga ideal rumah subsidi umumnya berada di kawasan berbukit sehingga membutuhkan biaya tambahan untuk pembangunan talud, bronjong dan pekerjaan pematangan lahan.

Pemprov Maluku juga mendorong percepatan perizinan, termasuk kemudahan BPHTB dan PBG bagi pembangunan rumah MBR.

Nurjanah menegaskan, program ini terbuka bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan, termasuk ASN, TNI, Polri, pekerja informal hingga pengemudi ojek online.

Saat ini, lebih dari 500 unit rumah subsidi ready stock tersedia di sejumlah wilayah Maluku. Pemprov berharap penerapan tenor 40 tahun segera berjalan optimal sehingga semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah dengan beban cicilan yang lebih ringan.

“Kalau tenor 40 tahun cepat diterapkan, pembeli juga siap. Cicilan sekitar Rp880 ribu tentu lebih ringan dibanding sekitar Rp1,2 juta,” ujar Nurjanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *