Persempit Jalur Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu

AMBON, BeritaLaser. Memperketat pengawasan jalur transportasi laut guna mencegah peredaran narkotika, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku menggelar razia gabungan di Pelabuhan Penyeberangan Antarpulau Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (20/10/2026).
Operasi yang dipimpin langsung Dirresnarkoba Polda Maluku Kombes Pol Indra Gunawan, S.I.K., M.H., tersebut melibatkan 87 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku.
Razia ini menjadi bagian dari langkah strategis aparat untuk mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika, terutama yang berpotensi memanfaatkan jalur penyeberangan laut sebagai sarana membawa barang terlarang. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung Program Prioritas Kapolri ke-4 terkait penguatan penegakan hukum terhadap kejahatan yang meresahkan masyarakat, termasuk tindak pidana narkotika.
Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh personel mengikuti apel persiapan dan konsolidasi pada pukul 09.00 WIT di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr Tahapary. Tim kemudian berangkat menuju Pelabuhan Hitu pukul 10.05 WIT dan tiba sekitar pukul 10.45 WIT.
Pemeriksaan terhadap calon penumpang kapal penyeberangan beserta barang bawaan dilakukan mulai pukul 10.55 hingga 11.15 WIT. Langkah ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyelundupan narkotika sekaligus memperkuat pengawasan pada salah satu titik mobilitas masyarakat melalui jalur laut.
Libatkan 87 Personel Lintas Instansi
Untuk mendukung efektivitas operasi, Polda Maluku mengerahkan personel dari sejumlah satuan dan instansi terkait.
Kekuatan tersebut terdiri atas 35 personel Ditresnarkoba Polda Maluku, 20 personel Direktorat Samapta Polda Maluku, dua personel Bidang Humas, enam personel Bidang Propam, serta delapan personel Satresnarkoba Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
Operasi turut diperkuat enam personel Pomdam XV/Pattimura, lima personel Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Kodaeral IX Ambon, serta 11 personel BNN Provinsi Maluku, termasuk unsur intelijen.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dalam menghadapi ancaman narkotika. Melalui koordinasi lintas instansi, pengawasan di jalur transportasi diharapkan semakin optimal sehingga celah yang dapat dimanfaatkan jaringan peredaran narkoba dapat dipersempit.
Dirresnarkoba Polda Maluku Kombes Pol Indra Gunawan menekankan pentingnya pengawasan yang terarah dan berkelanjutan terhadap jalur transportasi laut sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkotika.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan dan mendeteksi potensi penyalahgunaan jalur penyeberangan.
Polda Maluku Ajak Masyarakat Berperan Aktif
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menekankan pentingnya konsistensi pemberantasan narkotika melalui penegakan hukum, pengawasan berkelanjutan, serta dukungan masyarakat.Upaya memutus mata rantai peredaran narkotika, lanjutnya, memerlukan kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
Informasi dari warga dapat menjadi salah satu faktor penting dalam membantu mengidentifikasi dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi landasan dalam membangun kewaspadaan kolektif terhadap bahaya narkotika. Masyarakat diimbau tidak ragu menyampaikan informasi melalui saluran resmi kepolisian serta menghindari tindakan main hakim sendiri.
azia Berjalan Aman dan Lancar
Pelaksanaan razia gabungan di Pelabuhan Hitu berlangsung aman dan lancar. Berdasarkan laporan kegiatan yang tersedia, belum ada informasi mengenai penemuan barang bukti narkotika, penyitaan, ataupun penangkapan dalam operasi tersebut.
Meski tidak terdapat laporan penindakan dalam kegiatan ini, pengawasan jalur transportasi laut tetap menjadi bagian penting dari upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di Maluku.
Polda Maluku terus mendorong penguatan koordinasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat guna mempersempit peluang peredaran barang terlarang, melindungi generasi muda, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Maluku.
