Dari Maluku Bermazmur 2026, Kapolda Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat

0

AMBON, BeritaLaser. Pesan perdamaian dan persaudaraan menggema dalam kegiatan Maluku Bermazmur Ambon 2026 di Lapangan Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, Kamis (22/10/2026) malam. Momentum yang mengusung tema “One People – One Praise – One Hope” ini menjadi ruang mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat komitmen menjaga Maluku tetap aman dan damai.

Kapolda Maluku Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa perdamaian tidak dapat diwujudkan hanya melalui peran aparat keamanan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk merawat persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mencegah munculnya konflik.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun melalui Maluku Bermazmur sejalan dengan program “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menempatkan hubungan kemitraan, kepercayaan, dan kepedulian sebagai fondasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda menilai keberagaman agama, budaya, dan tradisi merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Karena itu, nilai-nilai kearifan lokal, khususnya pela gandong, perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai perekat persaudaraan orang basudara di Maluku.

“Maluku Bermazmur menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan harapan bersama bagi daerah yang aman dan damai. Menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat,” tegas Suwondo.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan, saling menghormati di tengah perbedaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi memecah belah persatuan.

“Polri ingin selalu hadir bersama masyarakat, mendengarkan aspirasi, melindungi, mengayomi, dan melayani. Mari jadikan semangat Polisi Bersama Masyarakat sebagai komitmen nyata untuk menolak provokasi dan menjaga Maluku sebagai rumah bersama bagi semua,” tambahnya.

Pemerintah Dukung Penguatan Persaudaraan

Dukungan terhadap pesan persatuan dan perdamaian juga disampaikan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon. Kedua pemerintah daerah tersebut memandang Maluku Bermazmur sebagai kesempatan untuk memperkuat kehidupan spiritual sekaligus membangun hubungan sosial yang harmonis.

Asisten III Pemerintah Provinsi Maluku, Dominggus Nicodemus Kaya, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Maluku, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam membangun karakter masyarakat yang menjunjung tinggi kerukunan dan persaudaraan.

Ia berharap Maluku terus menjadi rumah yang aman dan damai bagi seluruh warga. Nilai orang basudara dan semangat pela gandong, menurutnya, harus tetap dipelihara agar masyarakat tidak mudah terpecah akibat perbedaan maupun provokasi.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisutta, S.Sos., mengapresiasi terselenggaranya Maluku Bermazmur yang mempertemukan umat Kristen dari berbagai denominasi dalam suasana pujian, doa, dan kebersamaan.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan menjaga keharmonisan di Kota Ambon.

Polda Maluku Ajak Warga Tolak Provokasi

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa menjaga perdamaian membutuhkan tindakan nyata dan konsistensi dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang baik, sikap toleran, serta kepedulian terhadap sesama merupakan unsur penting untuk mempertahankan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Perdamaian tidak cukup hanya disampaikan melalui seruan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Persaudaraan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama menjadi fondasi penting untuk menjaga Maluku tetap aman dan damai,” ujar Rositah.

Ia mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat untuk terus membangun komunikasi dan menyelesaikan persoalan melalui dialog. Warga juga diminta lebih bijak menerima informasi serta tidak menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya.

Rositah menambahkan, semangat Polisi Bersama Masyarakat merupakan ajakan untuk membangun kemitraan yang kuat antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan bebas dari konflik.

Dihadiri Pembicara Internasional

Maluku Bermazmur Ambon 2026 turut menghadirkan sejumlah pembicara internasional, di antaranya Rev. Dr. Paul Enenche dan Rev. Dr. (Mrs.) Becky Paul-Enenche dari Nigeria, Ps. Giovanni Berhitu dan Ps. Abraham Laisina dari Belanda, Prophet Victor Gutierrez dari Spanyol, Ps. Ezekiel Pius dari Nigeria, serta Ps. Soonseok Peter Oh dari Korea Selatan

.Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, unsur pemerintah daerah, perwakilan TNI, pimpinan DPRD Kota Ambon, pimpinan perguruan tinggi, Ketua Sinode dan majelis gereja-gereja di Kota Ambon, serta masyarakat dari Ambon dan sekitarnya.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Polda Maluku turut mengapresiasi panitia, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat yang berperan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Melalui Maluku Bermazmur 2026, diharapkan pesan persatuan tidak berhenti pada momentum ibadah, tetapi terus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, memperkuat nilai pela gandong, menolak provokasi, dan menjaga kedamaian di setiap lingkungan.

Satu dalam pujian, satu dalam harapan, bersatu dalam persaudaraan. Maluku damai adalah tanggung jawab bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *