Kapolda Maluku Mangente Pemuda Kudamati, Tegaskan Polri Harus Hadir dan Responsif

AMBON, BeritaLaser. Kapolda Maluku Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga harus mampu mendengarkan aspirasi serta merespons berbagai kebutuhan warga.
Hal tersebut disampaikan Kapolda saat menggelar kegiatan **Mangente Kamtibmas Bersama Pemuda Kudamati** di Gereja GPM Rehoboth, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (4/11/2026).
Mengusung tema *“Polisi Bersama Masyarakat”*, kegiatan ini menjadi wadah dialog antara Polda Maluku dengan jemaat, Angkatan Muda GPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para Ketua RT/RW untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan harapan terkait pelayanan kepolisian.
Sejumlah persoalan dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya pengembangan potensi generasi muda, profesionalisme dan netralitas anggota Polri, pemeliharaan Kamtibmas, pemberantasan narkoba, dukungan terhadap kegiatan keagamaan, hingga transparansi pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kapolda mengatakan, kegiatan Mangente merupakan bentuk pendekatan kepolisian yang mengutamakan komunikasi dua arah. Menurutnya, masyarakat harus dilibatkan dalam penyusunan program agar kebijakan kepolisian benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
“Saya tidak ingin terlalu banyak berbicara. Saya justru ingin lebih banyak mendengarkan keluhan, masukan, usulan, dan ide dari masyarakat. Semua yang disampaikan akan menjadi bahan pembahasan bersama staf untuk ditindaklanjuti dalam program kerja kepolisian,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sejak menerima amanah memimpin Polda Maluku pada Oktober 2026, dirinya berupaya memahami karakteristik wilayah, budaya, serta berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Kapolda juga menyoroti potensi besar Maluku, khususnya sektor perikanan dan pengembangan proyek strategis Blok Masela. Ia berharap masyarakat lokal dapat mengambil bagian dalam peluang pembangunan melalui peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan kesempatan kerja.
Menurutnya, keamanan yang kondusif merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Karena itu, menjaga Kamtibmas membutuhkan kerja sama antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam dialog tersebut, jemaat menyampaikan harapan agar Polri turut mendukung pengembangan bakat generasi muda, khususnya di bidang seni dan tarik suara. Menanggapi hal itu, Kapolda menyatakan dukungannya terhadap kegiatan positif pemuda dan memperkenalkan lagu ciptaannya berjudul **“Beta Maluku”** sebagai ungkapan kecintaan terhadap daerah.
Selain itu, masyarakat meminta agar anggota Polri senantiasa profesional dan netral dalam menangani persoalan maupun konflik sosial. Kapolda menegaskan, setiap personel wajib bertindak objektif dan berdasarkan hukum. Apabila terbukti melakukan keberpihakan, anggota bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan disiplin, kode etik, maupun hukum yang berlaku.
Terkait situasi keamanan di Kecamatan Nusaniwe, masyarakat berharap program-program positif yang telah berjalan tetap dipertahankan meskipun terjadi pergantian pimpinan. Kapolda pun meminta Kapolsek Nusaniwe AKP Rudi untuk meningkatkan kinerja, mempertahankan capaian sebelumnya, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan rencana pembangunan panggung Natal di halaman Gereja GPM Rehoboth yang berpotensi memengaruhi jangkauan CCTV Polda Maluku. Kapolda menyambut baik rencana tersebut dan meminta Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease membantu memfasilitasi kebutuhan panitia dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.
Perhatian terhadap generasi muda juga ditunjukkan melalui dukungan pembinaan bagi anak-anak Maluku yang ingin mengikuti seleksi penerimaan anggota TNI. Kapolda menyatakan kesiapan memfasilitasi latihan melalui pemanfaatan Lapangan Tahapary untuk meningkatkan kemampuan fisik dan kedisiplinan peserta.
Di bidang pemberantasan narkoba, Kapolda menegaskan akan melaksanakan tes urine secara berkala terhadap seluruh personel Polda Maluku sebagai bentuk pengawasan internal. Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan BNN, Bea dan Cukai, serta TNI untuk memperkuat pengawasan terhadap masuknya narkotika ke wilayah Maluku.
Kapolda mengajak masyarakat turut berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba. Menurutnya, pemberantasan narkotika harus dilakukan melalui sinergi aparat dan partisipasi masyarakat.
Sementara itu, terkait keluhan pelayanan penerbitan SIM, termasuk dugaan praktik percaloan dan biaya tidak resmi, Kapolda memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan Satuan Lalu Lintas.
Ia menegaskan bahwa penerbitan SIM harus berjalan transparan, profesional, dan sesuai prosedur. Tidak boleh ada praktik percaloan maupun pungutan liar yang merugikan masyarakat.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan Mangente merupakan bagian dari komitmen Polda Maluku dalam membangun komunikasi dua arah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Menurutnya, pendekatan humanis harus diwujudkan melalui keterbukaan menerima kritik, mendengarkan aspirasi, serta menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
Ia juga mengajak tokoh agama, gereja, pemuda, tokoh adat, dan perangkat lingkungan untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan profesionalisme, memperbaiki pelayanan, dan hadir secara responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Polda Maluku berharap kemitraan dengan masyarakat, khususnya komunitas keagamaan dan generasi muda, semakin kuat. Berbagai aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kerukunan, serta menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.30 WIT tersebut ditutup dengan foto bersama Kapolda Maluku, jajaran kepolisian, pengurus gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh peserta. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali.
