Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Walikota Tekankan Pentingnya Data Akurat
Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Walikota Tekankan Pentingnya Data Akurat
Ambon Beritalaser. Pemerintah Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026 secara serentak di seluruh Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena saat menghadiri kegiatan “Arika Deng Sensus Ekonomi 2026” di Amaris Hotel Ambon, Selasa (26/5/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang memiliki peran penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 yang mengatur pelaksanaan sensus oleh Badan Pusat Statistik setidaknya sekali dalam kurun waktu 10 tahun.
Menurutnya, melalui sensus ini pemerintah dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi daerah, mulai dari jumlah pelaku usaha, jenis usaha yang berkembang, hingga dinamika sektor ekonomi yang menjadi penggerak pertumbuhan.
“Data hasil sensus akan menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan. Jika data yang diperoleh tidak akurat, maka kebijakan yang dihasilkan pun berpotensi tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Ambon tahun 2025, sektor perdagangan tercatat masih menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian daerah dengan kontribusi sebesar 21,98 persen. Selain perdagangan, sektor jasa keuangan, asuransi, industri pengolahan, jasa, serta pariwisata turut menjadi penggerak ekonomi kota.
Wali Kota juga menyoroti pesatnya perkembangan ekonomi digital yang kini menghadirkan berbagai profesi baru dengan kontribusi ekonomi yang semakin nyata. Menurutnya, aktivitas seperti konten kreator, influencer hingga YouTuber sudah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi modern yang perlu masuk dalam pendataan nasional.
“Perkembangan ekonomi digital tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Semua bentuk aktivitas ekonomi baru perlu terakomodasi dalam data sensus,” katanya.
Tak hanya memotret sektor usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga akan menghimpun berbagai data sosial ekonomi masyarakat, termasuk kondisi tempat tinggal serta kepemilikan aset keluarga. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota turut menyinggung masih adanya persoalan ketidaktepatan penyaluran bantuan sosial akibat lemahnya validitas data di lapangan.
Ia mencontohkan masih terdapat warga yang seharusnya menerima bantuan namun tidak masuk dalam data penerima, sementara ada pula pihak yang tidak memenuhi kriteria justru memperoleh bantuan.
Karena itu, ia memastikan seluruh data masyarakat yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menutup sambutannya, Wali Kota kembali menegaskan bahwa pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat diwujudkan melalui data yang valid dan akurat.
“Data yang akurat menjadi landasan utama dalam menyusun kebijakan pembangunan. Dengan data yang tepat, kita dapat mewujudkan Ambon yang lebih maju dan sejahtera, dan tepat sasaran, ” pungkasnya.
