Subuh Bersama Warga Ahuru, Kapolda Maluku Ajak Masyarakat Jadi Garda Terdepan Jaga Kamtibmas

0

AMBON BeritaLaser. Keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian. Peran aktif warga dalam menjaga lingkungan, membangun komunikasi dan mencegah potensi konflik dinilai menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., saat mengikuti Sholat Subuh Berjamaah Keliling sekaligus silaturahmi bersama masyarakat di Masjid Nurul Mu’min, Ahuru, Kota Ambon, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak sekitar pukul 04.45 WIT ini menjadi bagian dari langkah Polda Maluku memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis. Kehadiran Kapolda di tengah warga juga menjadi sarana membangun komunikasi sekaligus memperkuat kemitraan Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku didampingi Dirpamobvit Polda Maluku, Panit II Subdit Waster Ditpamobvit Polda Maluku, Panit I Subdit Audit Ditpamobvit Polda Maluku, personel Ditpamobvit Polda Maluku serta personel Polsek Sirimau Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Imam dan jamaah Masjid Nurul Mu’min turut mengikuti kegiatan tersebut.

Usai menunaikan Sholat Subuh berjamaah, Dadang menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada masyarakat Ahuru. Ia menekankan bahwa menciptakan keamanan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kamtibmas. Dibutuhkan kebersamaan, kepedulian dan partisipasi masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib dan kondusif,” pesan Dadang.

Menurutnya, keamanan yang berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran aparat. Kesadaran warga untuk menjaga kerukunan, peduli terhadap lingkungan serta membangun komunikasi yang baik antarsesama menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya gangguan keamanan.

Kapolda juga mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban. Setiap informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat segera disampaikan kepada aparat agar dapat ditangani sejak dini.

Di sisi lain, silaturahmi melalui kegiatan keagamaan tersebut dinilai memiliki arti penting dalam membangun komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat. Kapolda dapat mendengar langsung aspirasi warga, sementara masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian kepolisian.

Dadang menegaskan, silaturahmi bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika informasi tersebut berpotensi memicu perselisihan dan mengganggu kerukunan warga.

“Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah kebersamaan. Jika ada persoalan, mari kita koordinasikan dan cari penyelesaian bersama,” ujarnya.

Kapolda menilai masyarakat di tingkat lingkungan memiliki posisi penting dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan keamanan. Dengan kepedulian dan komunikasi yang terjalin baik, persoalan dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Karena itu, Polda Maluku terus mendorong pola pemolisian yang menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan, bukan sekadar sebagai penerima pelayanan kepolisian.

Sinergi antara polisi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga diharapkan mampu memperkuat stabilitas kamtibmas sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan harmonis.

Kegiatan Subuh Berjamaah Keliling dan silaturahmi di Masjid Nurul Mu’min berakhir sekitar pukul 05.35 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Melalui kegiatan keagamaan dan ruang-ruang sosial seperti ini, Polda Maluku terus memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian dan kepercayaan antara Polri dan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *