Polda Maluku Salurkan 26 Mesin Katinting, Dorong Nelayan Pesisir Makin Produktif

0

AMBON BeritaLaser. Kepolisian Daerah Maluku kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat pesisir. Melalui program “Polda Maluku Hadir untuk Nelayan”, sebanyak 26 unit mesin katinting disalurkan kepada kelompok nelayan di sejumlah wilayah Maluku guna mendorong produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi keluarga pesisir.

Penyerahan bantuan berlangsung di Batu Kuda Beach, Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut dipantau langsung Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si., bersama Dir Binmas Polda Maluku Kombes Pol. Hujra Soumena, S.I.K., M.H., Raja Negeri Tulehu, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan kelompok nelayan.

Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Pesisir yang Sejahtera dan Indonesia yang Tangguh”, program ini tidak sekadar memberikan bantuan peralatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.

Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor mengatakan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, nelayan memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi Maluku sebagai daerah kepulauan. Karena itu, dukungan terhadap sektor perikanan dan masyarakat pesisir perlu terus diperkuat.

“Polri harus hadir bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan. Program ini merupakan bentuk kehadiran Polri untuk membantu masyarakat pesisir agar semakin produktif dan mampu memperkuat ekonomi keluarganya,” ujar Ronald.

Ia berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan dikelola dengan baik oleh kelompok penerima.

“Bantuan ini bukan sekadar pemberian sarana, tetapi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas. Kami berharap mesin yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan dan keluarganya,” katanya.

Sebanyak 26 mesin katinting tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan kelompok nelayan dari sejumlah negeri dan desa. Bantuan itu diharapkan dapat menunjang mobilitas nelayan ketika melaut, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dalam aktivitas penangkapan ikan.

Bagi nelayan tradisional, ketersediaan mesin menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi. Dengan sarana yang lebih memadai, nelayan diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan dan memperkuat pendapatan keluarga.

Dir Binmas Polda Maluku Kombes Pol. Hujra Soumena mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap nelayan tradisional yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir.

“Bantuan ini kami berikan untuk membantu kelompok nelayan dalam menjalankan aktivitasnya di laut. Harapannya, mesin katinting ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas dan membantu kesejahteraan keluarga nelayan,” ujar Hujra.

Selain pemanfaatan bantuan, Hujra juga mengingatkan nelayan untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan saat melaut. Kondisi cuaca yang cepat berubah menjadi perhatian khusus, terutama bagi nelayan di wilayah Salahutu.

“Di wilayah Salahutu sekarang ada musim cuaca ekstrem. Jika ingin pergi nelayan mencari ikan agar bisa berhati-hati. Cuaca sekarang tidak pasti dan dapat berubah dengan cepat. Jangan sampai merugikan katong samua,” pesannya.

Menurut Karo Ops, peningkatan kesejahteraan masyarakat memiliki hubungan erat dengan terciptanya keamanan dan stabilitas sosial. Masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi produktif dan didukung sarana yang memadai dinilai akan memiliki ketahanan sosial yang lebih kuat.

“Keamanan dan kesejahteraan memiliki keterkaitan. Ketika masyarakat memiliki aktivitas ekonomi yang produktif dan lingkungan sosial yang kuat, maka ketahanan masyarakat juga semakin baik. Karena itu, pendekatan Polri harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” jelas Ronald.

Program tersebut sekaligus menjadi ruang bagi personel Polri di tingkat kewilayahan untuk memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat, khususnya kelompok nelayan.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menilai program “Polda Maluku Hadir untuk Nelayan” merupakan bentuk nyata bahwa pelayanan kepolisian dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan membuat masyarakat pesisir memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian daerah.

“Kehadiran Polri harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagi masyarakat Maluku yang sebagian besar aktivitasnya sangat berkaitan dengan laut, dukungan terhadap nelayan merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat pesisir yang produktif, mandiri, dan tangguh,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kemitraan antara Polri dan warga.

“Polri tidak dapat membangun keamanan secara sendiri-sendiri. Hubungan yang kuat dengan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilibatkan, maka partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan juga akan semakin kuat,” jelasnya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Karo Ops bersama Dir Binmas Polda Maluku kepada perwakilan kelompok nelayan, didampingi Raja Negeri Tulehu dan Bhabinkamtibmas Negeri Tulehu.

Polda Maluku berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai penyediaan sarana, tetapi dapat berkembang menjadi modal produktif bagi kelompok nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Kehadiran program ini juga diharapkan semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan pesisir yang aman, produktif, dan memiliki daya tahan sosial.

“Kita ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan. Bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun kemitraan dan mendukung masyarakat agar semakin mandiri. Ketika masyarakat kuat, produktif, dan sejahtera, maka ketahanan keamanan di wilayah juga akan semakin kuat,” pungkas Ronald.

Melalui penyaluran 26 mesin katinting tersebut, Polda Maluku menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dan pemeliharaan keamanan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Dengan nelayan yang semakin produktif dan mandiri, diharapkan ketahanan sosial serta stabilitas keamanan di wilayah pesisir Maluku ikut semakin kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *