10 K9 SAR Polri Terbang ke Flores, 21 Personel Bawa Misi Percepat Pencarian Korban Gempa

JAKARTA BeritaLaser. Polri kembali memperkuat operasi kemanusiaan pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 10 anjing pelacak atau K9 Search and Rescue (SAR) berpengalaman dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri diterbangkan menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501 dari Pondok Cabe menuju Labuan Bajo.
Pesawat yang dipiloti Kapten Penerbang Kp M. Rahman dan Kp Hendri S bersama lima kru lainnya dijadwalkan berangkat pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 17.05 WITA. Penggunaan penerbangan khusus dengan rute tersendiri menjadi langkah percepatan agar kemampuan SAR Polri segera tiba di wilayah terdampak.
Tidak hanya membawa 10 K9, pesawat tersebut juga mengangkut perlengkapan operasional serta bantuan logistik dengan total muatan sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton.
Sebanyak 21 personel Ditpolsatwa turut diberangkatkan untuk mendukung operasional K9. Tim dipimpin Iptu Erasmus selaku Katim K9, didampingi Ipda drh. Linda dan Aipda Triyo sebagai tenaga veteriner, serta para handler dan personel pelindung.
Sepuluh K9 yang diterjunkan yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi. Mereka memiliki kemampuan Canine Search and Rescue (CSAR), termasuk mendeteksi aroma tubuh manusia yang telah meninggal dunia atau cadaver.
Kemampuan tersebut sangat penting dalam situasi bencana, terutama ketika korban berada di bawah reruntuhan, tertutup material, maupun berada di lokasi yang sulit ditemukan secara kasatmata.
Pengerahan K9 ke Flores bukanlah operasi pertama bagi Ditpolsatwa. Sebelumnya, pada Desember 2025, Unit SAR K9 Ditpolsatwa terlibat dalam pencarian korban bencana di Sumatera Utara.
Empat K9, yakni Walet, Ari, Rubin, dan Dasa, saat itu dikerahkan untuk menyisir bantaran sungai serta sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun material atau terbawa arus.
Dalam operasi tersebut, K9 memberikan indikasi pada sejumlah titik yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan hingga korban berhasil ditemukan.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi tim dalam menjalankan misi kemanusiaan di Flores. Dalam pelaksanaannya, K9 tidak bekerja sendiri, melainkan menjadi bagian dari tim SAR yang terdiri dari handler, tenaga veteriner, personel pelindung, serta unsur terkait lainnya.
Dibagi Menjadi Tiga ReguSetelah mengikuti apel pelepasan yang dipimpin Dirpolsatwa, seluruh tim melakukan loading perlengkapan sebelum dibagi menjadi tiga regu untuk melaksanakan tugas BKO di wilayah hukum Polda NTT.
Pembagian tersebut dilakukan agar kemampuan K9 dapat dikerahkan secara fleksibel sesuai kondisi dan kebutuhan pencarian di lapangan.
Wilayah Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur menjadi sejumlah daerah yang mendapat perhatian dalam penanganan awal. Namun, tim dapat digeser ke wilayah lain berdasarkan perkembangan situasi serta hasil asesmen Polda NTT.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kecepatan menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan bencana.
“Kecepatan merupakan salah satu hal yang paling utama. Pagi ini kami kembali memberangkatkan tim tersebut. Nantinya pembagian tugas akan dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT,” ujar Trunoyudo.
Ia menegaskan, Polri memahami kebutuhan masyarakat terdampak terhadap proses pencarian dan evakuasi korban.
“Kami memahami betul dan sama-sama berempati bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah bagaimana Polri dapat memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat,” katanya.
Menurut Trunoyudo, tim K9 akan ditempatkan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur menjadi wilayah prioritas awal, namun pengerahan dapat diperluas apabila terdapat daerah lain yang membutuhkan dukungan.
Bawa 3,4 Ton LogistikSelain 10 K9 dan 21 personel, pesawat CN-295 P-4501 juga membawa 10 kennel box K9, empat box perlengkapan tim dan pakan K9, serta berbagai kebutuhan bantuan kemanusiaan.
Total muatan mencapai sekitar 3,4 ton yang terdiri atas 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, 409 kilogram obat-obatan bantuan, 60 kilogram banner dan stiker, serta perlengkapan operasional lainnya.
Sesampainya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan dan prioritas pencarian.
Pengerahan K9 menggunakan pesawat khusus menjadi bagian dari strategi percepatan Polri dalam menghadirkan kemampuan pencarian dan penyelamatan di tengah kondisi darurat.
Dengan 10 K9 berpengalaman, 21 personel pendamping, perlengkapan operasional, dan dukungan logistik, Polri membawa satu misi utama ke Flores: mempercepat pencarian korban, membantu proses evakuasi, dan memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa.
