Dari Gereja Nafiri Sion Passo, Kapolda Maluku Menghimbau Jangan Biarkan Perbedaan Jadi Pemicu Perpecahan

0

AMBON BeritaLaser. Dari Gereja GPM Nafiri Sion Jemaat Passo, Kota Ambon, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan Maluku.

Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat bersilaturahmi bersama keluarga besar GPM Nafiri Sion Jemaat Passo, Klasis Pulau Ambon Timur, Kecamatan Baguala, Minggu (16/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 10.15 WIT itu dihadiri Pdt. Lan Latumeten, S.Th., Majelis Jemaat GPM Passo, para jemaat, serta sejumlah pejabat dan personel Polda Maluku.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas ketika terjadi persoalan keamanan. Polisi, kata dia, harus hadir untuk mendengar aspirasi masyarakat, membangun komunikasi, menciptakan kepercayaan dan bekerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami ingin Polisi hadir lebih dekat, hadir untuk mendengarkan, hadir untuk berkomunikasi, hadir untuk membangun kepercayaan, dan hadir bersama-sama masyarakat dalam menjaga kehidupan yang aman, damai dan harmonis,” ujar Dadang.

Rumah Ibadah Jadi Ruang Merawat PersaudaraanKapolda menilai rumah ibadah memiliki peran penting dalam membangun ketahanan sosial. Gereja, masjid, pura, klenteng dan tempat ibadah lainnya tidak hanya menjadi tempat menjalankan kehidupan keagamaan, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai moral, membangun karakter serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, keberagaman agama, adat, budaya, bahasa dan latar belakang sosial di Maluku merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan perbedaan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memecah belah persaudaraan.

“Kekuatan Maluku ada pada persaudaraan. Kekuatan Maluku ada pada kekeluargaan. Kekuatan Maluku ada pada gotong royong. Dan kekuatan Maluku ada pada kemampuan kita untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan,” tegasnya.

Dadang menyebut semangat tersebut sejalan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, perbedaan bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang harus dirawat dengan sikap saling menghormati.

Keamanan Adalah Tanggung Jawab BersamaKapolda juga menegaskan bahwa keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada Kepolisian.Kondisi keamanan yang terjaga, kata dia, menjadi fondasi bagi masyarakat untuk bekerja, anak-anak belajar, umat beribadah, pelaku usaha menjalankan aktivitas ekonomi dan pemerintah melaksanakan pembangunan.

“Keamanan bukan hanya urusan Polisi. Keamanan adalah urusan kita semua. Di tempat yang aman, investasi dapat tumbuh, pariwisata dapat berkembang, perdagangan dapat berjalan, masyarakat dapat bekerja dan perekonomian dapat berputar,” jelas Dadang.

Karena itu, Polri, TNI, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dunia pendidikan dan seluruh masyarakat harus mengambil peran sesuai bidang masing-masing.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan sejak dini melalui komunikasi dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok maupun antarkampung.

Lindungi Generasi Muda dari Tawuran dan NarkobaPerhatian khusus diberikan Kapolda terhadap generasi muda. Ia mengingatkan bahwa tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba dan pengaruh lingkungan yang buruk dapat merusak masa depan anak-anak Maluku.

Pencegahan, menurutnya, membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lingkungan pergaulan.

Polda Maluku sendiri terus memperkuat pendekatan preventif melalui berbagai program, salah satunya Polisi Mengajar di sekolah-sekolah.

Program tersebut tidak hanya memberikan edukasi hukum dan Kamtibmas, tetapi juga mendorong generasi muda memahami tanggung jawab mereka sebagai calon pemimpin masa depan.“Tugas kita hari ini bukan hanya menjaga hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan. Anak-anak kita adalah generasi yang nantinya akan memimpin, menjaga negeri ini dan membangun Maluku,” kata Dadang.

Terkait narkoba, Kapolda menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika, termasuk jika melibatkan anggota Polri.

“Tidak ada toleransi terhadap anggota Polri yang terlibat narkoba. Apabila terbukti melanggar, akan ditindak secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta tidak ragu memberikan informasi kepada Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan masing-masing

Di tengah perkembangan teknologi, Kapolda turut mengingatkan keluarga mengenai ancaman yang dapat muncul melalui ruang digital.

Generasi Z dan Generasi Alpha sangat dekat dengan internet dan media sosial. Di satu sisi, teknologi memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka peluang penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi dan konten negatif.Karena itu, orang tua diminta tidak hanya mengawasi penggunaan gawai, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.

“Jangan sampai anak-anak kita lebih dekat dengan dunia maya daripada dengan keluarganya sendiri. Kita harus menjadi tempat pertama bagi mereka untuk bertanya, berdiskusi dan mencari solusi,” pesan Dadang.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital dengan memeriksa informasi, membandingkan sumber dan memastikan kebenaran sebuah berita sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Tokoh Agama Diminta Dekat dengan Generasi MudaKapolda juga mengajak para tokoh agama memperkuat pembinaan generasi muda, termasuk mereka yang mulai jauh dari lingkungan keagamaan.

Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan melalui nasihat. Tokoh agama perlu hadir, mendengarkan dan memahami persoalan yang dihadapi anak-anak muda.

“Membina generasi muda tidak cukup hanya dengan memberikan nasihat. Kita harus hadir di tengah mereka,” ungkapnya.

Kapolda menilai menjaga generasi muda sama dengan menjaga masa depan Maluku dan Indonesia.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi mengatakan, silaturahmi Kapolda bersama jemaat GPM Nafiri Sion Passo merupakan bagian dari upaya memperkuat Kamtibmas melalui komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat.

Menurutnya, keberagaman masyarakat Maluku harus menjadi modal sosial dalam menjaga keamanan dan membangun daerah.

“Keamanan adalah hasil dari kolaborasi seluruh komponen masyarakat. Karena itu, Polda Maluku terus membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya mencegah gangguan Kamtibmas sejak dini,” ujar Rositah.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.

“Jangan menunggu persoalan menjadi besar. Informasi yang disampaikan lebih awal akan membantu Kepolisian melakukan langkah pencegahan dan penanganan secara cepat dan tepat,” jelasnya.

Jaga Persaudaraan, Jaga Masa Depan MalukuMenutup silaturahmi, Kapolda kembali mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ambon dan Maluku sebagai rumah bersama yang dibangun di atas persaudaraan, toleransi dan gotong royong.

“Kalau kita bersatu, kita kuat. Kalau kita saling menjaga, kita aman. Kalau kita saling menghormati, kita damai. Dan kalau kita bersama-sama membangun, Maluku akan maju,” tutur Dadang.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik.“Mari kita jaga Ambon, mari kita jaga Maluku, mari kita jaga persaudaraan. Jangan biarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun persatuan,” ajaknya.

Silaturahmi tersebut berlangsung aman, tertib dan kondusif. Dari Gereja Nafiri Sion Passo, pesan Kapolda menegaskan satu hal penting: persaudaraan dan keberagaman bukan sekadar identitas Maluku, tetapi kekuatan utama untuk menjaga keamanan sekaligus membangun masa depan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *