Polda Maluku Ingatkan Orang Tua: Lindungi Anak dari Situasi Berisiko, Keselamatan Jadi Tanggung Jawab Bersama

0

AMBON, BeritaLaser. Polda Maluku mengingatkan para orang tua agar meningkatkan perhatian, komunikasi, serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah anak terlibat atau berada di lingkungan yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda di Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan anak-anak merupakan aset masa depan yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan dari orang dewasa.

Menurutnya, peran orang tua tidak sebatas memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan edukasi, arahan serta pengawasan yang cukup, termasuk terhadap aktivitas dan lingkungan pergaulan.

“Kami mengimbau seluruh orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak. Jika terdapat kegiatan penyampaian aspirasi atau situasi tertentu yang berpotensi menimbulkan kerawanan, kami berharap anak-anak tidak berada di lokasi tersebut tanpa pendampingan dan pemahaman yang memadai. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Rositah.

Ia menegaskan, Polda Maluku tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara bebas serta bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun, kebebasan tersebut harus tetap dijalankan secara tertib dan damai dengan memperhatikan keselamatan diri maupun orang lain.Dalam kondisi tertentu, kata Rositah, anak-anak membutuhkan perhatian khusus karena belum sepenuhnya mampu memahami risiko dari situasi yang mereka hadapi.

“Penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi. Tetapi di sisi lain, kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak. Mereka masih membutuhkan bimbingan agar tidak sekadar ikut-ikutan tanpa memahami situasi maupun risiko yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Rositah juga mengajak orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak. Orang tua diharapkan mengetahui aktivitas anak, dengan siapa mereka bergaul, serta lingkungan yang mereka datangi.Pendekatan dialogis, menurutnya, jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan larangan. Anak perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menaati aturan, menjaga keselamatan dan mempertimbangkan risiko sebelum mengikuti suatu kegiatan.

“Mari bangun komunikasi yang baik dengan anak-anak kita. Tanyakan mereka sedang melakukan apa, bersama siapa dan ke mana mereka pergi. Berikan pemahaman dengan cara yang baik bahwa menyampaikan pendapat harus dilakukan secara bertanggung jawab, namun keselamatan dan masa depan mereka tetap menjadi prioritas utama,” tuturnya.

Semangat Orang BasudaraRositah menyebut upaya menjaga anak sejalan dengan nilai kearifan lokal masyarakat Maluku, yakni semangat hidup orang basudara.

Nilai tersebut mengajarkan pentingnya kepedulian dan kebersamaan. Karena itu, perlindungan terhadap anak tidak semata-mata menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat, guru, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

“Di Maluku kita mengenal semangat hidup orang basudara. Artinya, kita semua memiliki kepedulian untuk saling menjaga. Kalau ada anak-anak di lingkungan kita yang membutuhkan perhatian dan bimbingan, mari kita rangkul dan arahkan dengan baik. Jangan biarkan mereka menghadapi situasi berisiko tanpa pendampingan,” ungkapnya.

Polda Maluku bersama seluruh Polres jajaran, lanjut Rositah, terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.Pendekatan humanis serta komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat juga akan terus diperkuat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Maluku.

Kepolisian turut mengajak masyarakat agar setiap kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman, tertib dan damai, tanpa tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun mengganggu kepentingan umum.

“Menjaga keselamatan anak membutuhkan kerja sama semua pihak. Bukan hanya kepolisian, tetapi juga keluarga, masyarakat, pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat. Mari kita jaga, bimbing dan edukasi anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang membawa kedamaian bagi Maluku dan Indonesia,” tegasnya.

Di tengah keberagaman budaya dan masyarakat Maluku, semangat saling menjaga dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

“Jangan sampai karena ingin ikut-ikutan, anak-anak kita justru berada dalam situasi yang merugikan atau membahayakan keselamatan mereka. Mari jaga mereka dengan kasih, bimbing dengan komunikasi dan arahkan kepada kegiatan yang positif. Anak-anak Maluku hari ini adalah masa depan kita semua,” pungkas Rositah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *