Maren! BPS Kota Tual Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan
TUAL Beritalaser. Langkah besar untuk memetakan perekonomian Kota Tual dimulai. BPS Kota Tual secara resmi membuka rangkaian Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada Sabtu, 13 Juni 2026. Prosesi pencanangan dipimpin Kepala BPS Kota Tual Avia Justy Leatemia, dan disaksikan langsung Walikota Tual H. Akhmad Yani Renuat, Wakil Walikota H. Amir Rumra, unsur Forkopimda, kepala OPD, pelaku usaha, insan pers, serta mitra dan petugas lapangan SE2026.
Dalam laporan pembuka, Avia Justy Leatemia menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Tual dan seluruh pihak yang telah mendukung persiapan SE2026, mulai dari koordinasi awal hingga pelatihan petugas yang kini siap turun ke lapangan.
*Data Jadi Kompas Kebijakan*
SE2026 bukan kegiatan rutin biasa. Berdasarkan UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, sensus ekonomi dilaksanakan sekali dalam sepuluh tahun untuk menangkap potret lengkap aktivitas usaha dan struktur ekonomi di seluruh wilayah.
“Angka-angka yang kita kumpulkan akan menjadi kompas. Tanpa data yang benar, arah kebijakan bisa meleset. Dengan data akurat, pembangunan Tual akan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelas Avia.
*Sorotan ke Karakter Ekonomi Kepulauan*
Tual memiliki wajah ekonomi yang khas. Sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perdagangan, pariwisata, industri kreatif, hingga UMKM menjadi denyut utama. Namun kondisi geografis kepulauan juga menghadirkan tantangan: konektivitas antar pulau dan biaya logistik yang masih tinggi.
Melalui SE2026, BPS akan mencatat seluruh pelaku usaha, memetakan pertumbuhan ekonomi digital, ekonomi hijau, serta melihat seberapa besar kontribusi sektor unggulan Tual terhadap perekonomian daerah. Informasi ini akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam merancang program yang sesuai kebutuhan riil masyarakat.
*Privasi Terjaga, Pendataan Lebih Cepat*
BPS menegaskan seluruh informasi usaha dan individu yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai Pasal 21 UU No. 16/1997. Data hanya digunakan untuk kepentingan statistik pembangunan, tidak akan dibagikan ke pihak lain, termasuk untuk keperluan perpajakan.
Proses pendataan di lapangan juga dilakukan dengan metode CAPI – Computer-Assisted Personal Interviewing – agar hasil lebih cepat diolah dan lebih akurat.
*Butuh Dukungan Semua Pihak*
Keberhasilan SE2026 tidak bisa berjalan sendiri. BPS Kota Tual mengajak Walikota, Forkopimda, OPD, Camat, Lurah, pelaku usaha, hingga masyarakat luas untuk menyambut petugas dan memberikan data sebenar-benarnya.
“Kami mohon dukungan dan arahan Bapak Walikota untuk secara resmi membuka pelaksanaan SE2026 di Kota Tual,” pungkas Avia.
Pencanangan ditutup dengan harapan bersama: semoga seluruh tahapan SE2026 berjalan lancar, demi Tual yang lebih maju dan sejahtera
