Bukan Sekadar Ibadah, Subuh Bersama Kapolda Maluku Jadi Ruang Dengar Aspirasi Warga

0

AMBON BeritaLaser. Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Polda Maluku dengan mengedepankan pendekatan humanis dan kedekatan dengan warga. Salah satunya melalui kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling yang dilaksanakan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., di Masjid Al-Hijrah, Kapaha, Kota Ambon, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.45 WIT tersebut tidak sekadar menjadi momentum ibadah bersama, tetapi juga dimanfaatkan Kapolda Maluku untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan Imam Masjid serta para jamaah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirlantas Polda Maluku, Ps. Kanit Standar Tindak dan Cegah Subdit Kamsel Ditlantas Polda Maluku, sejumlah personel Ditlantas Polda Maluku, Imam Masjid Al-Hijrah dan masyarakat.

Usai melaksanakan Sholat Subuh berjamaah, Kapolda memilih meluangkan waktu untuk berbincang bersama warga. Dialog tersebut menjadi sarana untuk mendengar aspirasi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan lingkungan sekitar.

Kapolda Maluku mengatakan, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian. Peran serta masyarakat, komunikasi yang terbuka serta kepercayaan publik menjadi bagian penting dalam menjaga kamtibmas.

“Keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun hanya oleh Polri. Kita membutuhkan kebersamaan, komunikasi dan kepercayaan dari seluruh masyarakat. Karena itu, silaturahmi seperti ini penting untuk mendengar langsung apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga kamtibmas,” ujar Dadang.

Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam mempererat persaudaraan dan membangun kepedulian sosial. Karena itu, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya terlihat ketika terjadi persoalan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

“Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan. Polri harus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang humanis dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri,” katanya.

Dadang menegaskan, komunikasi yang terbangun secara langsung dengan masyarakat juga dapat membantu kepolisian mendeteksi berbagai persoalan sejak dini.

“Kami ingin terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Kalau komunikasi berjalan baik, persoalan-persoalan di tengah masyarakat dapat kita deteksi dan selesaikan bersama lebih awal. Ini adalah bagian dari upaya menjaga Maluku tetap aman, damai dan kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan kehadiran Kapolda dalam kegiatan Subuh berjamaah merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kehadiran Kapolda di tengah masyarakat melalui kegiatan sholat Subuh berjamaah dan silaturahmi merupakan bentuk nyata pendekatan Polri yang humanis. Polri tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk membangun komunikasi, mendengar masyarakat dan memperkuat kebersamaan,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat merupakan salah satu kunci dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat maupun warga akan terus diperkuat.

“Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.

Rositah menyebutkan, Polda Maluku akan terus mendorong jajaran untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan yang humanis, komunikatif dan terbuka.

“Semangatnya adalah membangun polisi yang semakin dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat merasa didengar, dihargai dan dilibatkan, maka kepercayaan publik akan semakin kuat. Dari kepercayaan itulah kemitraan dalam menjaga keamanan dapat tumbuh,” katanya.

Bagi Polda Maluku, kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling menjadi salah satu sarana membangun keamanan melalui pendekatan yang lebih menyentuh masyarakat. Strategi tersebut tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pencegahan, komunikasi, kepedulian sosial dan partisipasi warga.

Di tengah karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan dengan keberagaman budaya dan komunitas sosial, komunikasi langsung dinilai penting untuk menjaga kohesi sosial sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Maluku menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk mendengar, melayani dan membangun kepercayaan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 05.35 WIT dan berlangsung aman, tertib serta kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *