Polda Maluku Tegaskan Komitmen Lindungi Anak, HAN 2026 Jadi Momentum Wujudkan Generasi Emas 2045

AMBON BeritaLaser. Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Provinsi Maluku menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjamin hak-hak anak sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Pada kesempatan tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mendukung perlindungan anak sebagai investasi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Komitmen itu ditunjukkan melalui kehadiran Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., yang mewakili Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Maluku di Sporthall Karang Panjang, Ambon, Kamis (23/7/2026).
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, UNICEF, organisasi perempuan, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, hingga ratusan peserta dari berbagai kalangan yang bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap masa depan anak-anak Maluku.
Puncak peringatan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, Dr.sc.agr.drh. Faradilla Attamimi, M.App.Sc., yang hadir mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, ditegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat akan tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh hak hidup, tumbuh, berkembang, mendapat perlindungan, serta ruang untuk berpartisipasi sesuai amanat konstitusi dan Konvensi Hak Anak.
Menurut Gubernur, anak merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan menjadi generasi cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, sinergi antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah anak.
Pada kesempatan tersebut, Forum Anak Maluku Manise turut menyampaikan Suara Anak Daerah Provinsi Maluku sebagai bentuk partisipasi aktif anak dalam menyampaikan aspirasi dan harapan terhadap pembangunan daerah yang semakin berpihak kepada kepentingan mereka.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan laporan pelaksanaan oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku, Zurnida Ambon, S.E., M.Si., penyerahan plakat penghargaan kepada para pihak yang berkontribusi dalam perlindungan anak, hingga penampilan tarian Sahureka-reka dari siswa-siswi SMP Kristen Kalam Kudus Ambon.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan bagian penting dari tugas Polri, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memastikan anak-anak terlindungi dari berbagai ancaman seperti kekerasan, eksploitasi, perdagangan orang, hingga kejahatan di ruang digital.
“Polda Maluku mendukung penuh seluruh program perlindungan anak yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa menjaga anak merupakan tanggung jawab bersama. Polri akan terus memperkuat langkah preventif, edukatif, serta penegakan hukum agar setiap anak di Maluku dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun eksploitasi,” ujar Rositah.
Ia menambahkan, Polda Maluku terus mengedepankan pendekatan humanis melalui edukasi di sekolah, pembinaan masyarakat, peningkatan literasi digital, hingga kampanye penggunaan media sosial secara bijak sebagai upaya melindungi anak dari perundungan, hoaks, konten negatif, dan berbagai ancaman kejahatan siber.
Rositah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tenaga pendidik, tokoh agama, tokoh adat, hingga seluruh pemangku kepentingan, untuk bersama-sama membangun ekosistem yang ramah anak demi melahirkan generasi Maluku yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas pembangunan daerah dan nasional.
